Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Minta maaf


__ADS_3

Saat sudah sampai didalam Hotel, Vila langsung mengambil baju ganti sembari masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Denis yang melihat itu hanya diam sambil berfikir.


"Apa dia marah ya sama Gue? Gara gara tadi" gumam Denis sembari menyenderkan badan nya disofa.


"Tapi... " berfikir. "Kenapa juga Gue harus marah dia berkata seperti itu? Itu kan juga keinginan Gue" gumam Vila lagi.


"Duh Gue kok jadi **** gini sih? Kok gaj bisa ngontrol emosi!!" imbuhnya frustasi.


Tak beberapa lama, Vila telah keluar dari dalam kamar mandi. Tanpa melihat Denis sedikit pun. Dan langsung merebahkan dirinya dikasur. Denis yang melihat itu hanya bisa menghela nafas sembari berjalan ke kamar mandi.


"Denis tadi kenapa kaya marah gitu, pas Gue bilang kaya tadi?" gumam Vila menatap langit langit kamar nya.


"Seharusnya dia seneng dong! Gue bilang kaya gitu! Kan itu yang dia katakan kemarin. Jangan harap Gue mau nyentuh Loe" gumam nya lagi sembari menirukan suara Denis.


"Dasar kulkas gak bisa banget pegang kata kata" imbuhnya sembari menutup wajah nya dengan bantal.


Tak butuh waktu lama, Denis telah keluar dari kamar mandi dengan memakai baju santai nya. Dia melihat Vila yang sedang menutup wajah nya dengan bantal. Dia langsung merebahkan tubuhnya disamping Vila. Vila yang merasa kasur goyang dengan cepat mengembalikan bantal nya ketempat semula dan langsung memunggungi Denis.


"Vill" panggil Denis. Vila hanya diam.


"Vill" pangginya lagi. "hm?" sahut Vila.


"Loe marah sama Gue? Gue minta maaf! Gue bener bener gak sengaja" ucap Denis menatap punggung Vila.


"Apa Loe bilang? Gak sengaja? Loe tuh aneh tahu gak! Kenapa juga Loe tiba tiba marah pas Gue bilang kaya tadi? Kan itu keinginan Loe sendiri! Apa Loe lupa? Loe pernah bilang kalau Loe gak akan pernah nyentuh Gue! Tapi apa? Loe malah seenak nya ngambil first kiss Gue" ucap Vila membalikkan badan nya sembari menatap Denis tajam.


"Sorry Vil Gue bener bener gak ngerti! Kenapa tiba tiba Gue gak suka pas Loe bilang kaya gitu! Fine! Gue inget sama kata kata Gue yang itu. Gue bener bener minta maaf" ucap Denis menatap Vila merasa bersalah.

__ADS_1


"Fine Nis! Lupakan aja!" sahut Vila tersenyum getir, sembari memunggungi Denis kembali. Denis hanya diam sembari menatap punggung Vila.


"Jadi bener apa kata Indah! Kalau dia gak pernah pacaran! Pantes aja pas Gue cium tadi, dia diem aja" gumam Denis sembari memejamkan mata nya.


Tak butuh waktu lama mereka telah masuk ke alam mimpi masing masing.


***


Pagi Hari.


Vila terlebih dulu bangun, dan melihat Denis yang tengah memeluk nya erat. Dengan segera Vila langsung melepaskan tangan Denis sembari beranjak menuju kamar mandi.


"Haa~" menghela nafas. "Gue gak ngerti sama perasaan Gue sendiri! Kaya nya Gue udah mulai sayang deh sama tuh sikulkas. Duh kenapa mesti jadi kaya gini sih!" gumam Vila sembari berendam didalam bathup.


"Ingat Vil! Ini hanya pernikahan sementara! Pas dia ketemu sama mantan pacar nya. Dia bakal menceraikan Loe" gumam Vila lagi sembari memejamkan mata nya. Tak terasa air mata keluar. Dia teringat kembali kata kata Denis yang begitu menyakitkan.


Ternyata Denis sedang berada dibalkon kamar sembari menghisap rokoknya. Vila pun tidak mengambil pusing dan langsung duduk didepan meja rias untuk memakai sedikit make up nya. Tapi tiba tiba suara ketukan pintu kamar mereka. Dengan segera Vila membuka nya, ternyata yang datang adalah pelayan hotel sedang mengantarkan makanan.


"Siapa yang mesan Mas? Perasaan saya belum pesan deh" ucap Vila kepada Pelayan tersebut.


"Gue yang pesen, makasi ya Mas" ucap Denis tiba tiba, sembari mengambil makanan tersebut. Vila hanya acuh dan kembali keposisi awal nya.


"Vil makan dulu yuk!" ajak Denis sembari menghampiri Vila.


"Duluan aja Nis!" sahut Vila tanpa menatap Denis.


"Ayo lah Vil! Apa Loe masih marah sama Gue" ucap Denis sembari menatap Vila.

__ADS_1


"Engga! Cuma Gue masih make up an aja" ucap Vila acuh.


"Yaudah kalau gitu, Gue juga gak bakal makan" ucap Denis sembari kembali ke kasur.


"Haa~" menghela nafas. "Yaudah yuk makan" ajak Vila sembari beranjak dari duduk nya. Denis yang mendengar itu langsung bangkit dan tersenyum senang. Mereka pun langsung melahap makanan masing masing.


Setelah selesai makan, Denis langsung mengajak Vila untuk pergi ke Museum Louvre.


"Vil kita ke Museum Louvre yuk" ajak Denis menatap Vila.


"Ayuk! Tapi Loe mandi dulu sana! Jorok banget sih" sahut Vila sembari menutup hidung nya. Denis yang melihat itu, ingin sekali menggoda nya.


"Kenapa Vil? Kok tutup hidung? Bau ya Gue?" tanya Denis sembari mendekati Vila.


"Udah tahu nanya lagi! Buru mandi sana" ucap Vila menutup hidung nya lebih tekan.


"Bau ya? Nih cium cium" ucap Denis sembari mengepitkan wajah Vila diketiak nya.


"Denis apa apaansi! Lepasin gak?" ucap Vila sembari meronta ronta. Saat dia meronta ronta dia tidak sengaja terjatuh dan langsung menindih tubuh Denis. Alhasil mereka menjadi adu pandang.


'Deg deg deg' detak jantung Vila tak beraturan. "Kenapa Gue jadi deg degan gini?" gumam Vila dalam hati.


'Deg deg deg' detak jantung Denis juga tak beraturan. "Duh kenapa nih jantung Gue berdetak kencang gini ya" gumam Denis dalam hati.


"Khemm" deheman Denis. Itu membuat Vila sadar dari lamunan nya.


"Eh" kaget Vila. "Sorry Nis Gue gak sengaja" ucap Vila gugup sembari berdiri. Denis hanya mengangguk sembari berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


Setelah selesai dengan ritual mandi nya, dan langsung memakai pakaian nya. Denis segera mengajak Vila untuk ke Museum Loevre. Mereka langsung keluar dari hotel menuju Museum tersebut.


__ADS_2