
"Terimakasih sudah datang! Aku sangat bahagia" ucap Natalia sambil tersenyum manis. "Aku sudah memesan makanan dan minuman kesukaan kamu" ucap Natalia.
"Yasudah ayo makan! Aku tidak ingin berlama lama disini" ujar Ade. Ade sama sekali tidak menaruh rasa curiga terhadap Natalia. Natalia mengangguk kemudian memakan makanan nya.
'Kau telah masuk perangkapku De! Aku tidak akan membiarkanmu lepas kali ini' batin Natalia tersenyum licik.
Setelah selesai makan.
"Bagaimana keadaan istri dan calon anakmu De?" tanya Natalia basa basi.
"Baik" jawab Ade singkat. "Kalau sudah aku pulang dulu" pamit Ade ingin beranjak dari duduknya.
"Duh kepalaku kok pusing banget!" gumam Ade ingin jatuh, Natalia langsung berdiri membantu Ade.
"De kamu ngga papa?" tanya Natalia pura pura khawatir.
"Ngga tau! Kepalaku tiba tiba pusing banget" ucap Ade memegangi kepalanya. Brughh... Ade jatuh pingsan.
"Ayo cepat bawa dia, kekamar yang sudah aku pesan" perintah Adel kepada pelayan disana. Pelayan itu langsung mengangkat tubub Ade menuju kamar.
"Akhirnya, Aku bisa memiliki kamu sayang! Untung saja obat tidur yang aku berikan reaksinya sangat cepat" ucap Natalia tersenyum licik.
***
__ADS_1
Ade membuka matanya, saat merasakan tenggorokannya kering. Ade melihat kesamping, betapa kagetnya dia saat melihat sosok yang disamping nya bukan istrinya. Melainkan mantan terburuknya.
"Apa ini? Apa yang terjadi?" gumam Ade saat melihat dirinya dan Natalia tanpa memakai sehelai benang pun.
"Eghh... Sayang kamu sudah bangun? Kamu sangat liar semalam! Tapi aku sangat menikmati nya" ucap Natalia bangun dari tidur nya. Kemudian memeluk Ade kembali.
"Apa apaan kau ini? Jebakan apalagi yang telah kau buat?" geram Ade kembali memakai pakaiannya yang berserakan dilantai.
"Apa kamu tidak ingat? Kamu telah mengambil keperawananku semalam. Kau begitu menikmati nya! Tapi sekarang kau mengatakan ini jebakanku hiks?" ucap Natalia berakting menangis.
"Apa yang kau katakan? Aku sama sekali tidak menyentuhmu" ucap Ade.
"Jadi ini apa?" tanya Natalia sambil menunjuk bercak darah, diseprai kasur.
"Itu bohong! Kau pasti sudah merekayasa ini semua. Kau benar benar licik" geram Ade.
"Terserah!" ucap Ade kesal, sambil berjalan keluar kamar.
'Akhirnya rencanaku berjalan dengan mulus! Lihat saja Ade, aku tidak akan melepaskanmu' batin Natalia tersenyum licik.
-
"Ahh kepalaku pusing sekali! Apa yang sebenarnya terjadi? Tidak mungkin aku menyentuhnya" gumam Ade masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1
"Astaga... Istriku pasti sedang khawatir!" ujar Ade saat melihat ratusan panggilan tak terjawab diponselnya. Kemudian Ade melajukan mobilnya menuju kediaman nya.
***
"Assalamu'alaikum" ucap Ade memasuki rumah.
"Wa'alaikumsalam! Kamu dari mana aja sih? Kita semua panik nyariin kamu! Terutama istrimu" ucap Mama marah.
"Maaf Ma, Ade semalam tidur dikantor" bohong Ade. "Yaudah Ade keatas dulu, liat Adel ya Ma" ucap Ade berlalu kekamar mereka.
"Kakak dari mana aja sih? Kenapa ngga kabarin aku? Aku kan jadi khawatir, takut kakak kenapa napa hiks" seru Adel menghambur kepelukan Ade.
"Maaf sayang, semalam aku tidur dikantor! Ponselku juga disilent. Aku lupa mengabarimu! Sampai aku ketiduran. Maafkan aku sayang" bohong Ade membalas pelukan Adel.
"Heiii jagoan Papa, kamu baik baik ajakan? Kamu ngga nakal sama Mama kan?" tanya Ade berjongkok didepan perut Adel.
"Papa dahat! Papa udah bikin Mama nanyis kalna mikilin Papa" ucap Adel menirukan suara khas anak anak.
"Papa janji ngga bakal ulangin lagi sayang! Yaudah Papa mandi dulu ya" ucap Ade mencium perut Adel.
"Aku mandi dulu ya sayang! Setelah itu kita sarapan bersama diluar. Kamu pengen makan apa?" tanya Ade.
"Bubur ayam aja Kak, yaudah cepetan mandi sana! Ntar Dede nya ngambek lagi" perintah Adel. Ade mengangguk kemudian berjalan masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
-------------------------------------------------------------
Segini dulu! Capek ngetik suerr!!! Ini semua aku lakuin demi kalian! Kalian jangan lupa untuk like, komentar, vote, rate 5 dan favoritkan ❤❤❤