Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Pindah rumah


__ADS_3

Pagi hari dikediaman Wijaya


Vila terlebih dulu bangun, dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badan nya. Setelah selesai dia melihat Denis yang masuk nyenyak dalam tidur nya. Ia langsung turun kebawah untuk memasak sarapan pagi.


"Selamat pagi Mam, Vila bantuin ya" pinta Vila saat sudah berada didapur dan melihat sang mertua sibuk berkutat didapur.


"Pagi sayang, gausah sayang! Kamu kan harus susun baju kalian buat pindahan" ujar Mami dengan tersenyum.


"Tidak apa apa Mi, Nanti Vila bisa susun baju nya sebentar. Sekarang Vila bantuin Mami masak dulu" kata Vila dengan tersenyum, dan langsung mengambil bahan yang ingin ia masak didalam kulkas.


"Non cari apa? Biar bibi bantu" tanya bibi menatap Vila.


"Tidak apa apa bi, Vila bisa ambil sendiri kok" jawab Vila dengan tersenyum.


"Sudah bi, biarkan saja! Menantuku itu memang sangat keras kepala" kata Mami dengan menatap Vila gemas. Vila hanya membalas nya dengan senyuman termanis nya.


Beberapa saat kemudian


Mereka telah selesai dengan masakan masing masing. Vila memasak Sambal ikan goreng dan sayur nya sayur tumis kangkung. Sedangkan Mami Gulai ayam sama kentang.


"Ayo kita bangunkan suami kita nak" ajak Mami dengan tersenyum.


"Tapi Vila ingin menghidangkan makanan nya dimeja makan Mi" kata Vila sembari ingin berjalan mengambil piring dan diletakkan diatas meja.


"Tidak apa apa Non, biar bibi saja" pinta bibi menatap Vila.


"Baiklah bi, terimakasih" kata Vila dengan tersenyum, dan melenggang meninggalkan dapur.


Kamar Denis


Setelah Vila sampai, ia langsung membuka gorden jendela. Lalu, membangunkan Denis.


"Sayang, ayo bangun! Mandi sana! Kita mau sarapan bersama dibawah" kata Vila dengan menguncang badan Denis.

__ADS_1


"Umm" menggeliat. "Iya sayang" kata Denis sambil meregangkan otot otot nya. "Kamu sudah mandi?" tanya Denis sambil duduk menatap Vila.


"Sudah sayang! Aku juga sudah selesai masak. Udah buruan kamu mandi sana! Yang lain udah nungguin dibawah" perintah Vila sambil tersenyum.


"Iya baiklah" beranjak dari kasur. "Cupp, morning kiss sayang" ucap Denis langsung berlari ke kamar mandi. Vila hanya geleng geleng kepala melihat tingkah konyol sang suami.


"Aku tunggu kamu dimeja makan ya, baju kamu udah aku siapin diatas kasur" teriak Vila kearah kamar mandi.


"Iya sayang" ucap Denis dibalik kamar mandi. Vila langsung turun kebawah.


Meja makan


Semua orang sudah berkumpul kecuali Denis. Vila langsung menyapa mertua dan adik ipar sekaligus sahabat nya.


"Selamat pagi Papi, Mami, Indah" sapa Vila menatap mereka secara bergantian dengan tersenyum.


"Pagi sayang, ayo duduk" perintah Papi dengan tersenyum. Vila mengangguk dan tersenyum.


"Denis udah bangun kok Mi, dia lagi mandi. Sebentar lagi juga turun" kata Vila dengan tersenyum. Mami hanya mangguk mangguk dan tersenyum.


"Pagi kakak ipar, kakak makin hari makin sexsi aja ya hihi" canda Indah dengan tertawa pelan.


"Ah kamu bisa saja adik ipar hihi" kata Vila dengan tertawa pelan. Indah hanya bisa menahan tawa nya melihat wajah Vila yang sudah memerah.


'Dasar loe Ndah, suka banget godain gue! Untung didepan mertua, kalau gak udah gue sate loe!" gumam Vila dalam hati menatap Indah tajam. Indah hanya tersenyum melihat nya, sambil mengisyaratkan dua jari nya berbentuk V.


"Hai semua selamat pagi" sapa Denis saat sudah berada dimeja makan.


"Pagi sayang, ayo duduk" perintah Mami menatap Denis dengan tersenyum. Denis hanya mengangguk sembari duduk disamping Vila.


"Pagi nak, yaudah ayo kita makan!" perintah Papi dengan tersenyum.


"Eh bentaran deh Pi, kaya nya ada yang lagi mandi basah nih hihi" ledek Indah sambil melihat rambut kakak nya basah, dengan tertawa. Wajah Vila sudah memerah karena malu dengan ucapan Indah. Yang lain hanya tersenyum.

__ADS_1


"Makanya nikah! Biar tau rasa nya mandi basah itu gimana" ledek Denis balik. "Iya kan sayang" tanya Denis dengan mendaratkan tangan nya dipinggang Vila. Wajah Vila sudah memerah.


"Ckckck" Indah berdecak kesal. "Kakak ledek gue itu mulu deh! Kalau udah ada jodohnya juga, Indah bakal nikah tau" kata Indah dengan cemberut.


"Ah sudah sudah, kenapa kalian jadi ribut? Dan kamu tenang saja Indah, jodoh kamu sudah Papi atur. Tinggal tunggu tanggal main nya aja" kata Papi dengan tersenyum.


"Haa" kaget. "Papi juga mau jodohin aku gitu?" tanya Indah menatap Papi nya. Papi hanya menggidikkan bahu nya.


"Sudah la! Ayo kita makan dulu, nanti makanan nya keburu dingin" perintah Mami sembari mengambilkan makanan untuk suami nya. Begitu pula, dengan Vila.


Beberapa saat kemudian


Mereka telah selesai makan. Papi langsung pamit berangkat ke kantor, begitu juga dengan Indah, dia juga berangkat kuliah. Denis hari ini tidak berangkat ke kantor, karena hari ini mereka akan pindah rumah, kerumah baru mereka. Vila juga sudah izin untuk tidak masuk kuliah.


Kini mereka sedang mem-packning barang bawaan mereka, untuk dipindahkan, kerumah baru. Setelah semua selesai mereka langsung pamit ke Mami nya.


"Mi kita pamit dulu ya, Assalamu'alaikum" pamit Denis dengan mencium punggung tangan Mami nya.


"Kita pamit Mi, Assalamu'alaikum" pamit Vila dengan memeluk mertua nya. Lalu, mencium punggung tangan nya.


"Iya sayang Wa'alaikumsalam, kalian hati hati ya! Kamu jangan lupa selalu main kerumah Mami ya sayang" pinta Mami dengan membalas pelukan Vila.


"Pasti Mi" kata Vila dengan tersenyum manis.


Mereka langsung berlalu meninggalkan rumah Mami nya.


-*Like 👍


-Comment 😊


-Vote 😉


-Favorite kan ❤ supaya kalian dapat notifikasi dari ceritaku. Seeyou and byeee* :')

__ADS_1


__ADS_2