
Setelah mereka semua berkumpul diruang keluarga. Papi langsung membuka suara.
"Mungkin Mami sudah membicarakan ini kepada kalian" ucap Papi menatap Vila dan Denis. "Kami para orang tua sudah sepakat untuk membelikan kalian tiket bulan madu ke Paris! Dan besok kalian berangkat" ucap Papi dengan tersenyum.
"Memang besok berangkat nya jam berapaa Pi? Dan kami berada lama disana?" tanya Denis sembari menatap Papi nya.
"Kalian besok berangkat jam 9 pagi! Dan untuk berapa lama nya, kalian berada disana selama 1 minggu" jelas Papi.
"Apaaa?" kaget Vila. "Eh maaf Pi, Mi. Apa itu tidak terlalu lama ya?" ucap Vila mulai tak tenang.
"Tidak sayang... Kalian kan izin nya selama 2 minggu. Jadi kami sepakat kalian berada disana selama 1 minggu" ucap Papi sembari tersenyum.
"Dan untuk hotelnya, Mami sudah memesan kan hotel yang sangat mewah untuk kalian! Jadi kalian tidak perlu repot repot mencari hotel lagi" ucap Mami tersenyum senang.
"Baiklah Mi, kami setuju! Yaudah kalau gitu kita pamit dulu ya Pi, Mi" ucap Denis sembari menatap kedua orang tua nya.
"Kalian mau kemana Nak?" tanya Papi menatap Denis.
"Kita mau jemput barang Pi, kita bakal pindah kesini" ucap Vila sembari tersenyum.
"Oh yasudah kalian hati hati ya Nak" ucap Papi sembari tersenyum.
"Iya Nak, kirim salam buat besan Mami ya" ucap Mami sembari tersenyum.
"Iya Pi, Mi. Assalamu'alaikum" ucap Vila sambil mencium punggung tangan mertua nya.
"Assalamu'alaikum Pi, Mi" ucap Denis sambil mencium punggung tangan orang tua nya.
"Wa'alaikumsalam Nak. Kalian hati hati!" ucap mereka bersamaan.
***
Setelah menempuh perjalanan cukup macet. Vila dan Denis telah sampai di Kediaman Alexander. Dengan segera Vila masuk kedalam.
"Assalamu'alaikum" ucap Mereka saat sudah masuk kedalam sembari mencium punggung tangan Bunda.
"Wa'alaikumsalam sayang... Kalian sudah makan nak?" sahut Bunda saat menghampiri mereka.
__ADS_1
"Sudah Bun! Ayah dimana Bun?" tanya Vila sembari menatap sekitar nya.
"Biasa sayang. Setelah makan siang tadi Mereka kembali kekantor" ucap Bunda menatap Vila. "Eh ayo duduk dulu Nak" ucap Bunda sembari mengajak Mereka untuk duduk.
"Iya Bun" ucap Mereka dan mengikuti apa kata Bunda.
"Ada yang ingin kalian bicarakan sayang?" tanya Bunda saat sudah duduk disofa sembari menatap Vila bergantian dengan Denis.
"Emm... Iya Bun" ucap Vila menatap Denis. Denis hanya mengangguk sembari tersenyum.
"Yasudah apa yang kamu bicarakan sayang? Bicara saja!" ucap Bunda sembari mengusap pelan kepala Putrinya.
"Kami hari ini akan pindah kerumah Mami Bun" ucap Vila dengan mata yang berkaca kaca.
"Ya ampun sayang... Itu memang sudah menjadi kewajiban menantu! Untuk kerumah mertua nya! Jadi kamu gausah sedih gitu" ucap Bunda tersenyum.
"Tapi Bunda gak ada yang temenin! Pasti Bunda bakal Kesepian. Ayah sama Kak Ferry pasti akan sibuk dikantor" ucap Vila dengan meneteskan air mata.
"Loh kok nangis? Bunda gapapa sayang... Ini memang sudah menjadi resiko orang tua untuk melepas Putri nya" ucap Bunda berpura pura tegar.
