Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Memasak


__ADS_3

Setelah Vila masuk kedalam kamar Denis. Dia melihat Denis sedang sibuk dengan Laptop nya. Vila tak menanyakan Denis sedang apa, dia langsung duduk disofa sembari memainkan ponsel nya. Denis yang melihat Vila masuk hanya melihat sekilas. Lalu, kembali fokus menatap layar Laptop nya. Saat Vila ingin meletakkan ponsel nya diatas meja, tiba tiba ponsel nya berdering tertera nama Ricko. Dengan segera dia mengangkat nya.


"Hallo Ric... Ada apa?" tanya Vila saat sudah mengangkat telpon.


Denis yang mendengar Vila menyebut nama Ricko langsung menatap Vila sekilas. Dan kembali fokus menatap Laptop nya.


"Hallo Vil... Loe tadi gak kuliah ya?" ucap Ricko saat Vila menjawab telpon nya.


"Iya Ric, Gue selama 2 minggu gak masuk kuliah" ucap Vila.


"Loh kenapa? Loe sakit apa gimana?" ucap Ricko penasaran.


"Engga! Gue gapapa, cuma ada acara keluarga aja. Makanya Gue izin selama 2 minggu" jawab Vila.


"Huftt syukur lah Vil, Gue pikir Loe itu kenapa napa loh" ucap Ricko merasa lega. "Eh btw acara apasih sampe 2 minggu gitu?" tanya Ricko heran.


'Duh Gue jawab apa ini? Ah iya bilang aja ada sepupu Gue yang Nikah' gumam Vila dalam hati.


"Hallo Vil... Loe masih disana kan?" tanya Ricko membuyarkan lamunan nya.


"Ah iya Ric, Gue masih disini kok. Oh iya sepupu Gue nikah ric, makanya Gue izin selama 2 minggu" ucap Vila gugup.


"Tapi apa harus selama itu Vil?" tanya Ricko heran.


"Iya Ric, soalnya acara nya di Paris" ucap Vila.


"Jadi sekarang Loe gak disini dong?" ucap Ricko.


"Gue masih disini Ric! Besok Gue baru berangkat ke Paris" jelas Vila. "Eh btw Loe udah selesai kulia nya?" tanya Vila.


"Udah Vil! Tadi Gue juga lihat temen Loe tapi Gue gak ada lihat Loe! Makanya langsung Gue telpon" ucap Ricko.


"Mereka juga udah pulang?" ucap Vila.

__ADS_1


"Gak tau Vil, tapi kaya nya tadi mereka udah selesai kuliah deh" ucap Ricko.


"Oh yaudah! Gue tutup dulu ya. Byeee" ucap Vila sembari menutup telpon.


'Ah Gue turun kebawah aja deh' gumam Vila sembari beranjak dari duduk nya. Dan meninggalkan kamar. Denis yang melihat itu hanya acuh.


"Hai Mami..." ucap Vila menghampiri Mami yang sibuk memasak didapur.


"Hai sayang... Kamu sudah turun sayang? Sebenarnya Mami akan panggil kalian pas masakan nya udah selesai. Eh tapi kamu sudah duluan kesini" ucap Mami sembari tersenyum menatap menantu nya itu.


"Gapapa Mi, Vila bantuin ya" ucap Vila sembari mengambil sayur.


"Gausah sayang! Masa pengantin baru sudah kedapur aja. Kamu temenin Denis tuh dikamar sayang" ucap Mami sembari tersenyum menatap Vila.


"Gapapa Mi! Masa iya menantu engga bantuin mertua nya masak sih. Ntar mertua nya gak suka lagi sama menantu nya" ucap Vila tersenyum.


"Haha kamu bisa aja sayang... Yasudah terserah kamu aja! Mami mau masak makanan kesukaan Papi dulu! Soalnya sebentar lagi Papi pulang untuk makan siang bareng" ucap Mami sembari tersenyum dan berkutat dengan masakan nya.


"Eh iya masakan kesukaan Denis apa ya Mi? Ah maksud nya Kak Denis Mi" ucap Vila tersenyum canggung.


