
Setelah selesai makan malam dalam suasana hening. Kami pun disibukkan dengan ponsel masing masing. Aku tidak berani menyapa Kak Ade, karena dia masih marah padaku. Aku juga bingung harus berbuat apa, agar Kak Ade tidak marah lagi kepadaku. Saat aku membuka ponsel, ada banyak sekali notifikasi pesan dan panggilan tak terjawab. "Ah sebaiknya aku memberi kabar terlebih dahulu kepada Mama, aku kan belum memberi kabar kalau kami sudah sampai" kataku sambil mengetikkan sesuatu.
"Ma, maaf baru kasih kabar! Adel baru aja megang hp! Kami sudah sampai dengan selamat disini Ma" pesanku kepada Mama.
"Iya sayang, tidak apa apa! Mertuamu juga sudah memberi kabar kalau kalian dari tadi sudah sampai. Dan suamimu yang memberitahukannya" balas Mama.
"Syukurlah Ma, yaudah met istirahat Ma" balasku.
"Iya sayang, kalian juga ya" balas Mama. Aku hanya membaca pesan terakhir dari Mama. Dia beralih membalas pesan dari Reyhan.
"Adel, kamu kemana aja sih? Kok aku telfon nomer kamu ngga aktif".
"Kamu ngga papa kan? Kasih kabar aku, aku khawatir sama kamu Del".
"Duh Del, kok belum dibales juga sih! Kamu tambah bikin aku khawatir. Kamu juga udah 3 hari ngga masuk kuliah! Saat aku kerumah kamu, rumahmu kosong! Yang ada hanya pembantu. Saat aku bertanya kamu dimana, bibi malah jawab tidak tau". isi pesan Reyhan.
"Astagaa... Rey, segitunya kamu khawatir sama aku! Aku baik baik aja kok. Oh iya maaf! Aku ngga kasih kabar sama kamu, aku lagi ada urusan Rey. Jadi selama seminggu aku ngga akan masuk kuliah dulu" balasku sambil tersenyum sendiri.
"Ah syukurlah kamu sudah membalas pesanku! Aku sangat khawatir padamu. Kamu ada urusan apa sampai selama itu Del? Kamu ngga kasih tau aku juga" balasnya lagi.
"Terimakasih sudah mengkhawatirkanku! Aku minta maaf, karena ini urusan keluarga yang sangat mendadak. Jadi aku lupa mengabarimu" balasku berbohong.
"Yasudah tidak apa apa! Cepat kembali aku selalu menunggumu" balasnya lagi.
"Iya Rey, aku pasti akan cepat kembali! Yasudah aku tidur dulu ya. Byee" balasku.
'Kau memang sudah aku anggap seperti sahabatku sendiri Rey, kau begitu baik dan perhatian kepadaku" gumamku sambil tersenyum.
__ADS_1
Kini aku beralih lagi membuka pesan dari Aurel, yang tak lain sahabatku.
"Hai sayangku, jangan lupa kado yang aku berikan kamu pake ya! Kalau kamu tidak pake, berarti kamu tidak menghargai kado dariku" isi pesan Aurel.
"Iya iya sahabat bawelku, aku akan memakainya malam ini juga" balasku.
"Ah terimakasi, baiklah selamat bersenang senang" balas nya. Aku hanya membaca nya saja.
'Baiklah, aku akan mengganti pakaianku! Lalu, bergegas untuk tidur, aku sudah sangat mengantuk' gumamku sambil beranjak dari kasur, sambil mengambil kado dari Aurel.
***
"Loh baju nya kok kaya gini? Minim banget! Kelihatan dong lekuk tubuhku" gumamku sambil menatap seluruh tubuhku dicermin didekat westafel.
"Ah sudahlah, mungkin Aurel tidak ingin aku kepanasan disini! Makanya dia membelikanku kado seperti ini" gumamku sambil berjalan keluar kamar mandi dengan santainya.
