Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Rumah sakit


__ADS_3

Rumah sakit Medical.


Vila sekarang tengah ditangani oleh dokter, sedangkan Indah, Lisa dan Luna sedang menunggu diluar.


"Eh bentar ya, gue telpon kak Denis dulu" kata Indah dengan menatap mereka. Mereka hanya mengangguk cepat.


"Hallo kak, loe dimana?" tanya Indah saat Denis sudah mengangkat telpon πŸ“ž.


"Kakak dikantor, Vila ada sama loe gak? Soalnya tadi ada kesalahanpahaman! Dan Vila langsung pergi begitu aja" kata Denis menjelaskan disebrang telponπŸ“ž.


"Vila masuk rumah sakit, tadi dia mendadak pingsan! Mending sekarang kakak buruan kerumah sakit Medical" perintah Indah πŸ“ž.


"Apa!!! Rumah sakit? Kok bisa?" tanya Denis dengan khawatir πŸ“ž.


"Cerita nya panjang, cepetan kakak kesini!" perintah Indah langsung menutup telpon nya πŸ“ž.


Kantor Denis Wijaya Group.


Kini Denis kalang kabut, karena tidak ada kabar dari istri nya. Telpon nya pun tidak diangkat. Kini rasa khawatir lah yang menyelimuti nya.


'Loe dimana sih Vil? Loe tadi salah paham! Gue sama Clara udah gak ada apa apa! Plis Vil jangan kaya gini' gumam Denis frustasi sembari mengacak acak rambut nya.


Namun, saat hati Denis dipenuhi dengan rasa khawatir, tiba tiba ponsel nya berbunyi tertera nama "Indah" dengan segera dia mengangkat nya.


Setelah mendapat kabar dari sang Adik, hati Denis semakin kacau.


"Jika terjadi apa apa dengan Vila, gue gabakal maafin diri gue sendiri" gumam nya, langsung berlari kecil dengan tergesa gesa. Dan tidak lupa ia mengabari kedua orang tua nya dan mertua nya.


Karyawan yang melihat bos nya panik, hanya bisa memandang saja! Tanpa berani angkat bicara.


"Bos kenapa ya?"


"Kok bos kaya panik gitu!"


"Ada apa ya" begitu lah kira kira percakapan para Karyawan.


Beberapa saat kemudian, Denis sudah sampai dirumah sakit.


"Mana Vila Ndah? Bagaimana keadaan nya! Apa yang terjadi?" Panik Denis dengan memegang kedua pundak Indah.


"Vila masih ditangani sama dokter kak, kita juga gatau bagaimana keadaan Vila" kata Indah menatap kakak nya.


"Apa yang sebenarnya terjadi sama Vila kak?" selidik Indah menatap kakak nya.


"Tadi... " ucapan Denis terpotong.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Vila nak? Bagaimana bisa ini terjadi?" panik Bunda dengan menatap Denis sambil menangis.


"Kita juga belum tau keadaan Vila tant, Vila masih ditangani sama dokter" ucap Indah menatap Bunda dengan sendu.


"Siapa keluarga pasien?" suara dokter membuyarkan mereka.


"Kita semua keluarga pasien dok! Bagaimana keadaan putri saya?" kata Bunda panik dengan menatap dokter.


"Oh nyonya Ratna dan Tuan Edy, suatu kehormatan putri kalian bisa masuk kerumah sakit kami" ucap dokter tersebut dengan senyum yang mengembang. "Keadaan putri kalian baik baik saja! Cuma... " ucapan dokter menggantung.


"Cuma apa dok?" tanya Denis tak sabaran.


"Nona Vila kini sedang hamil, kira kira sekitar 1 bulanan" ucap dokter tersebut.


Semua orang yang mendengar itu, langsung terkejut dan tersenyum bahagia.


"Apa dok? Istri saya hamil?" tanya Denis dengan mata yang berbinar.


"Iya pak Denis, selamattt" jawab dokter itu dengan menepuk pundak Denis.


"Apa saya boleh masuk kedalam dok?" tanya Denis tak sabaran.


"Silahkan tuan! Nona Vila juga sudah sadar" jawab dokter dengan tersenyum. Denis langsung berlari masuk kedalam.


"Sebaiknya jangan dulu Tant! Kaya nya mereka lagi ada kesalahpahaman, biarkan mereka menyelesaikan nya dulu!" pinta Indah menatap Bunda.


"Tapi... " Bunda ingin membantah.


"Bener kata Indah Bun! Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka dulu! Nanti kita akan masuk melihat keadaan putri kita" bujuk Ayah menenangkan istri nya. Bunda hanya mengangguk dan mengusap air mata nya.


"Pus, kau lihat! Sebentar lagi kita akan memiliki cucu" ucap Bunda kepada Mami dengan mata yang berbinar.


"Iya Rat, aku juga sudah tidak sabar ingin menimang cucu" jawab Mami dengan tersenyum manis.


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu Tuan, Nyonya! Nanti saya akan kembali lagi untuk memberi arah kepada kalian semua, terutama untuk suaminya" pamit dokter tersebut.


"Baiklah, terimakasih dok" ucap Ayah dengan tersenyum. Dokter berlalu meninggalkan mereka.


