Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Memesan cincin


__ADS_3

Kantor Wijaya group.


Setelah Denis mengantarkan calon istrinya ke kampus, Denis segera melajukan mobilnya menuju kantor.


Kini Denis sedang berada diruangan nya sembari membaca berkas diatas meja dan membaca e-mail yang ada dilaptopnya. Tiba tiba dia teringat perihal perjodohan mereka.


"Haa~ menghela nafas. "Apa Gue harus menikah dengan orang yang belum Gue kenal sama sekali?" gumam Denis sembari beranjak dari dari duduknya dan menatap keluar jendela.


"Loe tenang aja Vil, Gue bakal buat hidup Loe gak nyaman" gumam Denis sembari tersenyum devil.


"Ah udah jam 11:00 wib. Pasti dia udah pulang" ucap Denis sembari melirik jam dipergelangan tangannya. "Gue telpon aja lah" ucap nya lagi sembari memencet nomer Vila. Saat sudah mendengar apa yang dikatakan Vila, Denis langsung memutuskan sambungannya. Dan langsung keluar dari ruangannya.


"Selamat siang pak? Apa bapak butuh sesuatu?" tanya Sekretarisnya sembari tersenyum menatap bos nya.


"Tidak" sahut Denis sembari berjalan meninggalkan Sekretarisnya.


***

__ADS_1


Setelah para sahabatnya pergi. Vila mendapat telpon dari nomer baru.


"Ini pasti nomer sikulkas" gumam Vila sembari mengangkat telpon nya.


"Hallo... Gue udah pulang!" ucap Vila saat sudah mengangkat telpon. Setelah mendengar apa yang dikatakan Vila, Denis langsung memutuskan sambungannya tanpa bicara sepatah kata pun. Membuat Vila menggerutu kesal.


"Dasar kulkas berjalan.... Seenaknya main tutup telpon aja" ucap Vila sembari berteriak. Tapi tiba tiba terdengar suara klakson mobilnya. Denis langsung membuka kaca mobil sembari memberi isyarat untuk masuk. Dengan kesal Vila langsung melangkah masuk kedalam mobil. Denis langsung menancap gas mobilnya.


Didalam mobil suasana hening. Tidak ada yang bersuara diantara mereka. Tak beberapa lama mobil Denis berhenti disalah satu Toko Emas terbesar. Denis langsung turun dan diikuti oleh Vila.


"Selamat siang Mas Denis, Mba Vila. Ada yang bisa kami bantu?" sapa Karyawan Toko itu.


"Baiklah Mas, sebentar saya ambilkan contoh motif nya" ucap Karyawan sembari mengambil kan contoh motif nya.


"Ini Mas, Mba silahkan dipilih dulu" ucap Karyawan. Sambil memberikan contoh motif yang dibawa nya.


"Terimakasih" ucap Denis sambil melihat lihat beberapa motif nya.

__ADS_1


"Loe suka yang mana?" tanya Denis sembari menatap Vila.


"Sini Gue lihat dulu" sahut Vila sambil merebut beberapa contoh cincin tersebut. "Ini bagus deh! Loe suka gak?" tanya Vila sambil menunjuk kesalah satu motif yang sangat mewah namun tampak elegant.


"Iya Gue suka, yaudah kita pesen yang ini aja" sahut Denis sembari melihat contoh motif yang ditunjuk Vila. "Mba kita pesen yang motif ini ya! Minggu depan kita ambil. Bisa?" ucap Denis sembari memperlihatkan contoh motif yang mereka pilih.


"Wah pilihan Mba Vila memang sangat bagus, ini cincin nya baru saja keluar Mba, Mas" ucap Karyawan takjub saat melihat motif pilihan Vila. "Baiklah Mas, Mba minggu depan kami pastikan cincin pesanan kalian selesai" ucap Karyawan sembari tersenyum.


"Terimakasih Mba, kalau begitu kami permisi dulu" ucap Denis sembari menarik tangan Vila.


"Mari Mba" ucap Vila sembari tersenyum.


"Loe apa apaansi! Gak sopan banget. Orang masih ngomong juga" ucap Vila sembari melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Denis. Denis hanya acuh dan langsung masuk kedalam mobil, Diikuti oleh Vila dengan menggerutu kesal.


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2