Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Museum Loevre


__ADS_3

Setelah sampai di Museum Loevre mereka langsung melihat barang bersejarah yang berada disana. Contoh nya Lukisan Loerna Da Vinci, termasuk Monalisa yang Melegenda.


"Wah" kagum. "Bagus bagus banget ya Nis" ucap Vila saat melihat lihat Lukisan tersebut. Denis yang melihat Vila senang, hati nya juga ikuta sangat senang.


"Iya Vil, nih ya Gue kasih tau ke Loe! Pada abad ke-12. Museum ini memiliki 460.000 objek dan memamerkan lebih 38.000 karya dari Zaman Prasejarah pada area seluas 72,735 meter persegi. Koleksi koleksi tersebut dibagi menjadi delapan Departemen Kurotarial yaitu: Egyptian Antiquities; Near Eastren Antiquities; Greek, Etruscan and Roman Antiquities; Islamic Art; Sculpture; Decorative Arts; Paintings; Prints and Drawing. Mantap kan Vil?" sahut Denis sembari menjelaskan.


"Iya Nis, mantap banget! Dua jempol nih untuk Museum Loevre" ucap Vila dengan mengacungkan kedua jempol nya dengan senyum bahagia. Denis yang melihat Vila tersenyum senang, Entah kenapa tiba tiba hati nya berdebar kuat.


"Gue bakal penuhin semua janji Gue ke orang tua Loe Vil! Gue bakal buat Loe selalu tersenyum kaya gini!" gumam Denis dalam hati sembari memperhatikan wajah Vila yang sangat bahagia itu.


"Entah kenapa Gue sangat nyaman berada dideket Loe Vil, bahkan Gue gak suka Loe berada didekat dicurut temen temen Loe itu. Gue bakal ungkapin secepatnya" gumam nya lagi sembari tersenyum. Vila yang melihat Denis senyum senyum sendiri langsung memanggilnya.


"Nis" panggil Vila. Namun, tidak dijawab oleh Denis karena sibuk bergelayut dalam pikiran nya.


"Denisss" panggil nya lagi agak keras. Dan itu sukses membuat Denis tersadar dari lamunan nya.


"Eh" kaget. "Ada apa Vil? Kok teriak teriak gitu?" ucap Denis bingung.


"Loe kenapa senyum senyum sendiri? Ntar kesambet loh" ucap Vila sembari terkikik.


"Iya hehe" tersenyum. 'Deg deg deg' jantung Vila terdegup kencang saat melihat Denis tersenyum manis.


"Eh Loe gak mau foto dulu? Kenangan gitu" ucap Denis sembari memperhatikan Lukisan lukisan tersebut.


"Eh iya iya, yaudah fotoin Gue dong! Ntar gantian Loe yang Gue fotoin" ucap Vila menatap Denis dengan tersenyum.


"Yaudah cepetan berdiri diLukisan nya" ucap Denis sembari mengeluarkan ponsel nya.


"Pake ponsel Gue aja Nis" ucap Vila sembari menyodorkan ponselnya.


"Udah gapapa! Pake ponsel Gue aja" ucap Denis dengan tersenyum.


"Denis akhir akhir ini aneh banget sih! Gak dingin kaya pas pertama nikah" gumam Vila dalam hati.

__ADS_1


"Vil jadi gak difotoin nya? Kok malah bengong sih" seru Denis saat melihat Vila melamun.


"Eh iya Nis, jadi kok" sahut Vila sembari berdiri disalah satu Lukisan. Dan Denis langsung memotret nya. Setelah 3 kali memotret, Vila langsung menyudahi nya dan menyuruh Denis untuk gantian.


"Udah Nis! Loe lagi" ucap Vila menghampiri Denis.


"Ah Gue gak suka foto Vil, Loe aja!" ucap Denis menolak.


"Ih kok gitu sih! Gue ngambek nih" ancam Vila sembari membelakangi Denis.


"Finee! Yaudah fotoin Gue! Tapi nanti kita foto bareng ya" ucap Denis menatap Vila.


"Semakin hari makin aneh aja ni orang" gumam Vila menatap aneh Denis.


"Loe kok natap Gue gitu sih? Ada yang aneh ya dimuka Gue?" tanya Denis sembari melihat wajah nya di kaca ponsel.


"Ah gak ada Nis! Yaudah cepetan sana! Biar Gue fotoin" ucap Vila sembari mempersiapkan ponselnya. Denis langsung berjalan kesalah satu Lukisan. Setelah 2 kali foto, Denis langsung menyudahi nya dan menghampiri Vila.


"Loh 1 lagi Nis, masih 2" ucap Vila menatap Denis.


