Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Kantor Alexander Group


__ADS_3

Kediaman Wijaya.


Setelah makan malam, mereka berkumpul diruang keluarga melepas penat, sembari tertawa bersama.


"Denis Kamu bentar lagi wisuda bukan?" ucap Papi sembari menatap Denis.


"Iya, kenapa Pi?" ucap Denis sembari menatap Papinya.


"Apa Kamu sudah siap untuk terjun kedunia bisnis?" ucap Papi sembari menatap Denis serius.


"Sudah Pi, Denis kapan pun Papi suruh Denis bakal langsung turun" ucap Denis sembari menatap Papinya.


"Apa Kamu sudah mempunyai kekasih Nak?" ucap Ayah sembari menatap Denis.


"Kenapa Papi bertanya seperti itu?" tanya Denis bingung sembari menyerngitkan kening nya.


"Karena kamu sudah hampir wisuda nak, apa kamu tidak ingin mencari calon istri?" ucap Papi menatap Denis.


"Denis belum ada berfikiran seperti itu Pi, nanti bakal ada waktunya Pi" ucap Denis menatap Papinya.


"Yasudah terserah Kamu saja nak" ucap Papi. "Papi kekamar dulu ya! Soalnya masih ada berkas yang belum Papi lihat" ucap Papi sembari beranjak dari duduknya. Mereka hanya mengangguk sembari tersenyum.


"Yasudah Mami juga kekamar dulu ya nak! Kalian jangan lama lama tidurnya" ucap Mami sembari mencium pucuk kepala Putra & Putrinya. Lalu berjalan meninggalkan mereka. Mereka hanya membalas dengan anggukan kepala sembari tersenyum.


"Eh Kak, Loe tadi kenapa sih sama Vila?" tanya Vila menatap Kakaknya.


"Kepo! Udah ah Gue mau tidur!" ucap Denis sembari meninggalkan Indah sendirian diruang keluarga. Indah langsung menggerutu kesal sembari berjalan kekamarnya.


***


Pagi hari Pukul 07:15.

__ADS_1


Kediaman Alexander.


Mereka sekarang tengah berada dimeja makan. Setelah selesai sarapan, Ayah & Ferry segera berangkat kekantor.


"Yasudah Bun, Nak Ayah sama Ferry berangkat kekantornya dulu ya" ucap Ayah sembari mencium kening istrinya. Dibalas dengan mencium punggung tangan suaminya.


"Iya Ayah sama Ferry hati hati ya" ucap Bunda.


"Iya Yah hati hati ya" ucap Vila sembari mencium punggung tangan Ayahnya.


"Bun Ferry berangkat dulu ya" ucap Ferry sembari mencium punggung tangan Bundanya.


"Iya sayang hati hati ya" ucap Bunda sembari tersenyum. Mereka hanya mengangguk sembari meninggalkan rumah.


"Vila juga langsung berangkat ya Bun" ucap Vila sembari mencium punggung tangan Bundanya.


"Iya sayang, kamu juga hati hati ya Nak" ucap Bunda sembari mengelus pelan kepala Putrinya.


***


Kediaman Wijaya.


***


Kampus.


Setelah selesai dengan materi yang diberikan oleh Dosennya. Mereka pun keluar dari Kampus menuju Caffe.


"Eh sebentar lagi kita ngadain acara untuk Wisuda kakak kelas kan?" ucap Lisa saat sudah berada dicaffe.


"Iya, memang kenapa Lis?" ucap Luna sembari menatap Lisa.

__ADS_1


"Kita tampil yuk! Nyanyi gitu" ucap Lisa sembari tersenyum.


"Boleh juga tuh" ucap Indah semangat. "Gimana Vil? Loe mau ikutkan?" ucap Indah sembari menatap Vila.


"Ah Gue males Tampil Ndah, kalian aja" ucap Vila sembari meminum jusnya.


"Ah Vila gak asik nih! Padahalkan suara Loe yang paling bagus diantara kita" ucap Lisa menatap Vila.


"Tau nih, apa Loe masih marah sama kakak Gue Vil? Masalah kemarin ya?" ucap Indah merasa tidak enak.


"Ih apaansi Ndah, yaudah Gue ikut" ucap Vila pasrah.


"Nah gitu dong" ucap mereka sembari tersenyum.


"Yaudah kita balik yuk" ajak Vila sembari beranjak dari duduknya. Dan diikuti oleh mereka.


***


Kantor Edy Alexander Group.


Setelah Ferry diperkenalkan sebagai pewaris anak laki lakinya. Kini Ferry telah Resmi meluncur dalam Dunia bisnis. Bahkan Ferry sudah mempunyai Ruangan sendiri. Setelah selesai urusan dikantor Ferry langsung pamit untuk kembali kekampusnya.


"Yah Ferry kekampus dulu ya, nanti setelah dari kampus Ferry langsung kesini" ucap Ferry sembari menatap Ayahnya.


"Iya nak! Kamu fokusin dulu beresin skripsi kamu, sebentar lagi kan kamu mau wisuda" ucap Ayah sembari tersenyum menatap Anaknya.


"Ayah tenang aja! Ferry gak bakal ngecewain Ayah sama Bunda kok" ucap Ferry tersenyum. "Yaudah Ferry berangkat ya Yah" ucap Ferry sembari mencium punggung tangan Ayahnya.


"Iya nak! Kamu hati hati" ucap Ayah sembari tersenyum. Ferry hanya mengangguk dan berlalu keluar kantor.


-

__ADS_1


-


-


__ADS_2