Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Perjodohan


__ADS_3

Holla readers,,, sesuai kata author, author bakal update yang terbaru dihari senin, selasa, jum'at dan sabtu. Terimakasih buat kalian yang masih menunggu cerita dari author. Semoga kalian sehat sehat selalu ya.


-------------------------------------------------------------


Adelia dan Aurel sudah berada dikampus untuk mengikuti pelajaran hari ini. Sedangkan Adelard dan Rangga sedang duduk bersantai dicaffe biasa mereka nongkrong.


Kampus, pukul 09:00 Wib.


"Del" panggil Aurel. "hm" jawab Adel.


"Nanti pulang dari kampus, kita nongkrong dulu yuk" ajak Aurel.


"hmm gimana ya" berfikir. "Yaudah deh, okeyy" jawab Adel sambil tersenyum.


Tak lama dosen yang mengajar pun tiba. Setelah selesai memberikan materi, pak dosen pun pamit, karena jam nya sudah selesai.


"Cus cabutt" kata Aurel semangat. Adel hanya membalasnya dengan senyuman saja.


Mereka pun keluar kampus menggunakan mobil masing masing, menuju caffe.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sedangkan dicaffe tempat nongkrong Ade dan Rangga, mereka sedang duduk santai sambil menikmati minuman dan camilan yang disediakan oleh pelayan, sesuai permintaan mereka.


"Ngga cabut yuk! gue harus ke kantor nih" ajak Ade sambil melirik jam dipergelangan tangan nya.


"Yaudah yuk, bentar gue bayar pesenan kita dulu" kata Rangga.


"Udah gausah! Biar gue aja!" tolak Ade.


"Gue aja! Cewek aja selalu gue traktir masa sama sahabat gue sendiri engga" ucap Rangga sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Yaudah terserah lo" ucap Ade pasrah. Rangga langsung berjalan menuju kasir.


Namun, saat berjalan ia sibuk melihat ponsel nya. Dan tiba tiba,,, "brughhh" Ia menabrak seseorang.


"Aww" jerit Aurel kesakitan.


"Duh sorry sorry, gue gak sengaja! Sumpah. Sini gue bantu" kata Rangga ingin membantu Aurel.


"Makanya kalau jalan liat liat! Lo pikir ini jalan nenek moyang lo apa!" ucap Aurel kesal, sambil berdiri dibantu oleh Adel.


"Udah Rel, dia kan gak sengaja" kata Adel menenangkan Aurel. Aurel hanya acuh dan kembali berjalan.


"Duh sorry ya, dia memang begitu. Gue duluan" kata Adel sambil tersenyum dan berjalan mengejar Aurel.


'Cantik, gue jadi penasaran sama tu cewek jutek' gumam Rangga sambil tersenyum dan kembali berjalan ke kasir.


"Kita pesen apaan nih?" tanya Adel.

__ADS_1


"Yang pedes pedes deh! Gue masih kesel sama tu cowok" jawab Aurel.


"Jangan kesel kesel amat loh! Nanti berubah jadi rindu" kata Adel. Aurel hanya menatapnya tajam.


"Fix!! Gue pesen sekarang" kata Adel, langsung memanggil pelayan dan memesan makanan mereka.


-------------------------------------------------------------


"Lama amat sih lo! Jamuran nih gue nunggu lo" kesal Ade menatap tajam Rangga.


"Sorry bro, tadi gue habis tabrakan sama bidadari" kata Rangga sambil nyengir.


"Bidadari pala lo! Udah buru, telat deh kita nih" kata Ade sambil beranjak dari duduknya. Diikuti oleh Rangga.


Jam makan siang. Pukul 12:14 Wib.


"Gue balik duluan ya Rel, soalnya mama gue tadi bilang, katanya makan siang dirumah" kata Adel.


"Yaudah yuk, gue juga mau balik nih" kata Aurel. Mereka pun berjalan kearah kasir membayar pesanan mereka, lalu pulang menuju rumah masing masing.


-------------------------------------------------------------


Malam hari, Kediaman Alexander.


Mereka telah selesai makan malam bersama. Kini mereka sedang berada diruang keluarga.


