
Semua keluarga kembali berkumpul didepan ruang ugd. Menunggu dokter keluar. Sudah dua jam lama nya, akhirnya yang ditunggu pun keluar.
"Bagaimana keadaan anak dan istri saya dok?" tanya Ade khawatir. Semua keluarga menunggu ucapan yang keluar dari mulut dokter.
"Selamat pak Ade, anda sekarang sudah menjadi seorang Ayah. Anak anda perempuan sangat cantik dan mirip dengan ibu nya" ucap dokter tersenyum kecut. Semua keluarga bersyukur dengan kedatangan keluarga baru mereka.
"Alhamdulillah" ucap mereka bersamaan.
"Tapi... " ucapan dokter terjeda. Membuat semua keluarga kembali menegang.
"Tapi? Tapi apa dok? Cepat katakan? Tapi apa?" tanya Ade tak sabaran.
"Mohon maaf semua nya, akibat dari pingsan itu, pasien sangat enggan untuk membuka matanya, dia seperti tidak ingin melihat dunia lagi. Dan maaf pasien dinyatakan telah meninggal dunia. Pak Ade silahkan masuk untuk menga'dzankan putri bapak" perintah dokter.
"Apa!!! Ngga mungkin Adel ngga mungkin meninggal. Dokter pasti bohongkan?" tanya Ade menangis deras. Baru saja mendengar kabar bahagia, mereka kembali disuguhkan kabar duka. Semua keluarga menangis sejadi jadi nya mendengar itu, terutama sang Mama Lisa.
__ADS_1
"Tapi maaf pak Ade, saya sama sekali tidak berbohong. Kalau ingin melihat pasien saya harap melihatnya secara bergantian. Silahkan pak Ade cek sendiri" ucap dokter. "Saya turut berduka cita, kalau begitu saya permisi dulu" pamit dokter melenggang pergi. Ade langsung berlari masuk kedalam, dilihatnya Adel tengah berbaring lemah, dengan wajah yang amat pucat.
"Ngga, ini ngga mungkin! Putriku pasti masih hidup! Dokter tadi pasti bohongkan mas?" tanya Lisa lesu menatap suami nya. "Ngga mungkin.... " ucapan Lisa terhenti, karena Lisa keburu pingsan.
"Lis, lisa sayang bangun.... " ucap Kevin menggendong Lisa dan membawa nya untuk diperiksa. Mama Vila tidak tau harus berbuat apalagi, dia hanya bisa menangis sejadi jadinya dipelukan suaminya. Begitu juga yang lain, mereka hanya bisa menangis dipelukan pasangan masing masing.
Sedangkan didalam ruangan, Ade telah menga'dzankan putri nya. Setelah itu menggendongnya dan membawa nya ke Adel.
"Sayang, ini anak kita. Ayo bangun dong! Sekarang kita udah jadi orang tua sesungguhnya. Maafin aku! Aku janji ngga akan ngulangin hal bodoh kaya gini lagi. Please bangun sayang! Kini rawat anak kita sama sama hiks" ucap Ade menggenggam dan menciumi tangan Adel dengan menangis.
"Aku tau kamu pasti denger suara anak kita kan? Kamu juga ngga tega tinggalin anak kita kan?" ucap Ade sangat bahagia. Buru buru Ade menekan tombol yang ada ditembok samping Adel. Guna memanggil dokter.
Adel perlahan membuka mata nya, dan dilihatnya Ade tengah menangis serta menciumi tangannya. Adel beralih menatap putri mereka.
"Ini anak kita kak?" tanya Adel dengan suara serak.
__ADS_1
"Iya sayang, ini anak kita. Kamu berhasil melahirkan putri secantik kamu" ucap Ade bahagia.
Dokter masuk dan kaget, pasalnya pasiennya telah dinyatakan meninggal.
"Subbahanallah... Ini memang suatu keajaiban, pasien diberi kesempatan hidup sekali lagi" ucap dokter, kemudian dokter memeriksa keadaan Adel.
"Baiklah, kami akan segera memindahkan pasien keruang vip" ucap dokter kemudian melenggang keluar.
"Kakak kenapa nangis? Aku baik baik aja kok" ucap Adel tersenyum manis.
"Kakak menangis bahagia sayang, maafin semua kesalahan kakak. Kakak ngga tau harus bagaimana, kakak takur jika kakak memberitahumu tentang pernikahan siri kakak dengan Natalia, kakak takut kamu meninggalkan kakak hiks, jangan pernah kaya gini lagi! Kakak janji akan ceraiin Natalia" ucap Ade.
"Shuttt.... Kakak ngga boleh nyalahin diri kakak. Ini udah kehendak Allah, aku juga udah ikhlas kok jika harus berbagi suami dengan kak Natalia. Toh kak Natalia adalah mantan kakak juga, dan sekarang sudah menjadi istri bahkan mengandung anak kakak" ucap Adel mencoba tegar. Air mata lolos begitu saja dari mata nya.
"Ngga sayang, itu bukan anakku dia cuma menjebakku, agar aku kembali kedalam pelukannya! Aku akan segera menceraikan dia" ucap Ade memeluk Adel. Adel tersenyum bahagia mendengar nya.
__ADS_1