
"Assalamu'alaikum" ucap Denis sembari masuk kedalam rumah dengan wajah yang ditekuk.
"Wa'alaikumsalam Nak, sini duduk!" ucap Mami sembari menatap Putranya. "Eh mukanya kenapa ditekuk gini sayang? Kan jadi jelek" ucap Mami bercanda.
"Tadi ada masalah sedikit Mi, buat Mood Denis hilang" ucap Denis sembari menyenderkan kepalanya dibahu Maminya.
"Yaudah, mending kamu keatas Istirahat sana! Nanti Mami panggil kalau udah waktunya makan malam nak" ucap Mami sembari mengelus kepala Putranya.
"Iya Mi, Denis keatas dulu ya" ucap Denis sembari beranjak dari duduknya dan berjalan menaiki tangga. Dibalas Mami dengan tersenyum.
***
"Assalamu'alaikum" ucap Ferry saat sudah masuk kedalam rumah dan duduk disamping Bundanya.
"Wa'alaikumsalam sayang, kamu habis dari mana?" ucap Bunda sembari menatap Putranya.
"Habis jalan jalan sama temen Bun, Vila udah pulang Bun?" ucap Ferry sembari menatap Bundanya.
"Udah nak, tadi mukanya ditekuk banget! Adik kamu kenapa sih sayang?" ucap Bunda sembari menatap Ferry.
"Ferry juga kurang tau Bun, tapi tadi pas diMall kita gak sengaja jumpa, Vila lagi berantem sama Denis. Ferry gak tau gara gara apa Bun" ucap Ferry menjelaskan.
"Kok bisa? Emang masalahnya apa?" ucap Bunda menatap Ferry.
"Tadi sih pas Ferry tanya sama Denis, Denisnya malah langsung pamit pulang" ucap Ferry sembari tersenyum.
"Yaudah deh, mending kamu istirahat sana! Nanti Bunda panggil kalau udah waktunya makan malam ya nak" ucap Bunda sembari mengelus pelan kepala Putranya.
"Iya Bun, yaudah Ferry keatas dulu ya" ucap Ferry sembari beranjak dari duduknya dan berjalan kearah kamarnya. Bunda hanya mengangguk sembari tersenyum.
***
__ADS_1
"Assalamu'alaikum" ucap Indah sembari masuk kedalam rumah dan melihat Mami serang menonton.
"Wa'alaikumsalam sayang, sini duduk! Kamu habis dari mana nak? Kok jam segini baru pulang?" ucap Mami sembari melihat Putrinya duduk disampingnya.
"Indah habis jalan jalan sama temen Mi diMall, tapi gak jadi belanja" ucap Indah sembari menatap Maminya.
"Loh kenapa gak jadi nak?" ucap Mami bingung sembari menyerngitkan keningnya.
"Tau tuh tadi Kak Denis gak sengaja nabrak Vila, main pergi tanpa minta maaf lagi Mi. Indah kan jadi gak enak sama Vila Mi" ucap Indah kesal dengan kelakuan Kakaknya.
"Pantesan... Tadi Kakak kamu juga pulang pulang mukanya kusut kaya baju belum disetrika" ucap Mami sembari tersenyum. "Kamu kan tau sifat Kakak kamu itu gimana, dingin... Kaya kulkas berjalan" ucap Mami sembari tertawa terkikik kikik.
"Tau tuh Bun, gak akan ada tuh cewek yang mau sama kulkas berjalan hihi" ucap Indah sembari tertawa juga.
"Hustt gak boleh ngomong gitu sayang! Gitu gitu dia itu juga Kakak kamu loh" ucap Mami sembari mencubit pelan hidung Indah.
"Haha iya iya Mi, Indah cuma becanda kok" ucap Indah sembari mengangkat kedua jarinya berbentuk V.
"Iya Mi, Indah keatas dulu ya" ucap Indah sembari beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan Maminya. Dibalas Mami dengan anggukan kepala sembari tersenyum.
***
Kediaman Alexander.
Setelah makan malam, mereka langsung keruang keluarga untuk berkumpul dan tertawa bersama.
"Ferry... Kuliah kamu tinggal beberapa bulan lagi kan? Dan sebentar lagi kamu lulus S1. Apa kamu sudah bisa meneruskan bisnis Ayah?" ucap Ayah sembari menatap Ferry serius.
"Iya Ayah, Ferry siap kok kapan aja Ayah suruh untuk Kekantor" ucap Ferry sembari menatap Ayahnya dengan tersenyum.
"Haaa~" menghela nafas. "Ayah Kira kamu gak bakalan mau. Ayah kira kamu bakal main main terus" ucap Ayah sembari tersenyum.
__ADS_1
"Engga la Yah, Sebentar lagi kan Ferry juga Lulus. Kalau Ferry gak ngelanjutin bisnis Ayah, terus gimana mau ngidupin anak sama istri Ferry kelak" ucap Ferry sembari tersenyum menatap Bundanya. Dibalas senyuman manis oleh Bunda.
"Emang kamu udah ada calonnya Nak?" ucap Bunda sembari menatap Ferry.
"Belum Bun hehe, tapi secepatnya bakal dicari kok" ucap Ferry sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ngapain dicari kak! Indah kan ada, kayanya kakak cocok deh sama Indah" ucap Vila sembari tersenyum menatap kakaknya.
"Ah apaansi Loe, Loe aja tuh sama Denis kulkas berjalan" ucap Ferry sembari tertawa.
"Apaansi Loe! Amit amit deh, jangan sampe" ucap Vila sembari mengetuk jarinya kemeja.
"Hati hati loh, dari benci jadi cinta" ucap Ferry menggoda Vila.
"Apaansi bikin mood hilang aja deh bahas sikulkas berjalan" ucap Vila cemberut.
"Eh kenapa kalian jadi berantem? Udah Ferry kamu jangan gangguin adik Kamu mulu!" ucap Bunda menatap Ferry.
"Hehe iya Bunda, yaudah Ferry keatas dulu ya Bun, Yah. Selamat Malam" ucap Ferry sembari menatap kedua orang tua nya.
"Iya nak, Malam" ucap kedua orang tua nya.
"Vila juga keatas ya Bun, Yah. Selamat Malam" ucap Vila sembari mencium pipi kedua orang tua nya.
"Iya sayangg, Malam" ucap kedua orang tua nya sembari tersenyum.
-
-
-
__ADS_1