
Setelah memberitahukan kepada sang Istri perihal perjodohan Putranya. Dan sang Istri pun menyetujui nya dengan sangat bahagia. Mereka pun akan memberitahukan kepada Putra & Putrinya nanti setelah selesai makan malam.
Setelah selesai makan malam, mereka pun segera keruang keluarga untuk melepas penat seharian beraktivitas. Tak lama Papi pun membuka suara.
"Denis apa kamu sudah siap menikah nak?" ucap Papi serius sembari menatap Denis.
"Kenapa jadi bahas ini Pi? Kan Denis udah pernah bilang! Kalau Denis belum berfikiran buat menikah!" ucap Denis kesal.
"Sayang... Terus kapan kamu akan memikirkan perihal itu nak? Sedangkan umur kamu juga sudah cocok untuk menikah nak" ucap Mami sembari membelai rambut Putranya.
"Tapi aku belum berfikiran untuk menikah Mi! Lagian kekasih aja aku gak punya" ucap Denis mengelak.
"Yaiyalah gak punya kak! Siapa juga yang mau sama kulkas berjalan hihi" ucap Indah sembari terkikik.
"Diem Lu!" ucap Denis sembari menatap Indah dengan memolotkan matanya.
"Untuk masalah kekasih kamu tenang saja nak! Papi sudah memilihkan jodohmu. Setelah kamu Wisuda nanti kalian akan menikah" ucap Papi sembari tersenyum menatap Denis.
"Apa apaan Papi, Denis gak mau! Denis bisa cari pasanga sendiri. Kenapa harus dijodohkan Jodohkan segala! Aku aja gak tau gimana orangnya" ucap Denis membantah.
__ADS_1
"Kamu tenang saja nak! Papi tidak mungkin memilihkan Pasangan yang buruk untukmu sayang" ucap Mami sembari tersenyum.
"Iya nak, kamu akan Papi Jodohkan sama anak sahabat Papi" ucap Papi.
"Tapi Pi... " ucapan Denis terpotong karena sudah dulu dipotong oleh Papinya.
"Tidak ada tapi tapian Denis! Pokoknya setelah kamu Wisuda nanti, kamu harus segera menikah dengan anak dari sahabat Papi" ucap Papi sembari beranjak dari duduknya.
"Sudah nak! Ikutin aja apa kata Papi kamu. Mami yakin suatu saat pasti kamu akan berterimakasih karena telah menjodohkan kamu dengan anak sahabat Papi sama Mami" ucap Mami sembari tersenyum dan beranjak dari duduknya.
"Iya kak! Udahlah terima aja. Papi gak bakal ngasih Putra sulung kesayangannya anak yang jahat" ucap Indah sok bijak.
"Diem lu! Pusing Gue" ucap Denis sembari beranjak dari duduknya.
***
Kamar Vila.
"Haa~" menghela nafas. "Ayah apa apaansi! Kenapa tiba tiba ingin jodohin aku sama anak sahabatnya?" gumamnya sembari menatap langit langit kamarnya.
__ADS_1
"Gue juga belum tau orangnya gimana? Ayah udah main tentuin aja nikahnya. Lagian kak Ferry anak yang tertua tapi kenapa Gue yang dinikahin duluan." gumam Vila frustasi.
"Gue udah tolak tapi gak yang ada nanti malah runyam. Apa harus Gue korbanin masa depan Gue! Gara gara perjodohan gak jelas ini" gumam Vila putus asa.
"Yaudah lah besok Gue ngomong ke Ayah, fine Gue setuju tapi pernikahan Gue gak boleh publik tau Kecuali keluarga Inti" gumam Vila sembari memejamkan matanya. Tak lama pun dia tertidur.
***
Kamar Denis.
"Kenapa mesti ada jodoh jodohan segala sih? Gue kan udah bilang kalau Gue bakal nentuin calon Istri Gue sendiri! Tapi malah akhirnya dijodohkan kaya gini" gumam Denis duduk dibalkon kamar sembari menghisap rokoknya.
"Haa~" menghela nafas. "Mau gak mau pasti Gue harus nikahin tu anak sahabatnya Papi. Kenal aja gak udah main jodoh jodohan aja! Kenapa juga Gue gak nanya tadi siapa gadis yang bakal dijodohin sama Gue" gumamnya lagi sembari menatap langit yang gelap.
"Fine! Gue bakal nikahin dia. Lihat aja Gue pasti bakal buat dia nanti seperti hidup dineraka sampai dia gak tahan hidup sama Gue! Dan meminta gugat cerai" gumamnya sembari tersenyum devil.
"Mending Gue tidur! Dari pada mikirin jodoh jodohan yang gak jelas" gumamnya sembari beranjak kekasurnya. Dan membaringkan badannya sembari memejamkan matanya. Tak beberapa lama dia pun masuk kedunia mimpinya.
-
__ADS_1
-
-