
Beberapa minggu kemudian.
Pukul 21:00 Wib.
Setelah selesai makan malam bersama, Ade dan Adel kembali kekamarnya. Karena Adel merasa bahwa ada sesuatu yang aneh dengan dirinya. Memang sudah 3 minggu kepulangan mereka dari Bali.
"Yank... Kamu kenapa?" tanya Ade sambil memperhatikan wajah istrinya.
"Memangnya aku kenapa kak? Aku baik baik saja" jawab Adel berbohong.
'Maaf kak, aku tidak ingin membuat kakak khawatir' batin Adel.
"Seperti nya kamu sakit! Aku akan panggil dokter sekarang" ujar Ade ingin beranjak keluar kamar. Namun, dengan cepat Adel menahan nya.
"Udah jam 21:00 kak, Mama sama Papa pasti udah istirahat juga! Besok aja ya" pinta Adel.
"Tapi sayang..." ucap Ade.
"Aku baik baik aja sayang! Aku pasti cuma kelelahan aja! Kita tidur yuk" ajak Adel.
"Baiklah! Janji besok kita kedokter ya?" tanya Ade.
"Iya sayang, janji" seru Adel kemudian membenamkan wajahnya didada bidang suaminya. Ade pun membalas pelukan istrinya. Tak butuh waktu lama, mereka sudah masuk kealam mimpi masing masing.
-------------------------------------------------------------
Keesokan paginya.
"Loh De, kamu ngga kekantor?" tanya Mama, pasalnya Ade hanya memakai baju santai nya.
__ADS_1
Mereka sedang berada dimeja makan, untuk sarapan pagi bersama.
"Engga Ma, Adel lagi ngga enak badan! Ade mau bawa kedokter dulu" jawab Ade.
"Kamu sakit sayang? Sakit apa?" tanya Mama khawatir.
"Ngga tau Ma, cuma Adel kadang merasa lemas dan sering pusing" jawab Adel.
"Biasanya dari gejala yang kamu alami ini, kamu hamil deh" ujar Mama.
"Apa Ma? Hamil? Benarkah? Apa aku akan menjadi seorang Ayah?" tanya Ade dengan mata penuh harap.
"Iya sayang... Kamu do'ain aja semoga istrimu hamil" jawab Mama sambil tersenyum.
"Yasudah, kamu harus antarkan menantu Papa kedokter! Sekarang ayo kita sarapan" perintah Papa. Mereka mengangguk kemudian memakan makanan masing masing.
***
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan Pak! Istri anda baik baik saja! Dan dia sekarang tengah mengandung sekitar 2 mingguan" ujar Dokter sambil tersenyum.
"Apa dok? Istri saya hamil? Dan saya akan menjadi seorang Ayah?" tanya Ade sangat antusias.
"Iya Pak! Ini saya beri serep beserta vitamin penguat janin Pak. Dan jangan lupa untuk meminum susu ibu hamil! Usia kandungannya masih sangat rentan dengan keguguran. Jadi saya sarankan jangan melakukan aktifitas yang membuatnya lelah, dan jangan banyak fikiran! Dan satu lagi, saya sarankan untuk saat ini jangan dulu berhubungan intim" ucap sang dokter menjelaskan.
"Baiklah dok, saya akan ingat semua nasehat dokter. Terimakasih banyak" ucap Ade bahagia.
"Sama sama Pak! Kalau begitu, saya permisi dulu! Mari Pak, Bu" pamit dokter.
"Lihat sayang... Sebentar lagi kita akan menjadi orangtua" ucap Ade bahagia kemudian menghujami wajah Adel dengan ciuman bahagianya.
__ADS_1
"Hai jagoan Papa! Terimakasih kamu sudah hadir diantara kami! Kamu adalah buah cinta kami sayang. Kami sudah tidak sabar ingin melihatmu! Kamu sehat sehat aja ya nak" Ade berbicara didepan perut Adel yang masih rata. Kemudian menghujaminya dengan ciuman.
"Iya kak, aku sangat sangat bahagia! Sekarang ayo kita pulang kak! Kita beri tau keluarga kita" ucap Adel.
"Iya sayang... Sini aku bantu kamu jalan" titah Ade.
"Kak aku ngga sakit! Jangan kaya gini dong" ucap Adel cemberut.
"Sayang... Aku hanya ingin menjaga kalian berdua" sahut Ade sambil tersenyum. Adel hanya bisa pasrah.
Setelah itu Ade melajukan mobilnya menuju kediamannya. Namun, dia terlebih dahulu singgah diapotek untuk menebus resep dari dokter. Serta membeli beberapa susu untuk ibu hamil.
***
"Assalamu'alaikum" ucap mereka dengan senyum yang mengembang.
"Wa'alaikumsalam, ada apa nih? Kok kalian senyum senyum gitu? Oh iya gimana tadi kedokternya sayang?" tanya Mama menatap Adel.
"Adel baik baik saja Ma! Bahkan dia sedang mengandung anak Ade Ma" jawab Ade tersenyum lebar.
"Alhamdulillah! Selamat sayang, kalian sebentar lagi akan menjadi orangtua! Ini kabar yang sangat gembira. Akhirnya yang ditunggu tunggu telah tiba" ucap Mama tersenyum senang.
"Yasudah sekarang bawa istrimu istirahat! Orang hamil akan gampang kelelahan. Mama akan memberi kabar ini ke keluarga kita" ucap Mama.
"Yaudah Ma, Ade bawa Adel keatas dulu ya!" sahut Ade.
"Iya, hati hati sayang" perintah Mama.
Adel hanya diam kemudian tersenyum bahagia. Ia tidak menyangka keluarga mereka akan seposesif ini terhadapnya.
__ADS_1
-------------------------------------------------------------
Janhan lupa tinggalin jejak kalian. Like, komentar, vote, rate 5 dan favoritekan❤❤❤