Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Memilih cincin pernikahan


__ADS_3

Keadaan didalam mobil sangat hening. Tiba tiba ponsel Adel berdering tertera nama "Reyhan" dengan tersenyum Adel langsung menggeser tombol hijau.


"Hallo Rey" ucap Adel.


"Hallo Del, kamu lagi dimana?" tanya Reyhan.


"Mmm... A-aku lagi diluar Rey, kenapa?" jawab Adel gugup. Seraya bertanya balik.


"Oh gitu, nanti malam kamu ada waktu ngga?" tanya Reyhan.


"Memangnya kenapa Rey?" tanya balik Adel.


"Mm aku mau ajakin kamu keluar, sekalian kita makan malam. Gimana?" ucap Reyhan.


"Hmmm... Yaudah iya, nanti malem aku tunggu kamu ya! Aku tutup dulu, byee" ucap Adel sambil menutup panggilan nya.


Setelah selesai telfonan dengan Reyhan, Adel langsung tersenyum sendiri. Membuat Ade bingung.


"Lo kenapa senyum senyum gitu?" tanya Ade menatap Adel sekilas.


"Ngga papa!" jawab Adel.


"Siapa yang telfon?" tanya nya lagi.


"Reyhan" jawab Adel.


"Dia bilang apa?" bertanya lagi.


"Dia ngajak aku makan malam dan jalan jalan" ucap Adel dengan tersenyum senang.


"Ngga bole!" larang Ade. Adel langsung menatap Ade dengan tatapan jengkel.


"Siapa lo ngatur ngatur gue!" kesal Adel.


"Calon suami lo!" jawab Ade santai.


"Baru calon! Dan apa lo ngga ingat, apa persyaratan yang lo ucapkan kemarin? Apa perlu gue ingetin lo lagi?" kata Adel. Ade langsung bungkam mendengar itu. Benar saja ia kemarin mengatakan kalau mereka tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing masing.

__ADS_1


'Ah shitt!! Gue lupa lagi, kenapa juga gue mesti larang larang dia' umpat Ade dalam hati.


Beberapa menit kemudian.


Mereka telah sampai diToko Mas terbesar dipusat kota Bandung.


"Selamat siang Tuan, Nona. Ada yang bisa saya bantu?" ucap salah satu karyawan disana.


"Selamat siang mba, kami ingin memilih cincin untuk pernikahan" ucap Adel ramah.


"Perlihatkan cincin terbagus di Toko ini!" perintah Ade.


"Baiklah Tuan, Nona. Sebentar saya ambilkan dulu" ucap karyawan berjalan kedalam. Mengambilkan beberapa cincin terbagus diToko mereka.


"Ucapan lo ngga sopan banget sih! Dia itu lebih tua dari kita. Seharusnya lo bisa bersikap lebih sopan" ucap Adel, kesal dengan sikap Ade.


"Cerewett amat sih lo! Berisik tau ngga!" ucap Ade.


"Ini Tuan, Nona. Silahkan dipilih! Semoga kalian suka" ucap karyawan sambil memperlihatkan cincin yang dibawa nya.


"Terimakasih mba" ucap Adel ramah. Sambil melihat lihat cincin tersebut. Tiba tiba mata nya menangkap cincin yang sangat indah menurutnya. Dan langsung memberitahukan kepada Ade.


Ade diam bukan tidak mau menjawab, melainkan kagum dengan sikap ramah Adel.


"Gue nanya nih! Bukan nya dijawab malah diem" kesal Adel.


'Ya Allah balik lagi sikap kasarnya' batin Ade. 'Baru juga dipuji dalam hati'.


"Iya Del bagus kok, yaudah mba bungkusin ini ya" perintah Ade.


"Sebentar Tuan, Nona." ucap karyawan sembari membungkus cincin tersebut.


Setelah selesai menbayarnya, mereka mengucapkan terimakasih. Lalu, meninggalkan Toko tersebut.


"Del gue laper, kita makan dulu!" perintah Ade.


"Gasqeun kak, gue juga laper" kata Adel.

__ADS_1


***


"Pesan apa?" tanya Ade kepada Adel.


"Samain aja kak" jawab Adel dengan tersenyum. Ade mengangguk dan langsung memanggil waiters untuk memesan makanan.


"Kak, aku cuma mau nanya nih, bukan mau ikut campur ya" kata Adel. "hm" balas Ade.


"Pacar kakak itu model terkenal ya?" tanya Adel santai. Ade yang mendengar Adel menanyakan tentang hubungan nya dengan Natalia, langsung menatapnya dengan penuh tanda tanya.


"Dari mana lo tau?" tanya nya sambil menyerngitkan kening nya.


"Berarti benar! Itu bukan?" tanya Adel sambil menunjuk kesalah satu meja disana. Ade langsung menoleh kearah yang ditunjuk oleh Adel. Dan benar saja! Dia adalah Natalia, yang sedang duduk bermesraan dengan seorang pria agak tua. Rahang Ade mengeras menahan marahnya. Dan langsung menghampiri meja dimana Natalia berada. Adel langsung mengikuti nya.


"Oh jadi ternyata benar! Apa yang dikatakan Aurel sama aku berkali kali. Tapi aku masih aja tetap ngeyel ngga percaya" ucap Ade menahan marahnya. Natalia kaget mendengar suara itu, ia langsung melepas tangannya dari genggaman pria itu. Lalu, beranjak dari duduknya dan menatap ke asal suara.


"Sa-sayang, kamu salah paham! Ini tidak seperti yang kamu kira" sangkal Natalia.


"Salah paham kamu bilang? Jadi apa maksud dari kalian pegangan tangan barusan?" bentak Ade.


"I-itu... Mmm dia hanya produser, yang akan merilis pemotretan aku selanjutnya" ucap Natalia.


"Oh jadi selama ini, kamu hanya memanfaatkan wajah dan tubuhmu saja! untuk mendapatkan kontrak pemotretan?" tanya Ade.


"Engga sayang! Itu sama sekali ngga bener!" sangkal Natalia. "Dia siapa sayang? Kok kamu sama dia?" tanya nya sambil menunjuk Adel.


"Aku? Aku adik sepupu nya Mba" jawab Adel cepat. Takut takut kalau Ade mengatakan bahwa ia adalah calon istrinya. Ia tidak mau masuk kedalam urusan diantara mereka.


"Bukan urusanmu! Dan stop panggil aku sayang! Diantara kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi. Kita putus!!" ucap Ade berjalan meninggalkan mereka.


"Sayang... Kamu salah paham! Plis kita selesaiin dengan baik baik yank! Jangan kaya gini" pinta Natalia sambil menggenggam tangan Ade.


"Kita udah selesai! Jangan panggil panggil aku sayang lagi!" ucap Ade sambil menghempaskan tangan Natalia. Dan melanjutkan jalan nya.


"Mba sih, pake ketahuan segala selingkuhnya! jadi putuskan. Lain kali main cantik dong mba" kata Adel terkekeh dan berlari kecil mengejar Ade. Natalia yang mendengar itu langsung mendegus kesal.


"Kak kita belum makan loh! Masa udah pulang aja" kata Adel mengejar Ade.

__ADS_1


"Kita makan ditempat lain! Gue ngga mood makan disana" ucap Ade.


__ADS_2