
Satu bulan berlalu.
Kini rumah tangga mereka makin hari makin romantis dan harmonis. Vila sedang berada dikampus nya, begitu pula dengan Denis sedang berada dikantor nya.
Kampus.
Drtt... Drtt... Drtt... Ponsel Vila berbunyi tertera nama "Suamiku" dengan segera Vila mengangkat nya dengan senyum yang sangat mekar.
"Hallo sayang, kenapa?" ucap Vila saat sudah mengangkat telpon 📞.
"Hallo sayang, kaya nya aku gabisa makan siang dirumah deh, soalnya aku masih banyak tugas yang belum selesai" kata Denis disebrang telpon sana 📞.
"Yaudah tidak apa apa sayang! Aku akan mengantarnya ke kantor mu" kata Vila 📞.
"Apa tidak apa apa sayang? Kalau tidak, tidak usah lagi sayang! Aku takut merepotkan mu! Aku akan menyuruh asistenku untuk membelikanku makan siang" ucap Denis 📞.
"Kamu ngomong apaansi! Aku ini istri kamu loh, sama sekali tidak merepotkan! Pokonya nanti aku datang ke kantor kamu! Jangan lupa bilangin kalau sepupu kamu cewek akan datang kesini untuk mengantarkan makan siang" kata Vila menjelaskan 📞.
"Sepupu? Maksud kamu aku bilang kamu sepupu aku gitu? Ah aku gamau! Kamu itu istri aku loh, sampai kapan kamu akan menyembunyikan status kita" kata Denis agak kesal 📞.
"Kita pasti akan mengungkapkan status kita, tapi nanti sayang! Aku tunggu waktu yang tepat! Yasudah aku tutup dulu, byee" ucap Vila langsung menutup telpon nya 📞.
"Ndah Loe ikut gue kerumah apa pulang?" tanya Vila saat sudah selesai jam kuliah nya.
"Kita ngumpul dulu yuk dicaffe biasa" sahut Lisa dengan menatap mereka.
"Tapi maaf Lis, gue gabisa! Soalnya gue harus masak makan siang buat Denis. Dia lagi banyak tugas dikantor! Maka nya gue mau antar ke kantor nya aja! Sekalian lihat lihat, gue kan setelah menikah sama Denis belum pernah tuh nginjak kantor nya" kata Vila menjelaskan dengan tersenyum manis.
"Loe gapapa balik sendiri Vil? Soalnya gue mau ngumpul bareng Lisa dan Luna. Atau Loe mau gue temenin juga?" kata Indah dengan menatap Vila.
"Tidak apa apa Ndah, Loe ikut mereka aja! Gue bisa sendiri kok. Nanti gue bakal nyusul ya" kata Vila dengan tersenyum. "Yaudah gue duluan ya, byee" pamit Vila.
Sesampainya dirumah.
Vila langsung berkutat dengan masakan nya, setelah 20 menit lama nya, Vila telah selesai masak makanan kesukaan Denis. Dan langsung kembali ke kamar untuk membersihkan dirinya.
Kantor Denis Wijaya.
Setelah Denis selesai teleponan dengan sang istri tercinta, ia langsung memberitahu sekretarisnya seperti yang dikatakan Vila tadi. Setelah itu dia berdiri dijendela Ruangan nya sambil berfikir. "Sampai kapan loe bakal nyembunyiin status kita Vil, apa loe gamau status kita diketahui semua orang" gumam Denis sembari menatap keluar jendela.
Saat asik asik melamun, tiba tiba pintu terbuka. Denis mengira itu adalah istri nya, sambil berkata.
"Kamu sudah datang sayang?" tanya Denis. Namun, saat ia menoleh betapa terkejutnya dia melihat kedatangan seorang wanita cantik dan sexsi didepan nya. Ternyata dia adalah Clara, mantan Denis yang sangat sulit ia lupakan. Namun, saat Vila sudah hadir didalam hidup nya, Denis sudah bisa melupakan nya.
"Iya sayang, aku sudah datang! Aku sangat merindukanmu" kata Clara langsung menghambur kepelukan Denis. Namun, Denis diam terdiam seribu bahasa.
Namun, sangat disayang kan. Ternyata Vila sudah berada tepat didepan pintu dan melihat semua adegan dan perkataan mereka. Denis yang melihat Vila didepan pintu, langsung mendorong tubuh Clara hingga Clara tersungkur kebelakang.
Vila langsung menjatuhkan makanan nya dan berlari keluar kantor dengan air mata yang membanjiri wajah cantik nya.
"Aww" pekik Clara saat Denis mendorong tubuh nya, terasa sakit dibokong nya. "Kamu kenapa dorong aku? Aku kan sangat merindukan kamu" lagi lagi Clara ingin memeluk Denis. Dengan cepat Denis menepis tangan Clara.