"Udah cukup Vil, Gue gak hobby foto" ucap Denis menatap Vila dengan wajah imut nya.


"Fine Nis! Tapi siapa yang mau fotoin kita Nis?" tanya Vila menatap Denis.


"Inikan banyak orang Vil, tinggal minta tolong sama mereka aja! Sebentar ya" ucap Denis sembari menghampiri salah satu pengunjung disana.


"Excues Me sir" seru Denis saat menghampiri salah satu pengunjung.


"Yes sir" jawab pengunjung tersebut.


"Can i ask a favor? To take a picture of us both" ucap Denis sembari tersenyum.


"Of course sir! Go... " ucap pengunjung tersebut. Mereka langsung menghampiri Vila. Setelah selesai berfoto, mereka langsung mengucapkan terimakasih.

__ADS_1


"Nis cari makan yuk! Laper Gue" ajak Vila sembari memegang perut nya.


"Iya Vil! Gue juga udah laper nih, yaudah yuk kita cari makan! Ini juga udah masuk jam makan siang" sahut Denis sembari melirik jam dipergelangan tangan nya. Mereka langsung keluar dari Museum Loevre menuju Restaurant.


Setelah sampai di Restaurant Denis langsung memesan makanan seperti biasa. Tak butuh waktu lama, makanan yang mereka pesan telah tiba! Dan mereka langsung melahap nya. Setelah beberapa menit mereka telah selesai makan. Dan Vila pun bertanya.


"Nis Gue boleh nanya sesuatu gak?" ucap Vila sembari menatap Denis.


"Tanya aja Vil! Gue bakal jawab kok" ucap Denis sembari tersenyum.


"Loe kok aneh sekarang" ucap Vila. Denis yang mendengar itu langsung menyerngitkan kening nya.


"Aneh gimana maksud Loe?" ucap Denis bingung.


"Ya... Sikap Loe sekarang berubah! Yang dulu nya dingin sekarang hangat. Plis Loe jangan bersikap kaya gitu! Bersikap lah seperti Loe yang dulu! Gue gak mau nanti karena sikap Loe yang kaya gini, Gue jadi susah buat ngelupain Loe! Pas kita udah pisah nanti" ucap Vila dengan mengeluarkan air mata. "Sorry Gue gak nangis! Cuma kelilipan aja" ucap Vila sembari menghapus air mata nya.


"Maafin Gue Vil! Gue gak ada maksud buat nyakitin Loe! Gue gak tahu dengan perubahan sikap Gue terhadap Loe! Yang Gue rasain sekarang adalah Gue ingin selalu berada dideket Loe! Gue merasa nyaman saat dekat dengan Loe! Dan rasanya Gue ingin selalu bersama Loe sampai kapan pun! Plis jangan nangis! Gue gak suka lihat perempuan yang Gue cintai nangis" ucap Denis sembari memeluk Vila. "Maafin Gue! Atas sikap Gue selama ini! Gue janji sekarang Gue bakal jadi suami Loe seutuhnya. Dan untuk masalah Clara, semenjak Gue kenal Loe. Rasanya Gue udah lupa dengan yang namanya Clara Vil" ucap Denis sembari mengeratkan pelukannya. Vila pun membalasnya.


"Gue CINTA sama Loe Vil" ucap Denis semakin mengeratkan pelukannya.


"Gue juga CINTA sama Loe Nis, plis jangan pernah tinggalin Gue!" ucap Vila dengan tersedu sedu.


"Iya Vil, Gue janji gak akan pernah tinggalin Loe! Gue tarik semua kata kata dikesepakatan kita! Sekarang kita adalah pasangan suami istri yang saling mencintai" ucap Denis dengan mengecup kening Vila.


"Makasih Nis! Gue bener bener Cinta sama Loe" ucap Vila semakin mengeratkan pelukannya.


"Yaudah yuk pulang! Udah basah ni baju aku kena ingus kamu" ucap Denis bercanda.


"Iii apaansi! Merusak suasana deh" ucap Vila sembari melepaskan pelukannya dengan kesal. "Itu apalagi panggilan nya? Pake embel embel aku kamu, geli tahu dengernya" ucap Vila dengan tertawa.


"Eh gak boleh geli! Sekarang panggilan kita ya harus kaya gitu! Gak boleh pake Loe Gue lagi! Kalau masih dengan panggilan Loe Gue. Harus dihukum!" ucap Denis dengan mencubit pelan hidung Vila.


"Hehe iya, Gu eh aku bakal usahain" ucap Vila dengan tersenyum. "Yaudah pulan yuk! Aku udah capek banget nih" ucap Vila sembari beranjak dari duduk nya. Denis hanya tersenyum dan mengikuti langkah Vila.

__ADS_1


__ADS_2