Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Curhat


__ADS_3

Selamat membaca Readers!! Jangan lupa tinggalin jejak kalian.


-------------------------------------------------------------


"Apa jadwalku hari ini?" tanya Ade kepada sekretaris nya.


Ya dia adalah Ade Putra Wijaya, sekarang ia tengah berada dikantor nya seraya duduk dikursi kebesarannya.


"Tidak ada jadwal meeting hari ini Pak! Hanya saja bapak perlu menandatangani berkas ini" jawab sekretaris nya bernama Rina. Seraya menyodorkan berkas berkas tersebut.


"Baiklah terimakasih! Kau boleh pergi" kata Ade.


"Saya permisi pak" kata Rina seraya berjalan keluar ruangan Ade.


Saat ingin memeriksa berkas berkas tersebut, tiba tiba ponsel Ade berbunyi tertera nama "My Hony" dengan senyum yang mengembang Ade langsung mengangkatnya.


"Hallo sayang, kamu selama disana gak pernah ngabarin aku ya! Sibuk banget kaya nya" ucap Ade dengan nada kesal.


"Ah maaf sayang, aku memang sibuk banget! Banyak jadwal pemotretan aku! Kamu gak selingkuh kan disana" ucap Natalia yang tak lain pacar dari Ade.


Deg... Jantung Ade serasa ingin copot mendengar ucapan Natalia.


"Kamu ngomong apasi yank! Aku gak bakal selingkuh lah dari kamu! Orang aku sayang banget sama kamu" ucap Ade.


"Baguslah sayang, lusa aku udah balik lagi yank. Kamu jemput aku dibandara ya" pinta Natalia.


"Lu-lusa yank? Memang pemotretan kamu udah selesai?" tanya Ade gugup.


"Loh kenapa kamu kaya kaget gitu yank? Kamu gak seneng aku pulang?" tanya Natalia dengan nada cemberut.


"Ah seneng dong yank! Seneng banget malah, aku tuh udah kangen banget sama kamu! Iya iya lusa aku jemput kamu dibandara ya" ucap Ade.

__ADS_1


"Aku juga kangen sama kamu! Yaudah aku tutup dulu ya yank, masih ada pemotretan 1 jam lagi, aku istirahat dulu" ucap Natalia.


"Iya sayang, kamu jangan terlalu capek ya! Nanti kamu sakit loh" kata Ade.


"Iya sayang, byeee" kata Natalia seraya menutup telfon nya.


"Haa" menghela nafas. "Maafkan aku sayang, aku harus berbohong sama kamu! Aku takut kamu bakal tinggalin aku setelah kamu mengetahui kalau aku akan menikah dengan orang yang sama sekali tidak aku cintai. Aku hanya mencintaimu saja" gumam Ade seraya menyederkan kepala nya dikursi kebesarannya.


***


"Rel" panggil Adel. "hm" jawab Aurel.


"Aku mau curhat, liat sini dong!" perintah Adel.


"Curhat apa Del?" tanya Aurel menatap Adel.


Mereka adalah Adel dan Aurel, setelah keluar dari kampus tadi, mereka langsung nongkrong seperti biasa dicaffe biasa mereka.


"Beneran? Kok samaan ya? Aku juga dijodohin dari kecil" kata Aurel.


"Loh kok bisa samaan sih? Emang siapa nama cowoknya Rel?" tanya Adel.


"Nama nya Angga, cowok yang waktu nabrak aku dicaffe kemarin" ucap Aurel kesal. "Mimpi apa aku semalam harus nikah sama orang kaya dia" sambungnya.


"Haaa? Seriusan? Kan apa aku bilang, jangan terlalu kesal jadi jodohkan" ucap Adel terkekeh.


"Diem ih! Gausah dibahas! Eh btw siapa cowok yang dijodohin sama lo waktu kecil itu?" tanya Aurel.


"Namanya Adelard Putra Wijaya! Orangnya ngeselin banget! Mulutnya juga pedes banget! Sampai sampai aku harus kuat setiap dengar kata yang keluar dari mulut nya itu" kesal Adel.


"Oh Adelard! Ha apa? Kak Ade? Seriusan lo dijodohin sama dia? Bukannya dia udah punya pacar ya?" tanya Aurel.

__ADS_1


"Biasa aja kale ekspresi nya! Gue juga tau kalau dia udah punya pacar, gue juga udah nolak! Tapi gak bisa" kata Adel pasrah. "Eh tapi bentar! Lo kenal sama dia?" tanya Adel.


"Iya kenallah! Orang dia kakak sepupu gue, anaknya tante Vila" kata Aurel.


"Haaa?" kaget Adel. "Hubungan kalian itu kaya gimana sih?" tanya Adel.


"Papa gue adik kakak sama Tante Vila" jawab Aurel.


"Omg, berarti kayanya orang tua kita juga sahabatan deh" kata Adel.


"Kaya nya sih gitu, soalnya kita sama sama udah dijodohin sama mereka" kata Aurel pasrah. "Lo jangan pernah nyerah ya buat dapetin hati kak Ade" pinta Aurel.


"Maksud lo?" tanya Adel bingung.


"Maksud gue, pacar kak Ade itu gak baik! Sering gue liat dia sama cowok lain mesra mesraan! Padahal gue udah ngasih tau kak Ade, dia malah gak percaya! Katanya dia harus melihat sendiri, baru dia percaya" kata Aurel.


"Ah masa sih? Lo salah orang kali! Mana mungkin dia mau selingkuhin orang seganteng dan sekaya kak Ade" ucap Adel tak percaya.


"Oh ya ampun Del, gak ada didunia ni yang gak mungkin! Cewek dia itu seorang model terkenal! Dia sering keluar kota untuk pemotretan" kata Aurel.


"Ah bodo amatlah! Toh setelah kami menikah nanti kami akan bercerai juga" kata Adel tersenyum kecut.


"Maksud lo apa?" tanya Aurel bingung.


"Kak Ade bilang, setelah menikah dia gak akan nyentuh gue! Dan setelah dirasa amat, kami akan bercerai! Tapi lo jangan bilang ke siapa siapa ya" kata Adel menitikkan air mata, saat mengingat semua ucapan pedas Ade.


"Astagfirullah Del, pernikahan itu bukan permainan loh! Lo harus berjuang Del" kata Aurel.


"Perjuangin orang yang pantas untuk diperjuangin Rel, dan maaf dia gak pantas buat gue perjuangin" kata Adel seraya berjalan keluar caffe.


"Gue ngerti perasaan lo Del" gumam Aurel. Merasa iba terhadap sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2