Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Kesal


__ADS_3

Kini mereka sedang berada dikamar, setelah selesai membersihkan diri masing masing. Lalu, memakai baju santainya dan duduk diatas kasur empuk Denis.


"Memang besok kamu sudah mulai masuk kuliah lagi yank?" tanya Denis menatap Vila. Kini posisi Denis sedang berbaring dipangkuan Vila.


"Iya sayang, toh besok kamu juga masuk kantor lagi kan?" jawab Vila sambil memainkan rambut Denis.


"Iya sayang, soalnya banyak kerjaan aku yang menumpuk setelah seminggu aku tidak masuk" sahut Denis tersenyum.


"Ya sama dong kaya aku! Aku juga banyak tugas kuliah yang menumpuk yank" jawab Vila tersenyum.


"Yaudah..., tapi kamu tidak boleh bertemu dengan sicurut itu" pinta Denis dengan cemberut.


"Ya ampun sayang...., nama dia itu Ricko loh! Bukan curut. Kamu suka sekali ganti ganti nama orang" tegur Vila sambil tertawa melihat wajah Denis.


"Aku serius sayang... Aku gak suka kamu bertemu dengan dia" ujar Denis menatap Vila.


"Kita ketemu karena kita satu kampus sayang, aku gak pernah janjian buat ketemu sama dia. Lagian kamu tenang saja, hati aku sudah dipenuhi dengan nama kamu" jawab Vila dengan tersenyum manis.


"Iya sayang, aku percaya sama kamu. Maafin aku! Kamu pasti risih dengan sikap aku yang kaya gini kan?" tanya Denis dengan sendu.


"Akhir akhir ini, kamu tuh ngomong suka ngelantur deh. Yang ini lah yang itu lah, tebakan kamu salah sayang. Aku sama sekali tidak risih dengan sikap kamu yang kaya gini! Malah aku merasa bahwa kamu cemburu itu, tandanya kamu sangat mencintai aku" jelas Vila menatap Denis dengan lembut.

__ADS_1


"Ya aku takut saja kalau kamu tidak suka dengan sikap aku yang kaya gini. Terus kamu berpaling dari aku. Aku sangat takut kalau kamu bakal tinggalin aku" seru Denis manja. Dan langsung membenamkan wajah nya diperut Vila sambil melingkarkan tangan nya dipinggang Vila.


"Itu tidak akan pernah terjadi sayang! Kita harus saling percaya satu sama lain" jawab Vila dengan mengusap usap kepala Denis.


"Iya sayang, yaudah sekarang kita tidur yuk" ajak Denis langsung membaringkan badan nya disamping Vila. Vila mengangguk dan langsung membaringkan tubuhnya juga. Dengan cepat Denis langsung memeluk nya dan Vila menenggelamkan wajahnya didada Denis.


'Ya allah, semoga rumah tangga kami akan baik baik saja, dikemudian kelak' gumam Vila dalam hati.


'Mudah mudahan apa yang ku takutkan tidak terjadi, biarkan kami seperti ini terus ya allah, semoga engkau cepat memberikan kami keturunan. Buah cinta antara kami" gumam Vila lagi. Setelah mengatakan itu dia langsung masuk kedunia mimpi nya.


***


Vila terbangun dari tidur nya, karena suara ketukan pintu dari arab luar. Dengan segera dia bangkit. Lalu, membukakan pintu.


"Maaf sayang, Mami ganggu waktu tidur kalian. Tapi hari sudah sore, apa kalian tidak mandi? Karena nanti kita akan makan malam bersama nak. Dan juga sebentar lagi Papi juga pasti pulang" seru Mami menatap Vila.


"Ah tidak perlu minta maaf Mi, seharusnya Vila lah yang meminta maaf! Karena Vila tidur sampai sore begini. Dan tidak membantu Mami untuk memasak" sahut Vila merasa tidak enak.


"Tidak apa apa sayang, kamu kan baru pulang dari perjalanan jauh. Tidak usah merasa tidak enak begitu! Mami ini kan sekarang orang tua kamu. Jadi tidak usah begitu ya sayang" ucap Mami dengan lembut sembari tersenyum.


"Tapi tetap saja Mi, Vila kan menantu dirumah ini. Vila minta maaf! Lain kali Vila tidak akan mengulangi nya lagi" kata Vila dengan serius.

__ADS_1


"Ya ampun sayang, Mami bilang tidak apa apa nak! Yasudah sekarang kamu bangunin tuh suamimu ya. Mami kebawah dulu! Jangan lupa turun untuk makan malam ya nak" ucap Mami sembari berjalan menuruni tangga. Vila hanya mengangguk dan tersenyum canggung.


"Duh, **** banget sih gue! Tidur kok tidur mati" gumam nya dengan mengerutuki kebodohan nya sendiri. lalu, menutup pintu kembali.


"Kamu kenapa sayang? Kok ngomel gitu?" tanya Denis menatap Vila.


"Eh" kaget. "Kamu sudah bangun? Ini yank... Aku tidur sampai sore gini. Sampai sampai aku gak bantuin Mami masak untuk makan malam" kata Vila merasa bersalah.


"Sudah tidak apa apa sayang! Mami kan pasti juga ngerti" sahut Denis dengan lembut.


"Iya Mami memang ngerti, tapi aku nya yang gak tahu diri. Udah jadi mantu tapi tidak tahu diri pula, tidur seenak jidat saja" kata Vila dengan mengerutuki kembali kebodohan nya.


"Ssttt kamu ngomong apasih yank. Kita tuh baru pulang dari perjalanan jauh, jadi ya wajar saja kalau kita tidur sampai jam segini" ucap Denis menenangkan. "Kalau kamu merasa tidak enak, lain kali jangan kamu ulangi lagi ya" pinta Denis dengan lembut.


"Tuh kan kamu malah nyalahin aku" kata Vila dengan cemberut.


"Aku tidak nyalahin kamu sayang" jawab Denis menggeleng kan kepala nya.


"Tau ah, kamu nyebelin" kesal Vila langsung masuk kedalam kamar mandi.


"Ya allah, dia kenapa? Kok dia jadi kesel sama aku, padahal udah aku bilang tidak apa apa. Tapi, dia saja yang ngotot nyalahin dirinya sendiri. kadang sifatnya dewasa dan kadang juga anak anak" gumam nya sambil mengacak rambutnya frustasi.

__ADS_1


__ADS_2