
Setelah sampai didalam kamar hotel, Vila langsung membersihkan dirinya! dan mengganti pakaian nya dengan pakaian santai. begitu pula dengan Denis.
"Yank tidur yuk" ajak Denis dengan menatap Vila.
"Kamu duluan aja yank! aku masih mau packning baju kita, untuk pulang besok!" ucap Vila sembari menghampiri lemari pakaian mereka. "Ah aku kangen banget sama mereka" ucap nya lagi dengan tersenyum. Denis yang mendengar itu langsung menghampiri Vila.
"Iya sayang, pasti mereka juga kangen banget sama kamu" seru Denis dengan mengusap kepala Vila.
"Bukan aku aja yank! Kamu juga" sahut Vila dengan tersenyum manis, sembari memulai aktivitas nya dengan memasukkan pakaian mereka kedalam koper.
"Iya iya sayang" ucap Denis sembari tersenyum, dan mulai membantu Vila.
"Gausah sayang! Kamu tidur aja! Tadi kamu bilang ngantuk kan?" tanya Vila dengan menatap Denis.
"Sekarang udah gak ngantuk yank, setelah lihat kamu wajah istri aku yang cantik ini" ucap Denis tersenyum menatap Vila.
__ADS_1
"Duh bisa sekali kamu gombal ya? Ternyata dibalik sikap kamu yang dingin, kamu BUCIN juga ya" ucap Vila dengan tertawa.
"Aku Bucin nya kan cuma sama kamu sayang! Sama yang lain mah dingin. Seperti yang kamu bilang saat kita teetabrak dulu" ucap Denis mengingat kejadian waktu itu.
"Itu kamu yang jalan gak pake mata! Pake nyalahin aku segela lagi! Kan aku jadi kesal. Kamu bukannya minta maaf! Malah nyelonong pergi" ucap Vila dengan cemberut. "Tapi gapapa! Aku suka sikap hangat kamu untuk aku aja! Yang lain harus dingin! Paham?" ucap Vila menatap tajam Denis.
"Iya sayang! Itu so pasti lah" ucap Denis menatap Vila yang sibuk dengan lipatan nya.
"Ini apa yank? Kok masih dibungkus gini? Pake kertas kado lagi" tanya Denis saat melihat sebuah kado dilemari. Vila yang mendengar itu langsung menoleh dan menatap kado tersebut.
"Iya inget yank! Yaudah coba buka! Isinya apa?" sahut Denis menatap kado tersebut. Vila hanya mengangguk dan mulai membuka kado tersebut.
"Ya ampunn" pekik Vila saat melihat apa isi dari kado mereka.
"Isinya apa yank? Uler ya? Kok kamu teriak gitu" sahut Denis dengan menyerngitkan kening nya.
__ADS_1
"Uler pala mu! Suka ngaco ya kalau ngomong!" ucap Vila dengan menyembunyikan kado tersebut.
"Habisnya kamu pake teriak teriak segala! Loh kok disembunyiin yank? Hayo itu apa? Kasih tahu aku!" ucap Denis memcoba mengambil itu dari Vila.
"Gak ada apa apa yank! Udah tidur sana!" elak Vila wajahnya mulai memerah.
"Yaudah aku tidur" ucap Denis sembari berdiri. Saat itu Vila langsung mengusap dada nya yang berdebar karena malu.
"Hayo ini apa yank" ucap Denis secara tiba tiba balik badan dan mengambilnya dari tangan Vila. Ternyata isinya adalah Lingrie 3 macam.. "Buhahaha" tawa nya pecah. "Oh jadi ini yang kamu sembunyiin? Nanti malem pake ini ya yank! Kayanya cocok dibadan kamu" ucapnya dengan senyum nakal.
"Ih Denis sini balikin" ucap Vika dengan merampasnya dari tangan Denis. Dan wajahnya sudah merah seperti bak kepiting rebus. "Cocok cocok palamu itu! Bilang aja kamu yang ingin" ucap Vila dengan mendumel dan menyimpan kembali Lingrie tersebut.
"Jangan marah sayang! Gak boleh nolak suami loh! Dosa" ucap Denis dengan tertawa dan langsung berjalan kekasur.
"Dasar kaliannnnn! Bikin malu saja ihhh" gumam Vila dalam hati.
__ADS_1
Tak lama dia telah selesai dengan mempackning pakaian mereka. Hanya pakaian malam ini dan untuk besok pagi yang masih tersisa. Dan Vila langsung berjalan kekasur untuk menemani suami nya tidur. Denis yang merasa kasurnya goyang, dengan segera merapatkan tubuhnya dengan tubuh Vila. Dan mereka tidur saling berpelukan.