"Sudah tidak apa apa Nak! Percaya sama Bunda. Mending kamu sekarang kemasin barang kamu! Gak enak loh sama mertua kamu. Pasti Dia sudah menunggu kedatangan menantu kesayangannya" ucap Bunda menepuk punggung tangan Vila. Vila dengan berat hati mengiyakan permintaan Bunda nya dan beranjak meninggalkan Mereka.
"Denis... Bunda titip Putri Bunda sama kamu ya Nak! Jangan buat Dia bersedih! Bunda percaya sama kamu" ucap Bunda menatap Denis.
"Iya Bun, Denis akan menjaga Vila sepenuh hati Denis" ucap Denis dengan percaya diri. "Oh iya Bun, besok kami juga akan ke Paris untuk honymoond. Selama 1 minggu" ucap Denis sembari menatap Bunda.
"Iya sayang... Bunda sudah tahu! Itu kan kado pernikahan kalian dari kami para orang tua" ucap Bunda sembari tersenyum.
"Sebenarnya gausah repot repot Bun! Kita honymoond bisa disini aja kok. Tanpa harus keluar kota" ucap Denis tersenyum canggung.
"Iya Bun, bener apa kata Denis! Kita bisa bulan madu dikamar aja Bun" ucap Vila tiba tiba datang sambil membawa koper. Sontak mereka langsung menoleh ke asal suara.
"Loh tidak bisa begitu dong sayang! Beda lah antara dirumah sama diluar kota" ucap Bunda sembari tersenyum.
"Beda apanya Bun" tanya Vila bingung sembari duduk kembali disamping Bunda nya.
"Sudah lah! Nanti kamu juga paham Nak" ucap Bunda sembari tersenyum.
__ADS_1
"Bunda boleh titip sesuatu gak?" ucap Bunda tersenyum geli.
"Tentu saja Bun! Memang Bunda mau titip apa? Pasti bakalan kita beli" ucap Vila dengan percaya diri. Denis hanya mendengarkan percakapan antara ibu dan anak ini.
"Bunda gak mau yang dibeli! Tapi Bunda mau langsung dari kamu" ucap Bunda tersenyum senang.
"Maksud Bunda apasih? Vila gak ngerti deh" ucap Vila sembari menyerngitkan kening nya.
"Maksud Bunda... Bunda ingin segera menimang cucu sayang! Mertua kamu juga menginginkan hal yang sama" ucap Bunda menatap Vila penuh harap.
"Jlebbb" menelan saliva nya sembari melototkan mata nya. "Apa Bun? Cucu?" tanya Vila terbata bata.
"Iya sayang... Kan itu hal yang wajar untuk orang yang sudah menikah. Jadi, kami para orang tua hanya bisa mendoakan supaya kalian cepat diberi keturunan" ucap Bunda sembari tersenyum menatap mereka secara bergantian.
"Iya Bun... Doain aja ya! Semoga kita cepat diheri keturunan" ucap Denis sembari memeluk pinggang Vila dan tersenyum manis. Vila yang melihat langsung melototkan matanya kearah Denis. Dibalas Denis hanya acuh.
'Dasar kulkas pandai sekali dia berakting' gumam Vila dalam hati.
"Ini hanya sandiwara sayang! Kamu tenang saja!" bisik Denis ditelinga Vila. Membuat Vila langsung merinding.
"Iya sayang... Itu pasti! Kami akan selalu mendoakan yang terbaik untuk rumah tangga kalian" ucap Bunda sembari tersenyum.
"Yasudah kalau gitu Bun, kita pamit dulu ya! Soalnya kita mau packning pakaian untuk dibawa ke Paris. Setelah pulang dari Paris, Vila akan sering kesini ya Bun" ucap Vila beralasan. Dia tidak mau berlama lama membahas perihal cucu.
"Baiklah sayang, kalian hati hati ya" ucap Bunda sembari tersenyum. "Ingat pesan Bunda ya Nak! Pulang dari sana harus bawa kabar bahagia" ucap Bunda lagi.
"Iya Bun, Assalamu'alaikum" ucap Vila mencium punggung tangan Bunda nya.
"Assalamu'alaikum Bunda" ucap Denis mencium punggung tangan mertua nya.
"Wa'alaikumsalam sayang, kalian hati hati!" ucap Bunda Sembari menatap Mereka dengan tersenyum manis. Mereka hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan rumah.
-
-
-
__ADS_1