
Setelah itu Denis langsung melajukan mobilnya. Suasana masih sama seperti biasa, tanpa ada yang bersuara. Tapi tiba tiba Denis membuka suara.
"Kita makan siang dulu!" ucap Denis tanpa menoleh.
"Gue gak laper" ucap Vila sembari menatap keluar jendela. Denis tidak mengubris kata kata Vila, dia tetap menjalankan mobilnya menuju Restaurant. Tak beberapa lama mobil Denis berhenti disalah satu Restaurant terbesar.
"Gue bilang Gue gak laper! Kenapa Loe tetap bawa Gue kesini? Gue mau pulang!" ucap Vila kesal dengan Denis yang bertindak sesuka hatinya.
"Tapi Gue laper! Dan Loe harus temenin Gue makan!" ucap Denis sembari keluar dari mobil. Tapi Vila tetap tidak beranjak dari duduknya.
"Loe mau keluar sendiri apa harus Gue seret?" tanya Denis dingin sembari menatap Vila tajam. Dengan kesal Vila langsung turun dan mengikuti langkah Denis.
"Loe mau pesen apa?" tanya Denis sembari menatap Vila. Namun, Vila hanya diam sembari fokus menatap layar ponselnya.
Denis hanya diam dan langsung memesan makanan. Tak beberapa lama pesanan mereka pun datang, Denis langsung memakan makanan nya. Vila tergiur melihat apa yang dipesan oleh Denis.
"Gue makan ini cuma terpaksa ya, ingat CUMA TERPAKSA!" ucap Vila penuh penekanan dan langsung melahap makanannya. Denis hanya diam dan sesekali tersenyum. Setelah selesai makan mereka langsung memilih untuk pulang.
__ADS_1
Setelah sampai didepan rumah Vila, Vila langsung turun tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Denis hanya diam sembari turun dari mobil.
"Assalamu'alaikum Bunda" ucap Vila saat masuk kedalam rumah. Dan diikuti oleh Denis.
"Wa'alaikumsalam sayang... Kalian sudah pulang? Sini duduk nak" ucap Bunda sembari tersenyum dan mempersilahkan calon pasutri itu untuk duduk.
"Vila capek Bun, mau langsung istirahat aja" ucap Vila sembari menaiki tangga tanpa pamit ke Denis.
"Duh maafin anak Tante ya, dia memang begitu. Tapi aslinya dia baik dan sopan kok" ucap Bunda merasa tak enak dengan sikap Vila.
"Tadi gimana? Sudah jadi memesan cincin nya nak?" tanya Bunda sembari menatap Denis.
"Sudah kok Tant, malah Vila tadi yang pilihin cincinnya. Pilihan Vila sangat bagus Tant" ucap Denis sembari tersenyum.
"Ah syukurlah kalau gitu nak" ucap Bunda merasa lega. "Nak Bunda harap kamu bisa menyayangi Vila dengan setulus hati kamu, Bunda juga berharap semoga kamu bisa merubah sifat dia yang seperti itu nak" ucap Bunda sembari menatap Denis.
"Insya Allah Tant, Denis pasti akan menyayangi Vila setulus hati Denis" ucap Denis sembari menatap Bunda.
__ADS_1
"Ah iya Bunda sampai lupa, kalian besok datang ke Boutique langganan Bunda sama Mami kamu, untuk memilih gaun pengantin kalian" ucap Bunda menatap Denis.
"Iya Tant, besok Denis sama Vila pasti datang kok" ucap Denis menatap Bunda. "Yasudah kalau gitu, Denis langsung pamit ya Bun. Soalnya Denis harus menyelesaikan urusan kantor sebelum mengajukan cuty Bun" ucap Denis sembari beranjak dari duduknya.
"Iya sayang kamu hati hati ya" ucap Bunda menatap Denis dengan tersenyum.
"Iya Bunda, Assalamu'alaikum" ucap Denis Sambil mencium punggung tangan Bunda.
"Wa'alaikumsalam sayang" ucap Bunda sambil mengusap kepala Denis.
Denis segera melajukan mobilnya menuju kantor. Setelah menempuh perjalanan ± 20 menit Denis telah sampai dikantor.
-
-
-
__ADS_1