Terlihat Vila yang sedang melamun, menatap kearah jendela. Perlahan Denis mulai mendekat dan memegang tangan Vila. Sontak, Vila terkejut dan melihat ternyata suami nya yang berada didekat nya. Dengan cepat Vila langsung menepis tangan Denis.


"Sayang sebentar lagi kita bakal jadi orang tua! Aku sangat bahagia sayang, makasi akhirnya keinginan aku terkabul juga" kata Denis dengan mata yang berbinar. Namun, Vila hanya diam.


'Aku gatau harus sedih atau bahagia mendengar ini, disatu sisi aku juga ingin mempunya anak dari suamiku. Tapi disisi lain, suamiku masih mencintai wanita lain' gumam nya dalam hati. Tak terasa kini air mata nya kembali mengalir deras.


"Sayang, maaf! Kamu tadi salah paham! Tidak begitu kejadian asli nya sayang" kata Denis menatap Vila, namun Vila hanya membuang pandangan nya.

__ADS_1


"Kamu jahat, aku gamau kenal kamu! Pergi kamu dari ini! Kamu udah khianatin kepercayaan aku! Aku benci sama kamu, benciiiiiii hiks hiks hiks" kata Vila dengan memukul mukul dada bidang Denis. Denis langsung memeluk erat Vila, memberi ketenangan. Vila meronta ronta minta dilepaskan, namun tenaga Vila tak sebanding dengan tenaga Denis.


"Aku benci sama kamu! Pergii" ucap Vila didalam pelukan Denis.


"Kamu salah paham sayang! Aku bisa jelasin!!!" pinta Denis sanbil mengusap kepala Vila.


"Kamu jahatt! Kamu bilang sudah melupakan mantan kamu! Tapi kenyataan nya apa? Kamu malah selingkuh dibelakang aku hiks hiks hiks" kata Vila tangis nya semakin menjadi.


"Kamu tenang dulu! Aku bisa jelasinn semua nya!" perintab Denis mulai melepaskan pelukan nya.


"Aku sama dia tidak ada hubungan apa apa sayang! Aku juga tidak tahu, bagaimana dia bisa datang ke kantor ku! Saat aku melamun, tiba tiba pintu terbuka! Aku pikir itu kamu, tanpa melihat, makanya aku memanggilnya dengan sebutan sayang! Padahal itu untuk kamu sayang! Percayalah!" pinta Denis menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


"Maafkan aku! Aku hanya takut kamu meninggalkanku, dan pergi bersama wanita itu" kata Vila dengan memeluk Denis.


"Tidak apa apa sayang! Aku juga takut kehilangan calon ibu dari anakku" ucap Denis dengan mengusap kepala Vila. Dab beralih memegang perut rata Vila.


"Sayang, bilangin ke mama kamu nih! Jangan terlalu cemburuan! Nanti mama jadi kepikiran dan bisa jatuh sakit" kata Denis dengan menatap sambil mengusap perut datar Vila.


"Bilangin ke mama! Kalau papa hanya cinta sama mama aja! Papa tidak tertarik dengan wanita mana pun selain mama kamu! Papa sangat mencintai mama kamu" ucap Denis lagi sambil mencium perut Vila yang masih datar itu. Vila hanya menangis haru bahagia melihat Denis yang seperti itu. Kini dia sudah salah menyangka dengan Denis.


"Sekali lagi maafkan aku! Aku sudah menuduhmu yang tidak tidak hiks hiks hiks" ucap Vila dengan menangis.


"Shutttt, tidak apa apa sayang" kata Denis sambil mengecup kening Vila.


"Yasudah aku ajak mereka masuk dulu ya" kata Denis dengan menatap Vila dan berjalan kearah luar.


"Mereka? Siapa? Oh ya ampun, tadi kan aku pingsan nya dicaffe. Indah sama yang lain dimana ya" tanya nya kepada diri sendiri.


"Bagaimana keadaamu sayang? Apa kamu sudah merasa baikan?" panik Bunda langsung memeluk dan mencium Vila.


"Iya sayang, bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Mami melakukan hal yang sama seperti Bunda.


"Maaf semua, sudah membuat kalian khawatir. Vila baik baik saja kok! Dan dedek janin juga baik baik saja! Kalian tenang saja! Aku akan merawat nya dengan sangat baik" kata Vila dengan tersenyum manis.


"Selamat ya sayang, akhirnya kamu menjadi ibu dan kami akan menjadi nenek dan kakek" kata Bunda tersenyum senang.


"Iya sayang, selamat ya! Ingat kamu sekarang udah berbadan dua, jadi pola makan nya diatur! Dan jangan stres ya sayang" nasehat Mami tersenyum senang.


"Yeay selamat Vil! Akhirnya kami akan mempunyai keponakan, jaga baik baik ya Vil ponakan gue" canda Lisa dengan tersenyum.


"Iya nih, selamat ya! Duh udah gasabar pengen jadi bibi" kata Luna tersenyum senang.


"Makasi semua nya! Iya, aku bakal jaga dedek janin dengan sangat baik" ujar Vila dengan tersenyum senang.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2