Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Bahagia


__ADS_3

Vila sedang berada dirumah nya diantar oleh sang kakak. Sekarang ia tengah berada didapur berkutat dengan masakan nya.


Setelah dirasa sudah matang, Vila segera mematikan kompornya dan segera menyiapkan dirantang untuk dibawa kerumah sakit.


"Kak, kakak mau nyicipin masakan aku gak?" tanya Vila menghampiri kakaknya yang berada didepan tv.


"Boleh! Ayo kita makan sama sama" kata Ferry.


"Tapi aku mau makan bareng Mas Denis kak" kata Vila.


"Ciah sekarang aja udah Mas Mas, dulunya kemana neng?" ledek Vila.


"Kalau mau makan, ambil didapur! Aku mau siap siap" kata Vila kesal sambil berjalan menuju kamar nya.


Ferry hanya cekikikan sambil beranjak dari duduknya untuk menyicip masakan adiknya itu. Kebetulan ia juga belum makan.


Setelah 30 menit, Vila keluar dari kamarnya sudah memakai pakaian rapi. Dengan segera ia menghampiri kakaknya yang sedang menonton dengan mengangkat kaki nya diatas meja.


"Wo wo bos, sopan amat kaki lo" protes Vila.


"Aelah lebay amat lo! Udah belum siap siapnya? Lama amat! Kaya nunggu ayam jantan bertelur" kata Ferry.


"Emang ayam jantan bisa bertelur kak?" tanya Vila dengan kepolosan nya.


"Ya gak bisa lah bodoh! Udah ah buru! Kasihan laki lo kelaperan ntar" kata Ferry sambil beranjak dari duduk nya dan berjalan duluan.


"Sialan lo ngatain gue bodoh! Omg!! Gue lupa makanan buat suami gue! Pasti dia udah kelaperan! Ni semua gara gara kak Ferry" omelnya sambil berjalan kedapur mengambil makanan yang sudah ia siapkan.


"Tin tin... " Ferry membunyikan klakson.


"Woi Vil lama amat! Kaya kura kura deh" teriak Ferry kesal.


"Diem lo! Mulut lo tu ya minta disumpel pake kolor! Nyerocos mulu! Udah jalan cepet" kata Vila sambil menaiki mobil Ferry.


"Ckck" Ferry berdecak kesal sambil menjalankan mobil nya.


"Siapa yang lama! Siapa juga gak sabaran heh" gumam Ferry pelan. Namun, masih didengar oleh Vila.


"Apa lo bilang?" tanya Vila menatap Ferry tajam.


"Gak bilang apa apa! Telinga lo aja tu yang kedengeran nya berlebihan" jawab Ferry ngasal.


"Dih gak jelas lo! Udah buruan! Suami gue udah kelaperan disana" perintah Vila tak sabaran.


"Sabar dong Nyonya Wijaya yang terhormat! Lo yang lama gue yang lo salahin. Emang cewek tu selalu benar ya" kata Ferry pasrah.

__ADS_1


"Sok puitis lo" kata Vila.


"Tuhkan salah lagi gue! Lo semenjak hamil ni bawaan nya kaya banteng dikasih baju merah deh. Ngamuk mulu! Heran gue" kata Ferry sambil tertawa.


"Apa lo bilang? Mau beneran gue sumpal tu mulut lo" kata Vila marah.


"Haha santai adek gue yang paling cantik! Kakak cuma becanda doang kok" kata Ferry mengalah.


Dari pada kena amukan ibu hamil bisa berabe urusan nya. Tak terasa mereka telah sampai dirumah sakit, dengan segera Ferry memarkirkan mobilnya.


"Assalamu'alaikum" ucap mereka saat memasuki ruangan Denis.


"Wa'alaikumsalam" jawab mereka.


Kini yang menemani Denis adalah Mami, Bunda dan Indah. Karena Papi dan Ayah sudah kembali ke kantor. Dan menitipkan pesan kepada Bunda. Setelah Ferry kembali suruh dia langsung ke kantor. Begitulah pesan Ayah kepada Bunda.


"Maaf ya sayang, pasti kamu sudah laper banget ya? Ini semua tu gara gara kak Ferry yank" kata Vila menggerutu kesal.


"Dih kok gu... " ucapan Ferry terpotong.


