
Malam hari di Kediaman Alexander.
"Sayang kamu pakai baju yang ini ya nak" ucap Bunda masuk kedalam kamar Vila dan memberikan Dres tersebut.
"Loh kenapa harus pakai ini segala Bun? Pakai baju biasa aja udah" ucap Vila sembari menatap Bundanya heran.
"Udah jangan banyak tanya! Mending cepat kamu siap siap. Sebentar lagi sahabat Bunda mau datang" ucap Bunda sambil mendorong badan Vila menuju kamar mandi. Vila hanya berdecak kesal sembari menuruti apa kata Bundanya.
"Yasudah Bunda turun kebawah ya! Kamu jangan lama" ucap Bunda sembari keluar dari kamar Vila.
***
Meja Makan.
"Mereka datang jam berapa Bun?" tanya Ayah saat sudah duduk dimeja makan.
"Sebentar lagi pasti datang kok Yah" ucap Bunda sembari tersenyum.
Tak lama suara ketukan pintu pun tiba dengan segera Bunda membukakannya.
"Nah kan mungkin itu mereka Yah, Bunda bukain dulu ya" ucap Bunda sambil berjalan membukakan pintu.
"Akhirnya kalian datang juga, silahkan masuk" ucap Bunda sambil tersenyum. Mereka hanya tersenyum sembari masuk kedalam rumah.
"Vila nya mana Tant? Kok gak kelihatan?" ucap Indah saat duduk dimeja makan tapi tidak melihat keberadaan sahabatnya.
"Vila masih dikamar sayang. Sebentar lagi dia juga bakal turun" ucap Bunda sembari tersenyum. Indah hanya mengangguk dan tersenyum.
"Maaf Om, Tant. Vila sudah membuat kalian menunggu" ucap Vila saat menghampiri mereka dimeja makan. Sontak mereka langsung memandang ke asal suara. Tapi tidak dengan Denis, dia hanya fokus memandang ponselnya.
"Wah kamu cantik banget sayang" ucap Mami terpukau melihat penampilan Vila.
__ADS_1
"Iya Vil, Loe cantik banget! Tapi tumben Loe pakai baju ginian" ucap Indah sembari menyerngitkan keningnya.
"Ah Tante terlalu memuji! Vila biasa aja kok" ucap Vila tersenyum malu.
"Iya Ndah, Bunda yang nyuruh Gue pakai baju kaya gini" ucap Vila sambil duduk didepan Denis. Sontak Denis langsung memandang Vila tanpa berkedip. Vila pun sadar dengan tatapan Denis, dia langsung memolotkan matanya ke arah Denis.
'Cantik juga ni cewek, tapi sayang mulutnya judes banget' gumam Denis dalam hati.
"Yasudah kita langsung makan saja ya" ucap Bunda sembari tersenyum dan mengambilkan makanan untuk Suaminya. Begitu juga dengan Mami mengambilkan makanan untuk Suaminya.
Vila, Indah, Denis, Ferry. Mengambil makanan masing masing. Tak lama mereka pun telah selesai makan. Dan langsung menuju keruang keluarga. Setelah itu Ayah pun membuka suara.
"Kalian tahu kenapa keluarga kita sekarang berkumpul seperti ini?" ucap Ayah sembari menatap mereka satu persatu. Mereka hanya menggeleng pertanda tidak tahu.
"Baiklah kami disini akan membicarakan perihal perjodohan antara Denis dan Vila" ucap Ayah sembari menatap Denis dan Vila.
"Apaaaa?" ucap mereka bersamaan. Sambil memandang satu sama lain.
"Papi bercanda kan? Jadi yang Papi bilang anak dari sahabat Papi itu Vila?" ucap Denis begitu kaget. Papi nya hanya mengangguk sembari tersenyum.
"Iya sayang... Dan pernikahan kalian akan digelar minggu depan" ucap Mami sangat antusias.
"Secepat itu Mi? Bahkan kita belum mengenal satu sama lain" ucap Denis tak percaya.
"Kalian bisa saling mengenal setelah menikah nanti nak" ucap Bunda sembari tersenyum.
"Apa boleh Denis ajak Vila keluar sebentar Pi, Mi, Om, Tant" ucap Denis sembari menatap para Orang Tua.
"Silahkan nak" ucap Ayah sembari tersenyum. Denis pun dengan segera menarik tangan Vila menuju keluar.
"Apaansi Loe, lepasin tangan Gue" ucap Vila sembari menatap Denis tak suka. Dengan cepat Denis melepaskan genggaman nya.
__ADS_1
"Loe sengaja kan menyetujui ini supaya bisa nikah sama Gue" ucap Denis saat mereka sudah berada diluar.
"Dih ngomong apa Loe barusan! Pd amat sih jadi Orang! Kalau Gue tau juga Loe yang bakal dijodohin sama Gue. Gue mah Ogah!" ucap Vila sembari menatap Denis. "Loe sendiri kenapa nerima perjodohan ini ha?" ucap Vila lagi.
"Gue gak punya pilihan lain" ucap Denis santai.
"Yaudah kalau gitu kita sama! Terus kenapa Loe sok nanya. Seakan akan Gue yang ingin betul nikah sama Loe" ucap Vila membelakangi Denis.
"Fine! Kita ikutin aja apa mau Orang Tua kita. Tapi setelah kita menikah nanti Gue bakal buat peraturan" ucap Denis sembari tersenyum Devil.
"Terserah Loe!" ucap Vila sembari meninggalkan Denis diluar. Dan diikuti Denis masuk kedalam rumah.
"Bagaimana nak? Apa kalian sudah mengobrol" ucap Bunda sembari menatap Vila.
"Sudah Bun! Kita berdua setuju kok" ucap Vila tersenyum paksa.
"Haa~" mereka menghela nafas lega. "Syukurlah kalau gitu! Yasudah kami pulang dulu ya Pus, Dy" ucap Mami sembari tersenyum senang.
"Iya kalian hati hati ya" ucap Bunda sembari menatap mereka dengan tersenyum senang.
"Tant, Om kita pulang dulu ya" ucap Denis dan Indah.
"Iya sayang, kalian hati hati ya" ucap Bunda tersenyum senang.
Mereka pun mengangguk sembari tersenyum dan meninggalkan Kediaman Alexander.
-
-
-
__ADS_1