Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Membicarakan


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa menit. Vila telah tiba didepan rumah Denis.


"Assalamu'alaikum" ucap Vila sembari mengetuk pintu.


Bibi yang mendengar suara ketukan pintu dari luar. Dengan segera berjalan cepat ingin membuka pintu! Namun, saat melewati ruang tengah. Mami segera menghentikannya.


"Udah Bi biar saya saja" ucap Mami sembari beranjak dari duduknya.


"Baik Buk" ucap Bibi sembari berjalan kembali kearah dapur.


"Wa'alaikumsalam sayang" ucap Mami sembari membuka pintu.


"Eh Tante" ucap Vila sembari mencium punggung tangan Mami.


"Mami sayang... Bukan Tante! Sekarang kamu juga adalah anak Mami. Yaudah yuk masuk nak! Suami kamu sudah ada didalam" ucap Mami sembari tersenyum.


"Iya Mi" ucap Vila sembari tersenyum dan masuk kedalam rumah.


"Kamu habis dari mana sayang? Kok gak barengan sama suami kamu" ucap Mami sembari tersenyum menatap Vila.


'Duh Gue harus jawab apanih' gumam Vila dalam hati.


"Sayang... Kok kamu begong" ucap Mami membuyarkan lamunan Vila.


"Ah iya Ta eh Mi. Vila habis dari bengkel Mi ah iya dari bengkel" ucap Vila gugup.

__ADS_1


"Bengkel?" tanya Mami sembari menyerngitkan keningnya.


"Sudah lah Mi! Mungkin Vila habis men-service mobilnya. Iya kan sayang" ucap Denis sembari memeluk pinggang Vila erat. Vila hanya mengangguk cepat.


"Baik lah sayang... Mami ingin membicarakan sesuatu kepada kalian" ucap Mami sembari tersenyum.


"Mau bicara apa Mi?" ucap Vila menatap Mami. Posisinya yang masih dipeluk oleh Denis.


"Gini sayang, Mami sama Papi ngasih kado pernikahan kalian tiket honymoond keparis. Gapapa kan sayang" ucap Mami menatap mereka dengan tersenyum senang.


"Tentu Mam! Itu adalah kado yang sangat bagus. Iya kan sayang" ucap Denis sembari menatap Vila. Vila yang mendengar itu langsung kaget dan memolotkan matanya.


"Bagaimana sayang?" ucap Mami menatap Vila.


"Ah iya Mi, tapi apa perlu honymoond Mi? Kita kan bisa dirumah aja honymoond nya. Gak perlu sampe keparis" ucap Vila sembari menatap Mami.


"Ah engga Mi, bukan itu maksud Vila! Maksud Vila cuma biar gak sayang duit aja" ucap Vila beralasan.


"Yaudah deh kalau kamu keberatan. Mami bakal buang tiketnya" ucap Mami sembari beranjak dari duduknya.


"Vila gak keberatan kok Mi, kapan kita akan berangkat Mi?" tanya Vila dengan terpaksa.


"Besok sayang... Besok kalian akan berangkat" ucap Mami memeluk Vila dengan semangat.


"Baiklah Mi, besok kami akan berangkat ke Paris" ucap Vila tersenyum paksa.

__ADS_1


"Kalian kapan pindah kesini nak?" tanya Mami sembari menatap mereka secara bergantian.


"Nanti malam kita bakal pindah kesini kok Mi" ucap Vila tersenyum paksa.


"Beneran sayang? Bagus lah kalau gitu" ucap Mami tersenyum senang. "Yaudah kalau kita Mami kekamar dulu ya nak" ucap Mami sembari tersenyum dan beranjak dari duduknya. Mereka hanya mengangguk dan tersenyum.


"Loe kenapa gak protes sih! Waktu Mami suruh kita buat Honymoond" ucap Vila sembari menatap Denis kesal.


"Kan udah Gue bilang! Bersandiwara didepan orang tua kita" ucap Denis dingin.


"Tapi... " ucapan Vila terpotong karena Denis sudah memotong ucapannya.


"Udah lah Vil! Percuma juga ngebantah. Nanti yang ada Mami bakal kecewa" ucap Denis sembari beranjak dari duduknya.


"Loe mau kemana?" tanya Vila saat melihat Denis berdiri.


"Kamar!" ucap Denis dan berlalu meninggalkan Vila.


"Duh Gue harus kemana nih? Masa kekamar dia juga. Bosen banget Gue gak kuliah" gumam Vila sembari menyenderkan badannya disofa.


"Indah juga masih dikampus! Pasti jam segini Dosen masih memberikan materi" gumam Vila lagi. "Yaudahlah dari pada kaya orang bodoh disini sendirian! Mending Gue kekamar sikulkas" ucap Vila sembari berjalan kearah kamar Denis.


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2