"Yaudah Vila masak makanan kesukaan Kak Denis ya Mi" ucap Vila sembari mengambil Ayam dikulkas. Mami dan Bibi yang melihat itu hanya tersenyum senang.


'Engga salah Papi jodohin Denis sama Vila, dia anak yang rajin dan sopan' gumam Mami dalam hati sembari tersenyum senang.


"Eh iya Indah udah pulang kuliah Mi?" ucap Vila yang sibuk dengan membersihkan Ayam nya.


"Sudah sayang, Indah lagi istirahat dikamar nya" ucap Mami. Vila yang mendengar itu hanya mengangguk.


Setelah selesai dengan masakan masing masing. Vila langsung menyajikan nya dimeja makan dan dibantu oleh Bibi.


"Sudah sayang... Biar si Bibi aja yang menyusun nya! Mending kamu sekarang panggil suami kamu! Dan bersih bersih. Badan kamu udah bau asem" ucap Mami tersenyum meledek.


"Ih Mami... Tapi beneran Vila bau asem?" ucap Vila Malu sembari mencium kedua ketiak nya.

__ADS_1


"Haha engga sayang! Tapi kan badan kamu sudah berkeringat. Jadi kamu harus mandi lagi! Udah buru saja sebelum Papi pulang" ucap Mami sembari mendorong tubuh Vila.


"Memang nya kenapa Mi kalau Papi sudah pulang?" tanya Vila sembari menyerngitkan kening nya.


"Ya ampun sayang... Kalau Papi sudah dateng tapi kamu masih diatas. Otomatis kamu tidak ikut dong makan siang bareng kita" ucap Mami gemas melihat kepolosan menantu nya.


"Oh iya ya, yaudah Vila keatas dulu ya Mi" ucap Vila sembari meninggalkan dapur. Mami hanya mengangguk sembari tersenyum.


Setelah Vila masuk kedalam kamar, dia melihat Denis yang sedang tidur dikasur dengan nyenyak. Dengan segera dia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai mandi, Vila langsung teringat kalau dia lupa membawa baju ganti. Karena terburu buru.


"Duh Gue lupa lagi bawa baju ganti! Denis udah bangun belum ya" gumam Vila sembari menatap pintu kamar mandi.


"Ah coba Gue intip dulu" gumam nya lagi sembari membuka pintu kamar mandi dan melihat Denis.


"Haa~" menghela nafas. "Syukur lah dia masih tidur! Gue jadi aman deh" gumam Vila sembari keluar dari kamar mandi.


Denis yang mencium aroma Mawar yang sangat wangi menusuk hidung nya. Dengan segera dia mengerjap ngerjap kan mata nya. Dan mata nya langsung disuguhkan pemandangan yang sangat menegangkan. Bagaimana tidak, dia melihat Vila yang hanya memakai handuk sebatas paha yang sedang membelakangi nya. Dan memperlihatkan kulit putih mulus Vila. Tak terasa junior Denis mengeras.


Tak butuh waktu lama, Vila telah selesai memakai pakaian nya dan ingin segera membangunkan Denis. Denis yang melihat Vila berbalik badan dengan segera memejamkan mata nya kembali.


"Denis ayo bangun! Mami nyuruh kita makan siang" ucap Vila sembari mengoyang goyangkan tubuh Denis. Denis berpura pura menggeliat dan tidak sengaja menyenggol tangan Vila. Alhasil Vila jatuh kedalam pelukan Denis! Cukup lama mereka saling adu pandang. Vila langsung pamit turun kebawah.


"Gue tunggu dibawah!" ucap Vila gugup sembari berjalan keluar kamar. Denis hanya mengangguk sembari menetralkan detak jantung nya yang tidak beraturan.


'Duh jantung Gue kok jadi deg deg an gini sih' gumam Vila dalam hati sembari turun menuju meja makan.


'Kok Gue jadi deg deg an ya? Gak mungkin kalau Gue mulai sayang sama dia! Iya gak mungkin! Ini pasti cuma gara gara reflek. Sayang dan cinta Gue masih untuk Clara' gumam nya dalam hati sembari menggeleng gelengkan kepala nya dan berjalan ke kamar mandi.


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2