
Setelah selesai makan malam bersama, mereka langsung bersantai diruang keluarga. Vila langsung membuatkan teh dan camilan keruang keluarga.
"Aduh sayang, kamu tidak perlu repot repot kaya gini! Bini kan ada" kata Mami tersenyum menatap menantu nya.
"Tidak apa apa Mi, tadi kan Vila tidak ikut masak bersama Mami dan Bibi. Sekarang biar Vila saja Mi" kata Vila sambil menaruh minuman dan teh tersebut. Setelah meletakkan itu, Vila ingin mengantar nampan tersebut kedapur kembali.
"Mau kemana sayang?" tanya Mami menatap Vila.
"Mau kedapur Mi, naruh nampan ini Mi" jawab Vila dengan tersenyum.
"Tidak usah sayang! Kamu duduk saja disini, temani suami kamu" perintah Mami menatap Vila.
"Tapi Mi... " ucapan Vila terpotong.
"Tidak ada tapi tapian sayang, ayo duduk" perintah Denis dengan menatap Vila. Vila hanya pasrah dan langsung duduk disamping Vila.
"Pi, Mi kita mau ngomong sesuatu" ujar Denis menatap orang tua nya.
"Kalian mau ngomongin apa nak?" tanya Mami bingung menatap Denis. Indah dan Papi hanya mendengar saja.
"Kita ada rencana besok lusa akan pindah kerumah baru Mi" jawab Denis menatap mereka secara bergantian.
"Kenapa harus pindah sayang, disini saja! Toh rumah kita kan besar" pinta Mami menatap Denis dan Vila secara bergantian.
"Bukan seperti itu Mi, kita cuma mau belajar mandiri saja Mi" kata Denis meyakinkan.
"Tapi sayang, tidak perlu pindah rumah" kata Mami sendu.
"Iya kak, kenapa harus pindah? Baru aja aku punya temen dirumah. Eh malah udah mau dibawa aja" kata Indah dengan cemberut.
__ADS_1
"Sudah sudah, jika itu yang kalian mau! Tidak apa apa nak" ujar Papi dengan tersenyum.
"Papi kenapa bilang seperti itu? Nanti mantu Mami tidak ada teman saat Denis berangkat ke kantor. Tidak usah pindah ya sayang" pinta Mami dengan memelas.
"Gapapa Mi, Vila bisa ditemani sama Indah saat sudah pulang kuliah, atau Vila main kesini sebelum Denis pulang" ujar Vila dengan tersenyum.
"Setujuuu" kata Indah dengan semangat.
"Haa~" menghela nafas. "Yasudah sayang, kalau memang itu pilihan kalian. Mami hanya bisa mendukung keputusan kalian" kata Mami dengan pasrah.
"Yasudah ayo kita tidur, besok kita harus kembali ke aktifitas kita masing masing. Selamat malam all" ucap Papi sembari beranjak dari duduk nya. mereka pun kembali ke kamar masing masing.
***
Kamar.
Kini mereka sedang berbaring diatas kasur mereka, dan Vila sudah memejamkan mata nya sambil menenggelamkan wajahnya di dada Denis. Namun, ia belum sepenuhnya tidur.
"Hmm" dehem Vila. Namun, tidak membuka mata nya.
"Aku mau nanya nih" ujar Denis mengusap rambut Vila.
"Nanya apa?" jawab Vila dengan mendongakkan wajahnya menatap Denis.
"Apa kamu belum ingin kita buat acara resepsi pernikahan kita, dan diumumin dipublic?" kata Denis menatap Vila.
"Gausah dulu yank! Aku belum mau jadi bahan omongan wartawan" jawab Vila dengan tersenyum.
"Yaudah deh, ayo tidur" perintah Denis. Vila langsung menenggelamkan kembali wajahnya didada Denis. Tak butuh waktu lama mereka telah masuk kealam mimpi masing masing.
__ADS_1
***
Pagi hari. Pukul 06:22.
Vila bangun dan langsung beranjak ke kamar mandi. Setelah selesai dengan ritual mandi nya, dia pun memakai pakaian santai. Karena dia ingin memasak terlebih dahulu.
"Selamat pagi Mami" sapa Vila menghampiri Mami yang sibuk memasak didapur.
"Pagi sayang, kamu sudah bangun?" jawab Mami dengan tersenyum manis.
"Iya Mi, Vila mau masak sarapan untuk kita" kata Vila dengan tersenyum manis.
"Memang kamu mau masak apa sayang?" tanya Mami menatap Vila.
"Kalau pagi, kaya nya Vila masak nasi goreng aja gimana Mi" jawab Vila dengan tersenyum manis.
"Boleh dong sayang, yasudah kamu saja yang masak ya! Mami akan membangunkan Papi dulu" kata Mami sembari beranjak dari dapur. Vila hanya mengangguk dan tersenyum.
Setelah Vila selesai memasak, Vila langsung ingin menghidangkan nya dimeja makan.
"Biar bibi saja non! Non bangunkan aden Denis saja" pinta bibi merasa tidak enak karena pekerjaan nya dikerjakan oleh Vila.
"Baiklah! Terimakasih bi" kata Vila dengan tersenyum manis dan langsung melepaskan celemek yang ada ditubuhnya.
"Non Vila memang sangat baik! Beruntung sekali den Denis mempunyai istri seperti non Vila. Sudah cantik, baik, sopan, rajin pula. Duh jarang jarang ada perempuan seperti itu" gumam bibi mengagumi Vila.
***
Meja makan.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, Papi langsung pamit ke kantor. Begitu pula dengan Denis, Denis mengantarkan Vila ke kampus. Sedangkan Indah berangkat menggunakan mobilnya sendiri.