Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Berangkat bersama


__ADS_3

Dalam Mobil Denis.


"Loe kenapa tiba tiba jemput Gue? Mau caper ya! Biar dipuji sama Ayah dan Bunda?" ucap Vila dengan kesal sembari memperhatikan luar jendela.


Namun, Denis hanya diam dan fokus menyetir. Tanpa mengubris tuduhan Vila.


"Eh Gue nanya ****! Loe bisu ya! ucap Vila semakin kesal karena pertanyaannya diacuhkan oleh Denis. Namun, Denis tetap hanya diam.


'Dasar kulkas berjalan, Kenapa juga Gue mesti dijodohin sama dia' gumam Vila dalam hati dengan menjerit kesal. Mengapa nasib percintaannya jadi begini.


"Tulis nomer Loe" ucap Denis sembari menyodorkan ponselnya tanpa melihat kearah Vila. Vila hanya diam sembari menatap ponsel Denis.


"Tulis nomer Loe!" ucap Denis lagi. Masih dengan posisi yang sama.


"Buat apa? Gak mau Gue!" ucap Vila sembari membuang muka kearah jendela.


"Nanti kita hanya memesan cincin! Gue bakal jemput Loe nanti. Loe tinggal hubungi Gue aja!" sahut Denis dengan santai.


"Alah modus Loe! Bilang aja Loe udah mulai tertarik sama Gue. Pakai segala bawa bawa cincin lagi" ucap Vila dengan PD nya.


"Terserah" ucap Denis sembari menjatuhkan ponselnya dipangkuan Vila. Vila tersontak kaget dan melihat ponsel Denis sudah berada dipangkuannya.


"Apaansi Loe! Main jatuh jatuhin aja. Kaget Gue ****" ucap Vila sembari memegang ponsel Denis. Denis hanya diam saja.


'Ah mending Gue ikutin aja deh apa kata sikulkas. Ntar yang ada malah Gue yang diomelin sama Bunda' gumam nya dalam hati sembari menuliskan nomernya diponsel Denis.

__ADS_1


"Turun!" perintah Denis saat sudah sampai didepan gerbang kampus. Vila yang kaget langsung keluar! Dan melemparkan ponsel Denis ke pangkuan Denis. Denis langsung mengambilnya dan berlalu meninggalkan kampus.


"Ah sial banget Gue kalau sampai jadi istri dia" gerutu Vila sambil berjalan dikoridor kampus. Tiba tiba Vila tidak sengaja menabrak seseorang. Brughh...


"Awww" pekik Vila saat tertabrak dengan seseorang dan terjatuh.


"Eh sorry sorry... Gue gak sengaja" ucap pria tersebut dan membantu Vila berdiri.


"Iya gapapa, salah Gue juga gak lihat lihat jalan" ucap Vila sambil membersihkan bajunya.


"Btw kenalin Gue Ricko Rahardi" ucap Ricko sembari menjulurkan tangannya.


"Ah iya Gue Vila" ucap Vila singkat sembari membalas jabatan tangan Ricko. "Yaudah Gue duluan ya! Masih ada kelas soalnya" ucap Vila tersenyum sembari berlalu meninggalkan Ricko.


"Dosennya udah dateng belum?" tanya Vila saat sudah masuk kedalam kelasnya.


"Loe kenapa sih Vil? Gak biasanya Loe kaya gini" sahut Lisa sambil menatap Vila aneh.


"Gue gapapa kok, tadi ada masalah sedikit" ucap Vila berbohong.


"Masalah apa? Coba dong Loe cerita ke kita" ucap Luna sembari menatap Vila.


"Udah lah Lis, Lun itu Dosen lagi jalan kesini tuh" ucap Indah sembari menatap Dosen yang sedang berjalan kearah kelas mereka. Indah tahu apa permasalah sahabatnya itu, pasti dia frustasi gara gara perihal perjodohan dengan kakaknya.


Dosen masuk kedalam kelas. Setelah Dosen selesai memberikan materi, kelas pun telah usai. Mereka langsung berjalan keluar kelas. Saat sampai didepan kelas Vila bertemu lagi dengan Ricko.

__ADS_1


"Hai Vil, kita ketemu lagi" sapa Ricko sembari tersenyum kearah Vila.


"Eh Hai Ric" ucap Vila singkat.


"Loe mau balik Vil? Biar Gue anterin aja gimana?" tawar Ricko menatap Vila dengan tersenyum manis.


"Ah gak usah Ric, Gue masih ada urusan soalnya" tolak Vila.


"Oh yaudah kalau gitu, tapi lain kali boleh ya Gue anterin Loe" ucap Ricko menatap Vila. Vila hanya mengangguk sembari tersenyum. "Kita duluan ya" ucap Vila lagi sembari tersenyum. Ricko hanya mengangguk sembari tersenyum.


"Guys kalian duluan aja! Soalnya Gue masih ada urusan" ucap Vila sembari menatap para sahabatnya.


"Gapapa Vil kita temenin Loe aja" ucap Lisa sembari tersenyum.


"Udah lah Lis, kita pulang aja. Vila masih ada urusan" ucap Indah sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Vila.


"Kalian kaya nyembunyiin sesuatu deh" tanya Luna curiga melihat geram gerik Vila dan Indah.


"Ah perasaan Loe aja kali Lun, yaudah kita duluan ya Vil" ucap Indah sembari menarik tangan Lisa dan Luna. Vila hanya tersenyum sambil melambai lambaikan tangannya.


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2