Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Kampus


__ADS_3

Pagi hari. Pukul 07:30.


Setelah Bunda membangunkan Vila, Bunda langsung turun kemeja makan.


Meja Makan.


"Kamu masuk jam berapa sayang?" ucap Bunda sembari menatap Vila.


"Masuk jam 08:00 Wib Bun" ucap Vila sembari tersenyum. "Emang Kak Ferry masuk jam berapa Bun?" ucap Vila lagi.


"Katanya semalem masuk jam 10 Nak, Yaudah yuk kita sarapan! Ntar Ayah telat lagi masuk kantornya" ucap Bunda sembari menatap Ayah. Ayah hanya tersenyum mendengar ucapan sang istri.


"Eh Nak kamu mau bareng Ayah aja apa bawa mobil sendiri?" ucap Ayah sembari menatap Vila.


"Emm Vila bawa mobil sendiri aja deh Yah" ucap Vila sembari menatap Ayah.


"Oh yaudah, kamu hati hati bawa mobilnya. Jangan ngebut ya sayang" ucap Ayah sembari mengelus pelan kepala putrinya itu.


"Iya Ayah, Vila pasti hati hati kok" ucap Vila sembari tersenyum.


"Yaudah yuk kita sarapan" ucap Bunda sembari mengambilkan makanan untuk suaminya. Dibalas Mereka dengan anggukan kepala. Setelah selesai makan, Ayah dan Vila langsung pamit ketujuan masing masing.


***


Kediaman Wijaya.

__ADS_1


Meja Makan.


"Kak Denis mana Mi? Kok gak kelihatan, apa udah berangkat Kuliah?" ucap Indah saat sudah berada dimeja makan.


"Kakak kamu masih tidur! Katanya tadi pas Mami kekamar nya, dia bilang masuk jam 10:00 Wib" ucap Mami sembari mengambilkan makanan untuk suaminya. Indah hanya mengangguk mendengarnya sembari mengambil makanan untuk dirinya.


Setelah selesai Sarapan, Indah dan Papinya pun berangkat ketujuan masing masing. Tak lama Indah pun telah sampai diKampus dan sedang memarkirkan mobilnya.


***


Kampus.


"Mereka dimana ya" Gumam Indah sembari keluar dari mobilnya. "Ah telpon Vila ada kali ya? Tanyain mereka sekarang udah dimana" Gumamnya lagi sembari ingin menelpon Vila. Tapi saat ingin menelpon tiba tiba ponselnya berbunyi pertanda pesan masuk. Dengan segera Indah membulanya.


"Indah sayang kita sekarang lagi diTaman deket belakang Kampus ya! Loe langsung kesini aja" isi pesan Vila.


"Hai guys! Sorry Gue telat" ucap Indah saat sudah berada diTaman belakang sembari tersenyum.


"Engga kok! Yaudah kita langsung ke Ruangan Pak Dekan yuk" ucap Vila sembari berdiri dengan wajah tak bersemangat. Mereka hanya mengiyakan perkataan Vila dan bingung dengan wajah Vila. Biasanya Vila tidak seperti itu.


"Loe kenapa Vil? Apa Loe ada masalah? Cerita dong kekita! Siapa tau kita bisa bantu" ucap Indah sembari menatap Vila.


"Ah memangnya Gue kenapa Ndah? Gue baik baik aja kok! Gak punya masalah apa apa" ucap Vila tersenyum paksa.


"Tapi kenapa muka Loe kaya gak bersemangat gitu Vil? Loe pasti punya masalah! Ayolah cerita Vil. Tapi kita sahabat, masa Loe main rahasia rahasiaan" ucap Lisa menatap Vila.

__ADS_1


"Gue gak papa guys! Udah lah yuk. Loe jadi kan daftar hari ini?" ucap Vila menatap Lisa. Dibalas Lisa dengan anggukan kepala sembari tersenyum.


'Sorry guys Gue gak bisa ngasih tau kalian sekarang! Tapi nanti pasti bakal Gue kasih tau kok" gumam Vila dalam hati.


Setelah sampai diRuangan Pak Dekan, Lisa pun langsung masuk. Tak beberapa lama dia pun keluar dengan wajah yang ditekuk.


"Gimana Lis? Apa kata Pak Dekan?" ucap Vila saat melihat Lisa keluar dari Ruangan Dekan dengan wajah yang ditekuk.


"Iya Lis gimana? Kok muka Loe kaya baju yang belum disetrika sih?" ucap Indah sambil menatap Lisa.


"Tau nih! Jangan bikin deg degan dong Lis, ayo ngomong" ucap Luna sembari menatap Lisa.


"Kata Pak Dekan Gue boleh langsung masuk hari ini hehe" ucap Lisa sembari tersenyum senang.


"Haa~" menghela nafas. "Gue pikir Loe gak diterima" ucap Vila lega.


"Tau nih, muka Loe tadi jelek banget tau gak" ucap Indah kesal.


"Syukurla kalau gitu, sekarang yuk kekelas! Bentar lagi Dosennya pasti masuk" ucap Luna sembari tersenyum dan berjalan kearah kelas. Mereka hanya mengiyakan perkataan Luna dan mengikuti langkah Luna.


Setelah selesai dengan Mata Pelajaran yang diberikan oleh Dosennya. Mereka pun keluar dan memilih kecaffe deket kampus untuk bersantai.


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2