Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Perjodohan Indah dan Ferry


__ADS_3

Orang tua mereka telah sepakat akan menikahkan Indah dan Ferry dalam waktu seminggu lagi.


Kini mereka sedang berkumpul dikediaman Wijaya untuk membicarakan perihal perjodohan Indah dan Ferry.


"Indah, Ferry" panggil Papi. Mereka langsung menatap papi penasaran.


"Kalian akan menikah dalam waktu seminggu lagi! Dan tidak ada yang boleh menolak" kata Papi tegas.


"A-apa? Menikah pi? Seminggu lagi?" tanya Indah sambil melirik Ferry.


"Iya Indah, papi dan ayah sudah lama merencanakan perihal pernikahan kalian! Dan inilah waktu nya yang tepat" kata Ayah.


"Sudah lama yah? Bukan nya dulu cuma rencana pernikahan Vila dan Denis aja ya?" tanya Ferry.


"Iya nak, cuma kami berencana setelah menikahkan Vila dan Denis. Kami akan menikahkan kalian setelah itu" jelas ayah.


"Apa kalian ingin mengenal satu sama lain lagi?" tanya Papi. "Tapi papi rasa kalian sudah cukup mengenal satu sama lain! Jadi tidak ada alasan kalian menolak lagi" ucap papi.


"Bagaimana Ferry, Indah. Apa kalian setuju menikah dalam waktu seminggu lagi?" tanya ayah.


"Ferry setuju saja yah, jujur saja! Ferry juga sudah merasa nyaman terhadap Indah! Tapi kalau Indah nya gak tau deh" kata Ferry sambil melirik Indah. Wajah Indah sudah memerah mendengar pengakuan Ferry.


"Alhamdulillah, bagaimana denganmu nak?" tanya papi.


"Emm Indah juga setuju Pi, Indah juga sudah nyaman kepada kak Ferry" kata Indah malu.


"Yeayy, dek liat uncle udah ada calon Bibi nya! Sebentar lagi kamu bakal punya temen kaya nya" ucap Vila sambil tertawa.


"Apaansi Vil, jangan gitu ih" kata Indah malu. mereka yang melihat wajah Indah yang sudah memerah bak kepiting rebus hanya tersenyum senang.


"Baiklah, kalau begitu semakin gampang kita buat acara nya! Dan cucu kita akan bertambah" kata ayah dengan tersenyum senang.


Kini keluarga mereka diliputi rasa bahagia tiada tara. Mereka berdo'a semoga tidak ada kejadian buruk lagi yang menimpa keluarga mereka seperti kejadian Denis waktu itu.

__ADS_1


Kini mereka sudah kembali ke kediaman masing masing. Begitu juga dengan Vila dan Denis. Mereka sedang bersantai diruang keluarga sambil menonton tv. Tiba tiba ponsel Denis berbunyi tertera nama Viola partner kerja. Ia pun malas mengangkat nya! Namun, Vila memaksa nya untuk diangkat.


"Hallo? Ada apa?" tanya Denis malas, saat sudah mengangkat telpon.


"Hallo pak Denis, apa boleh kita bertemu? Saya ingin membahas tentang proyek kita itu" ucap Viola.


"Dimalam hari begini? Apa tidak ada hari lain lagi?" tanya Denis ketus.


"Maaf pak, kalau mengganggu waktu istirahat bapak. Tapi saya besok akan keluar kota ada masalah yang harus saya urus" kata Viola beralasan.


"Baiklah, dimana kita akan bertemu?" tanya Denis.


"Dihotel xxx pak, kebetulan saya sedang makan malam disini" kata Viola.


"Ah baiklah, saya segera kesana" kata Denis langsung menutup telpon nya.


"Kenapa yank?" tanya Vila.


"Ini ada partner kerjaku sayang, katanya mau ketemu malam ini dihotel untuk membicarakan tentang proyek yang akan kami bangun itu" kata Denis lembut.


"Gak tau yank, kata nya dia lagi makan malam disana" jawab Denis.


"Jadi kamu akan pergi menemui dia yank?" tanya Vila.


"Gak tau yank, memangnya kenapa yank?" tanya Denis balik.


"Firasat aku gak enak yank! Mending kamu gak usah pergi deh! Kasih ke sekretaris kamu aja! Lagian kamu mau tinggalin aku dirumah sendirian? Malam malam lagi" kata Vila dengan cemberut.


"Iya engga lah yank, mana mungkin aku tinggalin istri tercinta aku! Iya aku bakal suruh asistenku aja bertemu dengan dia" kata Denis dengan mencium pucuk kepala Vila.


"Aaa makasi yank, aku cinta kamu" kata Vila langsung mencium bibir Denis sekilas.


"Jangan pancing pancing aku lo yank, nanti malem kamu gak tidur aku buat" kata Denis tersenyum nakal.

__ADS_1


"Ah masa iya sih" ledek Vila dengan mengelus elus junior Denis.


"Fine yank! Aku bakal buat kamu begadang malam ini! Tunggu sebentar" kata Denis langsung menelfon asisten nya. Setelah selesai ia langsung menggendong Vila keatas.


Mereka pun bercinta kembali, setelah selesai mereka tidur dengan saling berpelukan.


Ditempat Viola, ia sedang mengatur strategi bagaimana cara nya agar dia bisa bertemu dengan Denis malam ini.


'Hmm gimana cara agar gue bisa ajak dia ketemu ya' batin nya.


'Ah omongin masalah proyek aja' batin nya lagi. Langsung memencet nomer Denis.


Setelah selesai menelfon, hatinya begitu senang ternyata Denis mau bertemu dengan nya. Dia telah menyiapkan minuman yang telah dicampur dengan obat tidur.


'Malam ini aku akan menjadi milikku Denis' batin Viola sambil tersenyum senang.


Tak lama terdengarlah suara wanita memanggil nya. Dia pun langsung menoleh.


"Permisi bu, maaf saya terlambat" kata Bella asisten Denis.


"Loh kok kamu? Bukan nya saya suruh pak Denis yang kesini ya?" tanya Viola kaget.


"Iya bu, tapi maaf pak Denis tidak bisa! Karena sedang menemani istrinya yang sedang hamil dirumah! Makanya saya yang disuruh bertemu dengan ibu" kata Bella menjelaskan.


'Ah sialan! Tau gini gak bakal mau gue capek capek keluar' umpatnya kesal.


"Jadi apa yang ingin kita bahas tentang proyek bu?" tanya Bella.


"Tidak jadi! Saya sedang tidak enak badan. Saya permisi" kata Viola kesal sambil beranjak dari duduk nya.


"Apa apaan ini? Gak jelas banget sih! Udah capek capek kesini eh tau nya gak jadi" kesal Bella sambil berjalan keluar hotel.


Rencana Viola gagal guys huhuhu. Makanya jadi orang jangan jahat Vi, jadi kena sendiri kan awokwk.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2