Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Siapa pelaku nya?


__ADS_3

Sore hari, pukul 16:00.


Vila dengan riang nya memakai baju kaos dan celana training nya untuk melakukan joging mereka.


"Yank udah siap belum? Lama amat sih" panggil Denis dari luar kamar.


"Apasi yank, berisik amat! Iya iya aku udah siap" jawa Vila sambil berjalan keluar kamar. "Yaudah yuk berangkat" ajak Vila dengan berjalan duluan.


Mereka pun segera meninggalkan rumah, menuju tempat dimana mereka akan melakukan joging.


Sedangkan ditempat Ricko.


Ricko juga sudah bersiap ingin melakukan joging. Ia pun menuju dimana tempat biasa ia joging.


Tempat joging.


Vila dan Denis sudah lari 1 kali putaran. Sedangkan Ricko baru saja sampai dan akan melakukan pemanasan setelah itu lari.


"Yank itu ada ice cream, beliin dong" pinta Vila sambil menunjuk kearah tukang ice cream disebrang mereka.


"Yaudah, bentar ya! Kamu tunggu sini! Jangan kemana mana" perintah Denis dengan mengusap kepala Vila dan beralih keperutnya. "Sayang, bentar ya nak! Papa beliin ice cream untuk kamu dan mama dulu" kata Denis sambil berjongkok didepan Vila dengan mengusap perut Vila yang sudah buncit itu.


"Iya papa, buruan sana! Dedek udah gacabal lo" kata Vila menirukan suara anak kecil. Denis hanya tersenyum lalu menyebrang ketukang ice cream tersebut.


Ternyata Clara melihat semua adegan Romantis mereka. Dengan hati yang terbakar api cemburu.


"Cih, awas aja lo Vil, lo harus mati!" kata nya sambil tersenyum devil. Sekarang ia tengah berada didalam mobil nya untuk menjalankan aksinya.


"Jalankan misi!" kata nya lagi sambil menancap gas mobilnya ingin menabrak Vila.


Sedangkan Ricko, ia tak sengaja menangkap sosok seseorang yang sangat ia cintai.


"Itu Vila bukan ya?" tanya nya dalam hati sambil mempertajam pengelihatan nya.


"Iya, itu Vila! Dia kok sendiri ya? Suami nya mana?" tanya nya lagi sambil memperhatikan sekitar. "Oh itu suaminya lagi beli ice cream" kata nya sambil tersenyum kecut.


Saat Denis ingin kembali kearah Vila, namun mata nya membulat sempurna saat melihat ada mobil yang melaju kearah Vila. Dengan cepat dia langsung berlari kearah Vila.


"Vilaaaaa awasssss!! Brughhh" teriak Denis langsung berlari mengganti posisi Vila. Alhasil Denis lah yang tertabrak oleh mobil Clara.


Clara yang melihat menabrak Denis langsung mengumpat kesal.


"Ah brengsek! Kenapa mesti lo sih Nis" kata nya langsung melajukan mobil nya.

__ADS_1


"Denisssss" teriak Vila sambil menangis dan langsung memangku kepala Denis.


Ricko yang melihat itu terkejut, dan langsung memfoto plat mobil tersebut. dan buru buru memanggil ambulance


"Denis bangun! Kenapa kamu ngelakuin ini hiks hiks hiks" kata Vila sambil menangis dan mengusap pipi Ricko.


"Stttt kamu ga boleh nangis kaya gitu Vil! Aku ngelakuin ini karena aku cinta sama kamu! Aku rela berkorban demi kamu uhuk uhuk" kata Denis dengan terbata bata dan berbatuk darah.


"Denis, kamu harus kuat!" kata Vila sambil menangis tersedu sedu. Ricko langsung mengusap punggung Vila untuk menenangkan nya.


Tak butuh waktu lama, ambulance pun tiba! Dengan segera mereka membawa Denis masuk kedalam.


"Sayang kamu harus bertahan hiks hiks hiks" pinta Vila semakin menangis.


"Kamu gak boleh nangis sayang! Ingat aku selalu ada untuk kamu! Aku selalu mencintai kamu!" kata Denis sambil tersenyum. "Sayang jagain mama kamu! Papa akan selalu jagain kalian dari surga sana" kata Denis sambil mengusap perut Vila yang sudah buncit itu.


"Kamu gaboleh ngomong kaya gitu! Kita rawat anak kita sama sama. Kamu harus bertahan! Ingat ada anak kamu yang sedang aku kandung hiks hiks hiks" kata Vila.


"Ric, gue tau lo cinta kan sama Vila? Gue titip Vila sama lo ya! Gue yakin lo pasti bisa jaga dia dan calon anak gue" kata Denis dengan menatap Ricko.


"Gak! Aku gamau! Aku mau nya kamu! Kita sama sama ngerawat anak kita hiks hiks hiks. Kamu gaboleh ngomong kaya gitu" kata Vila dengan memeluk Denis yang sudah berlumuran darah.


Tak butuh waktu lama mereka telah sampai dirumah sakit medical. Dengan segera para suster langsung membawa Denis menuju ruang oprasi.


