Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Wedding Indah & Ferry


__ADS_3

Seminggu kemudian, hari ini adalah hari pernikahan Indah dan Ferry. Mereka mengadakan acara nya dihotel bintang 5 seperti pernikahan Vila dan Denis wakt itu, bahkan para wartawan juga diundang untuk meliput pernikahan Ferry, anak sulung dari Edy Alexander. Dan Indah, putri dari Bagas Wijaya.


Mereka sekarang tengah berkumpul diaula, karena acara akan segera dimulai. Para tamu undangan sudah hadir semua, termasuk para sahabat mereka.


"Duh gak nyangka gue, sahabat kita udah mau nikah aja" kata Lisa menatap Indah yang berbalut dengan gaun pengantin nya.


"Iya nih, kedua sahabat kita udah pada nikah. Lah kita? Boro boro mau nikah jodohnya aja belum kelihatan" kata Luna.


"Kalian tinggal nikah aja apa susahnya sih, ya gak Ndah" kata Vila.


"Iya, untuk masalah jodoh? Noh kak Kevin sama kak Jeon jodoh kalian" kata Vila sambil tertawa.


"Ih udah deh, jangan mulai lagi" kata Lisa malu. Mereka yang melihat itu hanya tersenyum.


Setelah itu acara pun dimulai, Ferry telah mengucapkan ijab qobul dengan sangat lantang. Mami pun langsung memanggil Indah untuk segera dibawa kepada suaminya.



Mereka langsung saling memasangkan cincin, setelah itu Indah mencium punggung tangan suaminya. Begitu pula dengan Ferry, ia mencium kening istrinya.


Kini para tamu undangan beserta sahabat mereka, memberi selamat kepada Indah dan Ferry sekaligus memberi kado. Acara pun berjalan dengan sangat khidmat.


Wartawan pun tidak henti henti nya mengambil gambar mereka. Dan langsung disiarkan diseluruh indonesia.


Setelah acara selesai Vila dan Denis langsung kembali ke kediaman mereka. Tidak lupa berpamitan kepada orang tua dan mertua mereka.


*Beberapa bulan kemudian, kini usia kandungan Vila sudah memasuki bulan ke-9. Vila juga sudah sering mengalami sakit diperutnya seperti akan melahirkan.


Semenjak usia kandungan Vila 7 bulan dan dia sering mengalami kontraksi, Denis langsung mempekerjakan seorang pembantu untuk membantu Vila dan menemani Vila dirumah saat dia sedang ke kantor.


Kini Vila sedang menonton tv, saat asik asik menonton tv. Tiba tiba ia merasa haus dan beranjak untuk mengambil minum. Saat sudah sampai didapur, tiba tiba perutnya terasa sakit sekali. Gelas yang ia pegang pun terjatuh. Bibi yang sedang memasak mendengar pecahan kaca langsung berlari menuju nyonya nya.


"Awww sakittt sakittt" teriak Vila sambil memegangi perutnya.


"Astagfirullah, nyonya! Nyonya seperti nya ingin melahirkan! Air ketuban nyonya sudah pecah" kata bibi dengan menghampiri Vila.

__ADS_1


"Ahhh sakit bi, sakittt bangettt huh ah huh" teriak Vila.


"Sebentar nyonya saya panggil pak maman dulu" kata bibi. Bibi langsung berteriak memanggil pak maman. Setelah mendapat intruksi dari bibi, pak paman dengan segera menyiapkan mobil dan langsung menuju rumah sakit.


Dalam perjalanan bibi langsung menelfon tuan Denis. Setelah Denis mendapat kabar, bahwa istrinya ingin melahirkan. Denis buru buru menelfon orang tua dan mertua nya. Lalu, ia bergegas menuju rumah sakit yang dikatakan oleh bibi tadi.


Rumah sakit.


Denis baru saja sampai dirumah sakit dengan tergesa gesa. Lalu, menghampiri kedua pembantu nya itu.


"Dimana Vila bi?" tanya Denis dengan nafas yang tersengal sengal.


"Didalam tuan! Kata dokter tadi, jika suami pasien sudah tiba. Langsung suruh masuk kedalam" kata bibi. Tanpa menjawab Denis langsung masuk kedalam ruangan, dilihat nya Vila sedang kesakitan. Ia langsung menghampiri nya.


"Kamu yang kuat ya sayang! Demi anak kita! Kita akan rawat sama sama" kata Denis menyemangati.


"Awww sakittt Nis, hu ah hu" teriak Vila sambil menjambak rambut Denis.


"Dorong yang lebih kuat bu! Kepala nya sudah hampir kelihatan" intruksi dokter. Vila langsung mengedan dengan kuat. Eghhhhhhhhhh, oek... oek... oek... Suara bayi pun terdengar.


"Alhamdulillah, anak nya laki laki" kata dokter, langsung memberikan nya kepada suster untuk dibersihkan.


Setelah suster membersihkan bayi mereka, suster langsung memberikan kepada Denis untuk di adzani.



Denis langsung menerima nya dengan sangat senang. Dengan segera ia mengadzani putra mereka.


"Hai jagoan papa, selamat datang didunia barumu" kata Denis dengan mencium putra mereka.


"Pak Denis, jika sudah selesai. Biarkan ibu menyusui putra kalian terlebih dahulu" perintah dokter.


"Baiklah dokter" kata Denis sambil memberikan bayi itu ke Vila. Vila langsung memberikan asi kepada putra mereka.


__ADS_1


"Sayang mama, duh kamu ganteng banget sih" kata Vila dengan mencium putra mereka.


"Yaiyalah papa nya aja ganteng nya selangit apalagi anak nya" kata Denis dengan pd nya.


"Dih liat papa mu dek, pd banget jadi orang" ejek Vila.


"Orang emang kenyataan, ya gak dek" kata Denis dengan mencium pipi putra nya yang sedang menyusu.


"Awas ih! Adeknya terganggu lo pa" kata Vila kesal menatap Denis.


Sedangkan diluar ruangan mereka sedang panik menunggu kabar dari dalam.



"*Semoga mereka sehat sehat aja ya yah" kata Bunda panik.


"Iya Bun, kita do'akan saja" kata ayah.


Mami dan Papi juga sama paniknya dengan mereka.


Tak lama keluar lah Denis dengan membawa putra mereka, dengan senyum yang melebar.


"Yah, Bun, Mi, Pi, ini cucu kalian" kata Denis dengan menghampiri mereka. Mereka langsung menoleh keasal suara.


"Alhamdulillah ya Allah, cucuku" kata Bunda langsung mengambil alih cucu nya dari Denis.


"Bagaimana keadaan Vila nak?" tanya Ayah.


"Alhamdulillah Vila baik baik saja yah" jawab Denis.


Mereka langsung bernafas lega, setelah itu mereka bergantian menggendong anggota baru hadir dalam keluarga mereka.


Kini hati mereka diliputi rasa bahagia, ternyata Indah juga sedang mengandung 3 bulan.


Lisa dan Kevin juga sudah menikah 1 bulan yang lalu. Setelah itu baru Luna dan Jeon.

__ADS_1


Bersambung...


Duh kaya nya cerita nya bakal Tamat deh! tunggu eposid akhir ceritanya ya. Byee:')


__ADS_2