"Stopp! Nyentuh gue! Kita udah gak ada hubungan apa apa lagi! Jangan pernah gangguin hidup gue lagi!" perintah Denis dingin. "Sekarang loe keluar dari ruangan gue! Atau loe mau gue panggilin satpam?" ucap Denis dengan membelakangi Clara.
__ADS_1
"Tapi... " ucapan Clara terpotong.
"KELUAR!!!" titah Denis penuh amarah. Clara langsung menghentakkan kaki nya dengan kesal, sembari berjalan keluar ruangan Denis.
Denis langsung buru buru mengambil telpon nya dan menelpon Vila berkali kali, namun tetap saja Vila tidak mengangkat nya. Denis langsung panik dan berjalan keluar ruangan untuk mencari Vila.
Didalam mobil Vila.
"Brengsek loe Nis, gue udah seutuh nya percaya sama loe! Tapi apa sekarang? Loe malah khianatin kepercayaan gue!" ucap Vila dengan penuh amarah, air mata nya pun tak henti henti nya menangis.
"Ya allah, apa yang aku takutkan kini telab terjadi, setelah Clara tiba dia pasti bakal kembali lagi kedalam pelukan nya" ucap Vila frustasi.
Saat sedang menyetir, tiba tiba ponsel nya berbunyi tertera nama "Indah" dengan segera ia mengangkat nya.
"Hallo Ndah, kenapa?" tanya Vila dengan suara serak, saat sudah mengangkat telpon 📞.
"Hallo Vil, loe dimana? Kita udah nungguin nih dari tadi, loe jadi dateng gak?" tanya Indah balik disebrang telpon 📞.
"Ah iya jadi Ndah, gue lagi otw kesana kok, loe tunggin aja" pinta Vila langsung menutup telponnya 📞.
Beberapa saat kemudian, Vila telah sampai dicaffe biasa. Namun, ia terlebih dahulu ke kamar mandi, untuk membersihkan sisa sisa air mata nya.
"Sorry guys gue telat" kata Vila menghampiri mereka.
"Ah gapapa Vil, kita juga paham kok sama yang udah suami istri" ledek Lisa dengan tersenyum. Vila hanya membalas dengan senyum tipis.
"Mata loe kenapa Vil? Kok merah gitu?" tanya Indah dengan menatap Vila penuh selidik.
"Ah ini, iya tadi gue kelilipan" bohong Vila dengan tersenyum. Indah yang masih belum percaya hanya bisa mengiyakan nya.
"Apa ada yang ingin menyumbangkan suara nya" tanya seorang pria yang ada diatas panggung.
"Vil ayo loe nyanyi! Kita udah lama juga gak denger suara loe" ujar Luna menatap Vila dengan tersenyum manis.
"Iya Vil, loe nyanyi ya" ujar Lisa dengan tersenyum.
"Gak ah, gue lagi badmood" kata Vila dengan malas.
"Ayolah Vil! Sekali doang" pinta Luna dengan wajah memelas.
"Huftt.... Yaudah deh" ucap Vila sembari berjalan keatas panggung.
'Mungkin dengan bernyanyi gue bisa melampiaskan suasana hati gue' gumam Vila dalam hati. Pria disana langsung memetik gitarnya dengan lagu yang diminta oleh Vila.
Semua pengunjung disana langsung bersorak sorak sembari bertepuk tangan.
KAU TARIK ULUR PERASAANKU.
Mungkin ini saatnya
Kini kita sudahi semua
Walau berat hatiku
__ADS_1
Untuk melepasmu
Dan bila esok hari hariku
Tak seindah kemarin
Akan ku biasakan
Walau tanpa dirimu
Saat kita tak bisa lagi
Untuk bersama
Kucoba tuk terima
Perlahan rasa sakitnya
Kini semua harus
Ku jalani tanpamu
Sendiri ku hadapi
Sekuat hati ini
Kau tarik ulur perasaan
Tulusku kepadamu
Disaat ku benar benar
Mencintai dirimu
Cukup mungkin ini
Tak bisa lagi
Aku terima
Semua sifat egomu
Yang tak bisa aku pahami.
Sanking Vila menghayati lagu nya, Vila sampai mengeluarkan air mata. Dan langsung turun kebawah, setelah mengucapkan terimakasih.
Lagi lagi pengunjung disana bersorak sorak dan bertepuk tangan, merasa kagum dengan suara merdu Vila.
Vila langsung menghampiri para sahabatnya. Namun, tiba tiba kepala nya terasa Pusing dan langsung ambruk.
Indah langsung panik, dan meminta bantuan orang untuk mengangkat nya kedalam mobil, untuk segera dibawa kerumah sakit.
Like, Comment, Vote guys...
__ADS_1
Jangan lupa juga favoritekan! Supaya kalian dapat notifikasi dari ceritaku. Seeyou and byee :')