
Setelah sampai dikamar hotel, Vila langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badan nya yang sudah sangat lengket. Sedangkan Denis dia langsung merebahkan tubuh nya dikasur.
"Haa~" menghela nafas. "Gue siapin makan malam romantis ah, itu menunjukkan bahwa Gue bener bener tulus mencintai Loe Vil" gumam Denis sembari beranjak dari tidur nya dan berjalan keluar kamar.
"Haa~" menghela nafas. "Ini berasa kaya mimpi ya Allah. Gue sama Denis hubungan kita udah baik baik aja. Gue bersyukur banget! Makasi ya Allah" gumam Vila sembari berendam didalam bathup. Dan tersenyum senang. Tak lama dia pun keluar dari kamar mandi, tapi tidak mendapati Denis. "Kemana dia?" fikir Vila. Ia langsung berjalan ke lemari pakaian untuk mengambil baju santai nya. Setelah itu ia duduk dimeja rias untuk memakai sedikit make up nya. Tak beberapa menit, suara pintu terdengar terbuka. Ternyata yang datang adalah Denis.
"Udah wangi aja nih" ucap Denis tiba tiba memeluk Vila dari belakang.
"Ya ampun Nis, aku kaget tahu gak! Kamu habis dari mana sih?" ucap Vila kaget dengan kedatangan Denis yang tiba tiba memeluk nya sembari mengelus dada nya yang berdegup kencang karena kaget.
"Hehe" nyengir. "Maaf ya aku buat kamu kaget! Aku dari bawah tadi mesen makan malam buat kita" ucap Denis dengan menempelkan wajahnya dileher Vila.
__ADS_1
"Iih geli Nis! Lepasin ih! Mending kamu mandi sana! Udah bau matahari badan kamu" ucap Vila dengan terkikik.
"Iya iya sayang... Aku mandi dulu ya! Cupp" ucap Denis melepaskan pelukannya dan mencium pipi Vila sekilas, dan berjalan kekamar mandi. Vila yang mendengar Denis memanggilnya dengan embel embel sayang hanya bisa tersenyum geli.
Setelah Denis selesai mandi, dan sudah memakai baju santai nya. Dengan segera menghampiri Vila yang senyum senyum sendiri menatap ponselnya. Denis yang melihat itu merasa heran.
"Kenapa kamu senyum senyum sendiri? Apa kamu lagi chattingan sama sicurut itu?" tanya Denis menatap Vila penuh selidik.
"Sicurut? Maksud kamu Ricko? Nama nya Ricko sayang bukan curut! Tapi aku tersenyum bukan karena itu" ucap Vila menatap Denis dengan tersenyum.
"Ih kamu ni cemburu berlebihan deh! Kita tu cuma temen! Gak ada yang saling suka kok" ucap Vila menatap Denis.
__ADS_1
"Siapa yang cemburu? Aku bilang kan gak suka! Bukan berarti aku cemburu" elaknya dengan membuang muka.
"Yakin nih? Yaudah aku telponan sama Ricko dulu ah" goda Vila sembari ingin menekan nomer Ricko. Denis yang melihat itu langsung mencegahnya.
"Fine! Aku cemburu sayang... Aku takut kamu bakal tinggalin aku" ucap Denis dengan manja.
"Aku gak akan tinggalin suami dingin aku ini" ucap Vila menatap Denis dengan tersenyum. Denis yang mendengar itu langsung tersenyum senang.
"Terus kamu lagi chattingan sama siapa dong?" tanya Denis menatap Vila.
"Sama adik kamu, dan sahabat aku loh. Nih lihat kalau gak percaya" ucap Vila sembari menyodorkan ponselnya.
__ADS_1
"Iya iya, aku percaya sama kamu! Maafin aku" ucap Denis menatap Vila lekat lekat dan langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Vila. Vila yang melihat itu langsung memejamkan mata nya. Denis langsung melakukan aksi nya, Dia mengecup lembut bibir Vila, Vila juga membalas nya! Walaupun kurang pandai. lama kelamaan kecupan itu menjadi *******. Setelah merasa tidak bisa bernafas, mereka langsung menghentikan aksi nya.
"Tidur yuk! Nanti malem kita makan diluar" ucap Denis dengan nafas yang tersengal sengal. Vila hanya mengangguk dan tersenyum. Mereka pun tidur dengan posisi saling berpelukan.