
Pagi Hari.
Setelah selesai sarapan, Vila pun berangkat bersama Denis. Karena hari ini mereka ada fighting gaun pengantin.
***
Mobil.
Sekarang mereka tengah berada didalam mobil.
"Nanti Gue jemput Loe lagi! Kita bakal fighting gaun pengantin" ucap Denis sambil menoleh kearah Vila sekilas.
"Iya!" jawab Vila singkat sembari menatap keluar jendela.
Tak beberapa lama mereka telah sampai di Kampus. Vila langsung dan mengucapkan terimakasih.
"Makasih" ucap Vila sembari keluar dari mobil. Denis langsung melajukan mobilnya.
"Dasar es... Masih belum cair juga" gumam Vila kesal.
"Hai Vil, muka Loe kenapa ditekuk gitu?" tanya Ricko tiba tiba datang dan menghampiri Vila.
"Ah engga kok Ric, Loe ada kelas pagi juga?" tanya Vila sembari menatap Ricko.
"Iyaa, eh Gue boleh minta nomer nelpon Loe gak" ucap Ricko sembari menyodorkan ponselnya.
"Iya boleh" ucap Vila tersenyum sembari menuliskan nomernya. "Yaudah kalau gitu Gue duluan ya" ucap Vila sembari berjalan duluan.
__ADS_1
"Makasi Vila" ucap Ricko sembari mengangguk.
***
Kelas.
"Muka Loe belakangan ini sering kusut deh, Loe kenapa sih?" tanya Lisa saat melihat Vila masuk kedalam kelas dengan wajah ditekuk.
"Iya nih masih mau ditutup tutupi juga apa masalah Loe" tanya Luna sembari menatap Vila tajam. Vila langsung menatap Indah, Indah hanya membalas dengan anggukan kepala.
"Fine! Gue bakal cerita tapi kalian jangan ledek aku" jawab Vila sembari menatap mereka. Mereka hanya mengangguk dan tersenyum.
"Jadi gini.... " ucapan Vila terpotong karena Dosen keburu masuk. Membuat Lisa dan Luna mendegus kesal.
"Selamat pagi anak anak... Mari kita lanjuttin materi kita minggu lalu" ucap Pak Dosen saat sudah masuk kedalam kelas.
Setelah selesai dengan materinya. Dosen pun mengakhiri pertemuan mereka. Semua Mahasiswa keluar dari dalam kelas.
"Hufttt" membuang nafas. "Jadi Gue tuh udah dijodohin sama anak dari sahabat orang tua Gue" ucap Vila sembari menatap mereka.
"Whattt? Tapi bagus dong Vil! Pasti orangnya ganteng kan" ucap Lisa terkejut sembari menaik turun kan alisnya.
"Emang siapa sih nama cowok yang dijodohin ke Loe itu? Kita boleh lihat orangnya gak?" tanya Luna menatap Vila.
"Namanya Denis Putra Wijaya. Kakak dari Indah Wijaya" ucap Vila dengan lantang.
"Whatttttt? Loe becanda kan Vil? Terus kalian bakal jadi iparan dong" ucap Lisa terkejut dengan perkataan Vila.
__ADS_1
"Pantesan aja muka Indah biasa aja. Ternyata dia udah tahu" ucap Luna sembari menatap Indah. Indah hanya tersenyum.
"Gue juga kaget pas denger Gue dijodohin! Apalagi sama Es. Upss, sorry Ndah maksud Gue bukan gitu" ucap Vila keceplosan dan merasa tak enak dengan Indah.
"Gapapa kali Vil, semua orang juga tahu dengan sifat kakak Gue yang kaya gitu" ucap Indah santai sambil tersenyum.
"Jadi kapan kalian akan menikah Vil?" tanya Lisa menatap Vila.
"Minggu depan" ucap Vila lemas.
"Secepat itu Loe bakal lepasin status gadis Loe" ucap Luna sembari tersenyum nakal.
"Apaansi Loe! Tapi kalian diam diam aja ya! Soalnya mau yang hadir cuma keluarga inti aja. Kalian juga jangan lupa datang ya" ucap Vila menatap mereka dengan tersenyum paksa.
Saat sedang asyik asyik berbincang, tiba tiba ponsel Vila berdering.
"Guys Gue angkat dulu ya! Ini Denis" ucap Vila sembari mengangkat telponnya. Mereka hanya mengangguk dan tersenyum.
"Hallo... " ucap Vila saat sudah mengangkat telpon.
"Gue udah didepan!" ucap Denis sembari mematikan telpon.
"Guys Gue duluan ya! Soalnya Denis udah tungguin Gue didepan" ucap Vila sembari menatap mereka. Mereka hanya mengiyakan perkataan Vila.
Vila langsung keluar kelas menuju gerbang.
-
__ADS_1
-
-