Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Kediaman Alexander


__ADS_3

Malam Hari. Pukul 07:00 Wib.


Dikediaman Keluarga Alexander, setelah berbicara dengan istrinya. Pak Edy pun akan membicarakan hal ini setelah makan malam.


Vila yang sedang tidur terganggu dengan suara ketukan Pintu dari Luar Kamar. Dengan segera dia bangkit dan membukakan Pintunya.


"Kenapa Bun? Hoamm" ucap Vila saat sudah membuka Pintu sembari menguap.


"Ayo turun sayang! Kita Makan Malam dulu! Papa sama kakak kamu udah Nungguin dibawah" ucap Bunda sembari menatap Putrinya.


"Iya Bun, Vila cuci muka sebentar ya! Bunda duluan aja" ucap Vila sembari menatap Bundanya. Bunda hanya mengiyakan permintaannya dan berlalu meninggalkan Kamar Putrinya. Setelah itu Vila langsung menuju keKamar Mandi. Tak beberapa menit Vila langsung turun kebawah.


"Malam Yah, Bun, Kak" ucap Vila sembari tersenyum.


"Malam sayang! Sini duduk kita Makan dulu" ucap Ayah sembari tersenyum.


"Iya Nak, ayo duduk" ucap Bunda sembari tersenyum. Ferry hanya membalas nya dengan senyuman saja.


Beberapa menit kemudian Mereka pun telah selesai Makan! Mereka pun menuju ruang keluarga! Untuk berkumpul sambil bercanda canda. Setelah itu Ayah langsung berbicara serius.


"Vila Ayah ingin bicara serius dengan kamu" ucap Ayah sembari menatap Vila serius.


"Bicara saja Yah, Vila pasti dengerin Ayah kok" ucap Vila sembari tersenyum kearah Ayahnya.


"Apa kamu sayang sama Ayah nak?" ucap Ayah sembari menatap Vila.

__ADS_1


"Pertanyaan macam apa itu Ayah? Tentu saja Vila sangat sayang pada Ayah dan Bunda" ucap Vila bingung.


"Apa kamu mau turutin apa kata Ayah nak?" ucap Ayah sembari menatap Vila lekat lekat.


"Tentu saja Ayah! Memang Ayah ingin aku ngapain? Pasti bakal aku lakuin" ucap Vila sembari tersenyum.


"Kamu janji?" ucap Ayah.


"Kenapa harus pakai janji segala Ayah? Ayah ini aneh aneh saja" ucap Vila semakin bingung. Tak biasanya Ayahnya seperti ini.


"Berarti kamu tidak ingin menuruti apa kata Ayah" ucap Ayah berpura pura sedih.


"Haa~" menghela nafas. "Baiklah Ayah Vila berjanji akan menuruti apa kata Ayah. Jadi apa yang Ayah ingin kan dari Vila?" ucap Vila sembari menatap Ayahnya.


Jdarrrrr.... Bagai disambar petit disiang bolong Vila mendengar itu.


"Apaaa? Aku tidak mau Ayah! Kenapa Ayah menjodohkan ku secara tiba tiba begini? Tanpa meminta persetujuan dariku?" ucap Vila terbata bata sembari mengeluarkan air mata.


"Ayah tidak mau tau! Ayah tidak mungkin menjodohkan kamu dengan orang yang tidak baik nak! Percaya lah suatu saat kamu pasti bakal berterimakasih kepada Ayah. Dan pernikahan kalian diadakan setelah kakak kamu Wisuda nanti" ucap Ayah sembari beranjak dari duduknya.


"Bunda... Hiks hiks hiks, kenapa Ayah seperti itu? Aku bahkan tidak tahu bagaimana wajah calon suamiku" ucap Vila menangis dipelukan Bundanya.


"Ayah benar nak! Kamu pasti bahagia bersama anak dari sahabat Bunda itu!" ucap Bunda sembari mengelus kepala Vila.


"Kenapa Vila yang dijodohkan duluan Bun? Kenapa Gak kak Ferry dulu? Tohkan kak Ferry yang akan Wisuda beberapa bulan lagi" ucap Vila yang masih menangis.

__ADS_1


"Udahlah dek terima aja! Mungkin anak dari sahabat Ayah itu gak ada anak perempuannya makanya Loe yang dijodohkan duluan" ucap Ferry sembari menatap Vila.


"Iyaa sayang, kakak kamu pasti kedapetan juga setelah kamu" ucap Bunda sembari menatap Ferry.


"Maksud Bunda apa?" ucap Ferry bingung sembari menatap Bundanya.


"Sudah tidak usah difikirkan! Mending kalian tidur sana! Udah jam 22:55 ini" ucap Bunda sembari beranjak dari duduknya.


"Kak kenapa gak Loe aja sih? Kenapa harus Gue dulu?" ucap Vila sembari menatap kakaknya.


"Udahlah dek! Ayah juga gak mungkinkan menjodohkan Putrinya dengan orang jahat. Pasti itu pilihan terbaik Ayah" ucap Ferry sembari menatap beranjak dari duduknya.


"Mau kemana kak?" ucap Vila bingung melihat kakaknya berdiri.


"Mau tidurlah! Ngantuk Gue" ucap Ferry sembari berjalan menaiki tangga.


"Terus Gue?" ucap Vila sedikit berteriak.


"Ya tidur lah, udah gak usah difikirin" ucap Ferry sembari berteriak juga dan masuk kedalam kamar. Vila pun dengan kesal beranjak dari duduknya menuju kamarnya.


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2