"Udah diem lo! Laki gue mau makan nih" kata Vila.


Mereka yang melihat pertengkaran antara adik dan kakak itu hanya tersenyum bahagia.



"Kok kamu nanya gitu sih yank?" tanya Denis balik.


"Ya siapa tau, selama kamu gak sadarkan diri ada yang masakin kamu dialam sana" kata Vila ngasal.


Mereka yang mendengar ucapan Vila hanya menahan tawa nya.


"Ada ada saja kamu yank! Memang kamu fikir aku udah mati apa?" kata Denis sambil tersenyum.


"Kapan aku berfikir kaya gitu? Aku gak suka ya kamu ngomong kaya gitu! Puk" Vila langsung memukul pelan mulut Denis sambil menatapnya tajam.


"Aku gak bi... " ucapan Denis terpotong.


"Udah diem! Ayo makan!" perintah Vila seperti tidak bisa dibantah. Denis pasrah dan membuka mulutnya.


"Udah Nis, nurut aja! Ngomong sama dia gak bakal menang" kata Ferry dengan tertawa. Vila langsung menatap kakak nya tajam.


"Udah udah, Ferry kamu tadi disuruh Ayah buat ke kantor nak" ucap Bunda.


"Oh iya Bun, yaudah Ferry berangkat dulu ya Bun, Tant. Assalamu'alaikum" pamit Ferry sambil mencium punggung tangan mereka.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam nak, kamu hati hati" jawab mereka.


"Adek gue yang agak sengklek, gue pergi dulu ya! Lo jangan rindu sama gue" kata Ferry langsung berlari kucar kacir. Takut menjadi bahan cakaran ibu hamil.


Mereka langsung tertawa terbahak bahak melihat tingkah Ferry. Termasuk Denis.


"Kenapa ketawa? Ada yang lucu?" tanya Vila menatap Denis tajam. Denis langsung berhenti tertawa dan melanjutkan makan nya.


Memang benar apa kata Ferry, semenjak Vila hamil bawaan nya pengen ngamuk terus. Kira kira anaknya cewek apa cowok ya gaes hihi.


"Yank kamu udah makan apa belum?" tanya Denis.


"Belum! Aku kan masih nyuapin kamu" jawab Vila santai.


"Astagfirullah, kamu belum makan? Ya ampun sayang... Ingat kamu sekarang berbadan dua loh" kata Mami ngomel. Vila hanya cengengesan saja.


"Yaudah gantian sayang, biar aku yang nyuapin kamu lagi! Dedeknya pasti udah kelaperan tuh" kata Denis sambil mengambil alih sendok ditangan Vila.


Vila dengan senang hati memberikan nya dan langsung membuka mulutnya. Denis tersenyum dan menyuapkan nya dengan telaten.


"Eh bentar deh, siapa yang sakit? Siapa yang disuapin?" tanya Vila heran.


"Gapapa sayang! Aku udah baik baik aja kok" jawab Denis sambil tersenyum.


"Tapi makanan nya aku yang abisin! Pasti kamu masih laper kan? Maaf ya, biar aku masakin kamu lagi aja" kata Vila ingin beranjak dari duduk nya.


"Engga sayang, aku udah kenyang kok! Lihat kamu sama calon anak kita aja aku udah kenyang, ditambah aku masak masakan kamu" kata Denis menggombal.


"Dih udah sakit, masih aja ngegombal" protes Vila.


"Engga gombal sayang, memang kenyataan" kata Denis. "Yank kamu udah pernah USG belum?" tanya Denis.


"Belum! Aku juga gak pengen tau apa jenis kelamin nya. Yang penting lahirnya selamet itu aja" kata Vila sambil tersenyum senang.


"Iya sayang, selama aku gak sadarkan diri, kamu pernah gak ngalamin hal yang aneh aneh gitu?" tanya Denis.


"Engga, anak kita orang nya pengertian yank! Dia tenang banget didalam perut aku" kata Vila sambil mengelus perutnya.


"Aku pengen pulang yank, pengen tengokin dedek" bisik Denis ditelinga Vila.


Wajah Vila langsung memerah mendengar ucapan Denis.


"Kalian kenapa bisik bisik?" tanya Mami heran.


"Ah anu Mi, gapapa kok" kata Vila gugup.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2