Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Pingsan!


__ADS_3

Sudah tiga bulan Ade dan Natalia menjalin hubungan sebagai pasangan suami-istri. Namun, Adel maupun keluarga tidak ada yang tau perihal ini. Yang tau hanya Rangga saja, sahabatnya sendiri.


Adel mulai sadar dengan sikap aneh yang dilakukan oleh Ade. Usia kandungan Adel sekarang sudah memasuki bulan ke-9. Jadi ia sering peka dengan kelakuan suaminya.


Yang biasanya tidak pernah lembur sampai pagi. Dan makan siang jarang dirumah. Tapi, dia pandai dalam menyembunyikannya. Namun, sayang semenjak Adel mengandung kepekaannya lebih tinggi dari yang biasanya.


"Kak mau kemana? Kok buru buru banget?" tanya Adel saat melihat Ade tergesa gesa memakai pakaiannya.


"Ada meeting mendadak yank, waktunya tinggal 5 menit lagi" sahut Ade berbohong. "Kakak pergi dulu ya" pamitnya sambil mencium pucuk kepala Adel.


"Hati hati kak" peringat Adel. Namun, Ade tidak mendengar nya karena sudah berlari memasuki mobilnya.


"Ngga biasanya kak Ade kaya gitu! Ahh yasudahlah mungkin dia memang sedang mengejar waktu" gumam Adel.


Kebetulan hari ini, orang tua Ade sedang keluar rumah. Ada urusan kantor yang harus pasangan itu hadiri.


"Duh nak, jangan nendang nendang dong! Kamu pengen kemana?" tanya Adel mengusap perutnya.


"Mama pengen ke Mall nih, kita liat liat baju kamu lagi yuk" ajak Adel, kemudian menyambar tasnya. Lalu, menuruni tangga.


"Bik, Adel pergi ke Mall dulu ya! Sidede mau jalan jalan" pamit Adel.


"Yaudah bibi temenin aja ya non! Soalnya den Ade sudah mengamanahkan non dan dede sama bibik" sahut bibik.


"Yaudah kalau gitu, ayo bik" ajak Adel langsung menggandeng tangan bibik.


"Mang kita ke Mall biasa ya" ucap Adel kepada driver mereka.


"Iya non" sahut mamang sambil menjalankan mobilnya.


***

__ADS_1


Sedangkan disisi lain, Ade tengah buru buru ke-apartementnya. Karena saat Natalia menelfon tadi, dia bersuara seperti orang kesakitan.


Ceklek, pintu apartment terbuka. Memperlihatkan sosok wanita tengah hamil tiga bulan. Yang sedang memasang senyum bahagia nya saat melihat sang pujaan hati datang.


"Kau seperti tidak sedang kesakitan" ujar Ade mendekati Natalia.


"Aku memang sedang tidak kesakitan sayang! Cuma aku sedang ingin jalan jalan bersamamu" sahut Natalia memeluk lengan Ade.


"Apa apaan kau ini! Jadi ini semua akal akalan mu saja, demi jeritanmu seperti orang yang ingin melahirkan saja, membuatku khawatir dan tega meninggalkan istriku yang tengah hamil besar dirumah!" bentak Ade.


"Maafkan aku, tapi ini permintaan anak kita" ujar Natalia ber-akting menangis.


"Baiklah, jagoan Papa mau kemana sayang? Apa kamu ingin lihat baju baju untukmu? Sekarang ayo kita ke-Mall biasa Papa pergi sama Mama Adel ya" ucap Ade melunak, sambil berjongkok didepan perut Natalia. Natalia mengembangkan senyumnya. Buru buru ia menyambar tasnya, kemudian memeluk lengan Ade.


Ade merasa risih, namun ia harus melakukannya demi sang buah hati.


***


"Bik, itu bukannya kak Ade ya?" tanya Adel dengan berlinang air mata. Bibik langsung melihat kearah mata Adel.


"Astagfirullah, iya non! Itu den Ade. Den Ade sama siapa ya?" kaget bibik menatap kearah Ade dan Natalia. Adel langsung menghampiri mereka. Sedangkan Ade tidak ngeh dengan keberadaan Adel. Terbalik dengan Natalia, dia melihat Adel tengah menatap mereka sendu. Tentu saja, Natalia menggunakan kesempatan ini untuk memisahkan mereka.


'Tuhan memang sedang berpihak kepadaku' batin Natalia tersenyum senang.


"Ohh, jadi ini yang kamu bilang meeting mendadak itu? Berduaan dengan mantan kekasihmu ini?" tanya Adel dengan air mata yang terus saja mengalir, tanpa boleh berhenti.


"Sa-sayang!" ucap Ade terkejut dengan keberadaan Adel.


"Hai maduku! Hamilmu sudah sangat besar ya. Hemm berbeda denganku yang masih tiga bulan" sahut Natalia tersenyum puas.


"Apa? Madu?" tanya Adel seolah tak percaya.

__ADS_1


"Loh kamu ngga tau ya? Kalau aku udah nikah siri sama Ade! Dan anak yang aku kandung adalah anak Ade" ucap Natalia santai.


"Natalia cukup!!!" bentak Ade.


"Kenapa sayang? Sampai kapan kamu akan menyembunyikan perihal pernikahan kita?" tanya Natalia menatap Adel remeh.


"Apa itu benar? Kamu telah menikahinya tanpa sepengetahuanku?" tanya Adel marah.


"Sayang, aku bisa jelasin semuanya!" ujar Ade.


"Jawab pertanyaanku!" bentak Adel. Ade mengangguk lesu.


Air mata Adel semakin menderas, ia tersenyum samar tat Kala suaminya telah menikahi wanita yang tak lain adalah mantannya sendiri. Bahkan telah hamil tiga bulan anak mereka.


"Kamu jahat" ucap Adel berjalan cepat keluar Mall. Bibik mengikutinya sampai parkiran.


"Sayang aku bisa jelasin" ucap Ade ingin mengejar Adel. Namun, dengan cepat Natalia mencegahnya.


"Anakmu masih ingin disini" ucap Natalia kembali menggiring Ade berkeliling. Ade hanya bisa pasrah.


'Semoga Adel baik baik saja' batin Ade.


"Non jangan menangis terus! Itu ngga baik buat kesehatan non" peringat Bibik.


"Apa salahku bik? Mengapa dia tega menduakanku? Bahkan telah menikah diam diam hiks hiks hiks" ucap Adel menangis dipelukan bibik. Bibik hanya diam, tak menanggapi ucapan majikannya yang tengah terluka parah.


Adel tiba tiba saja diam, membuat bibik khawatir. Bibik segera menyuruh mamang untuk membawa Adel kerumah sakit. Karena Adel kecapean menangis Hingga membuatnya lelah dan jatuh pingsan.


-------------------------------------------------------------


Detik Detik END!!!

__ADS_1


__ADS_2