"Tapi dia suami saya sus! Saya ingin mendampingi nya! Dia pasti butuh saya hiks hiks. Tolong selametin suami saya sus" kata Vila sambil menangis.


"Iya mba, kami akan berusaha semampu kami, baiklah kami permisi" kata suster sambil berjalan masuk kedalam ruang oprasi


"Udah Vil! Tenangin diri lo! Ingat lo sekarang sedang mengandung anak kak Denis" kata Ricko sambil mengusap punggung Vila.


"Gu-gue takut dia kenapa napa Ric, hiks hiks" kata Vila sambil memeluk Ricko.


"Stttt lo gak boleh ngomong kaya gitu! Kak Denis pasti selamet kok" kata Ricko membalas pelukan Vila. "Lo ga telfon keluarga lo? Kabarin mereka kalau Denis kecelakaan" perintah Ricko melepas pelukan nya dan menatap Vila.


Vila mengangguk dan langsung mengambil ponsel nya disaku celana nya. Setelah memberi kabar kepada keluarga nya Vila langsung menyimpan kembali ponselnya.


"Makasih ya Ric, udah mau nolongin gue" kata Vila sambil menatap Ricko.


"Ini udah tugas gue, sesama manusia emang harus saling tolong menolong Vil" kata Ricko dengan tersenyum tulus.


Tak butuh waktu lama, keluarga beserta para sahabat mereka sudah tiba dirumah sakit dengan tergopoh gopoh.


"Bagaimana keadaan Denis sayang?" tanya mami menatap Vila.

__ADS_1


"Denis masih ditangani sama dokter mi hiks hiks hiks, Vila takut Denis kenapa napa mi" kata Vila langsung memeluk mertua nya dengan menangis tersedu sedu.


"Sttt sudah sayang, positif thingking saja! Denis pasti tidak kenapa napa" kata bunda dengan memeluk putri nya.


"Iya sayang, kamu gaboleh nangis! Ingat kondisi kamu" kata ayah dengan menatap Vila.


"Ini semua gara gara Vila Mi, Bun, Yah, Pi. Vila yang ngajak Denis buat joging hiks hiks" kata Vila.


"Stttt kamu gaboleh ngomong kaya gitu sayang! Ini semua adalah musibah! Kita tidak bisa menghindarinya" kata papi dengan mengusap kepala menantu nya.


"Kamu siapa nak?" tanya ayah dengn menatap Ricko.


"Saya Ricko om, temen Vila sewaktu kuliah dulu" kata Ricko sambil tersenyum.


"Oh, jadi kamu juga sedang joging tadi?" tanya ayah lagi.


"Iya om, dan saya melihat Vila sedang berdiri ditepi jalan. Saya kira dia sendiri, ternyata kak Denis sedang membeli ice cream. Namun, tiba tiba saya melihat ada mobil yang melaju kearah Vila saya ingin berlari menghampiri Vila, namun kak Denis sudah duluan menghampiri Vila. Alhasil kak Denis lah yang ditabrak mobil itu" kata Ricko dengan menjelaskan kejadian nya.


"Baiklah, apa kamu ingat plat mobilnya nak?" tanya ayah.


"Iya om, saya gak ingat! Cuma saya foto plat nomernya, ini om" kata Ricko sambil menyodorkan ponselnya. Ayah langsung melihatnya dan menyuruh seseorang untuk melacaknya.


"Baiklah nak, terimakasih atas bantuanmu. Seperti nya kamu lelah! Pulanglah nak. Sekali lagi terimakasih" kata ayah dengan tersenyum.


"Iya om sama sama, kalau begitu saya permisi dulu! Om, tant" pamit Ricko dengan tersenyum manis.


"Iya sayang, kamu hati hati ya nak" kata Bunda dengan membalas senyuman nya. Ricko mengangguk lalu, berjalan meninggalkan mereka.


"Ferry kamu juga anterin Vila pulang! Lihatlah baju nya sudah berlumuran darah! Mungkin dia juga belum makan" perintah ayah dengan menatap Ferry.


"Tidak! Vila tidak ingin pulang Ayah! Vila ingin menunggu suami Vila sampai ia sadar" kata Vila dengan menolak.


"Tidak sayang! Kondisimu cukup lemah! Ayah tidak ingin kamu dan calon anakmu kenapa napa! Setelah kamu bersih dan makan kamu boleh datang kesini lagi untuk melihat keadaan suamimu nak" kata ayah dengan mengusap kepala Vila.


"Tapi.... " ucapan Vila terpotong.


"Sudah sayang! Apa yang dikatakan ayah kamu benar! Suamimu pasti akan baik baik saja" kata Bunda tersenyum menatap Vila.


"Gue ikut temenin lo Vil" kata Indah tersenyum tulus. Para orang tua yang mendengar itu langsung tersenyum senang.


Vila hanya bisa pasrah dan berjalan mengikuti kakaknya untuk pulang kerumah. Indah juga ikut bersama mereka.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2