Mata Ade mulai dilanda kantuk, dan iya segera beranjak dari sofa ingin menuju ke kasur. Namun, langkah nya terhenti saat melihat istrinya didepan meja rias hanya dengan menggunakan lingrie. Dengan susah payah ia menelan salivanya, saat melihat lekuk tubuh Adel yang sangat menggairahkan.
Tanpa sadar, ia langsung memeluk Adel dari belakang. Menyimpan wajahnya disela sela leher Adel. Dan sesekali menggigitnya pelan.
"Kak, sakit tau! Kenapa digigit sih" ucapku kesal.
"Kamu kenapa pake baju kaya gini? Mau menggodaku ya?" tanya nya dengan nafas memburu.
"Menggoda? Menggoda apa maksudnya?" tanyaku heran, sambil berdiri. "Muka kakak kenapa tegang gitu? Memerah lagi. Kakak pengen buang air besarya?" tanyaku polos.
"Kenapa kamu pake baju ini?" tanya nya lagi.
__ADS_1
"Ini kado dari Aurel kak, nanti kalau ngga aku pake, dia bilang aku ngga ngehargain kado dari dia! Yaudah aku pake aja, jujur aja, aku sangat risih memakai baju seperti ini kak" ucapku sambil cemberut.
Tanpa aba aba, Kak Ade langsung menyatukan bibirnya ke bibirku. Aku tersentak kaget, dan ingin melepaskan. Namun, tenaganya lebih kuat dari pada aku. Aku pun hanyut dalam permainannya. Tak terasa kami telah berada diatas ranjang, tidak memakai sehelai benang pun. Kak Ade menatap tubuh polosku dari atas sampai bawah. Aku sigap langsung menyilangkan kedua tanganku didadaku. Dan aku menarik selimut untuk menutupi area bawahku.
Namun, dia malah menarik tanganku beserta selimut yang ingin menempel ditubuhku. Dia mulai bermain main diseluruh tubuhku, dan meninggalkan beberapa bekas kepemilikannya disana. Aku hanya bisa mendesah, mendesah dan mendesah.
"Kakak, masukin ya! Mungkin ini hanya sakit sebentar, lalu akan berubah menjadi nikmat" ucapnya dengan nafas memburu. Kemudian mengarahkan senjatanya tepat pada area sensitifku.
Aku hanya bisa meremas seprai ranjang, untuk menahan sakit yang teramat sakit. Saat dia berhasil menerobos dinding pertahananku. Tapi, lama kelamaan hanya ada nikmat aku aku rasakan.
"Kak sedikit kencang" pintaku sudah tidak tahan.
"Baiklah sayang" ucapnya semakin mempercepat gerakannya. Dan blushhh... Cairan hangat berhasil tumpah masuk kedalam rahimku.
"Terimakasih sayang, telah memberikannya kepadaku" ucapnya sambil mengecup keningku lama. Lalu, berguling kesampingku. Dan dia menarik selimut sampai leher kami, dia kembali memelukku.
Aku tidak bisa berkata kata, entah aku harus senang, marah, kecewa. Ah aku ngga tau entah harus perasaan apa yang aku rasakan. Disatu sisi, aku bahagia bisa memberikan kehormatanku kepada seorang lelaki yang sudah berstatus menjadi suamiku. Tapi disisi lain, aku takut dia akan meninggalkanku kelak.
-------------------------------------------------------------
Hai hai... Besok adalah hari Kemerdekaan Republik Indonesia. 17 Agustus 🇲🇨🇲🇨🇲🇨
Semoga kalian selalu diberi kesehatan ya sama Allah. Dan dijauhkan dari segala wabah.
Jangan lupa like, komentar dan vote nya. Ohiya, author baru bikin grup nih hehe, yang ingin masuk silahkan. Kita bar bar bareng bareng yuk.
Terimakasih banyak yang sudah mendukung karya author. Byeee😘❤😅💋
__ADS_1