"Apa kamu mempunyai kekasih?" tanya papa. Ade heran sambil menyerngitkan kening nya.


"Memang kenapa pa? Kok nanya gitu?" tanya Ade balik.


"Gini sayang, mama dan papa telah menjodohkan kamu dengan anak dari sahabat kami" kini Vila sang mama yang angkat bicara. Perkataan sang mama berhasil membuat Ade kaget.


"Apaaa!! Engga enggaa! Ade gak mau dijodoh jodohin segala! Kaya zaman siti nurbaya aja deh" tolak Ade.


"Kamu menolak nak?" tanya mama. Ade langsung mengangguk cepat.


"Tapi maaf! Kami tidak menerima penolakan" kata papa tegas.


"Tapi pa" kata Ade.


"Sudah sayang, keputusan orangtua itu adalah yang terbaik! Yaudah mending kamu istirahat sana" kata mama. Ade mengiyakan permintaan mama nya.


-------------------------------------------------------------


Sedangkan di Kediaman Sanjaya.


Mereka juga tengah bersantai diruang keluarga. Namun, Adel memakan camilan sambil menonton tv.


"Adel" panggil Kevin sang papa.

__ADS_1


"Apa pa?" tanya Adel tanpa menoleh.


"Ada yang ingin papa dan mama sampein ke kamu" jawab papa. Adel langsung heran sambil menatap papa dan mama nya secara bergantian.


"Bicara apa pa, ma? Kok serius amat sih" ucap Adel.


"Papa dan mama telah menjodohkan kamu dengan anak dari sahabat kami" kata papa to the point.


"Oh cuma dijodohin doang" ucap Adel kembali menonton tv. "A-apa? Dijodohin?" kaget Adel, karena ia tadi belum fokus dengan ucapan orangtua nya. "Alah pa, ma, gausah becanda deh! Gak lucu tau" kata Adel acuh.


"Tapi kami tidak bercanda sayang, kamu memang telah dijodohkan sejak kamu berusia 7 tahun! Kamu ingat waktu kita kerumah tante Vila?" tanya Lisa sang mama. Adel mulai mengingat kembali.


Flashback off!


"Assalamu'alaikum" ucap Lisa bertamu kerumah Vila.


"Wa'alaikumsalam, ayo masuk lis! Duh ponakan tante cantik banget sih" kata Vila sambil mencubit pipi Adel. Lalu, memeluk tubuh Lisa.


"Dimana ponakanku Vil" tanya Lisa.


"Itu dia, sayang ayo salam tante Lisa dulu" kata Vila. "Iya ma" jawab Ade sambil mencium tangan Kevin dan Lisa.


"Anak pintar! Nih kenalin calon istri kamu sesudah besar nanti, Aurel" kata Lisa dengan bergurau.


"Hai aku Ade" kata Ade sambil mengulurkan tangannya.


"Aku Adel kak" kata Adel sambil membalas jabatan tangan Ade.


"Eh Lis, kayanya anak kita cocok deh! Gimana kalau kita jodohin mereka aja" usul Vila.


"Apaansi yank! Masih kecil aja udah dijodoh jodohin. Tunggu gede aja lah" protes Denis. Namun, Vila tidak mengubris perkataan suaminya.


"Gimana Lis?" tanya Vila. Lisa langsung melirik Kevin.


"Udah gausah peduliin mereka! Orang kita yang capek ngelahirin kok" kata Vila.


"Oke setujuuu" ucap Lisa semangat.


Kevin dan Denis hanya bisa pasrah dengan keputusan para istri tercinta mereka.


Flasback on!!


"Iya ingat, tapi aku lupa namanya ma! Ah tapi gausah pake dijodohin lah ma! Itu kan waktu adel masih kecil" protes Adel.


"Besok kita makan malan bersama dengan mereka nak! Jadi besok kamu akan mengetahui wajah dan nama calon suamimu" kata mama.


"Tapi maaaaa" protes Adel lagi.


"Tidak ada tapi tapi sayang! Udah sana, istirahat! Besok kamu kuliahkan" kata mama. Adel mengiyakan dan beranjak ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2