Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Rumah baru


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Vila dan Denis sudah sampai dikediaman rumah baru mereka.


"Wah" takjub. "Ini sangat indah Nis, rumah nya sederhana, tetapi banyak bunga bunga yang bermekaran. Sejuk banget kalau dipandang, taman nya juga sangat sangat indah" Vila kagum saat menyusuri setiap sudut luar rumah tersebut.


"Stop panggil aku Denis! Aku ini suami kamu loh, lagian usia kita juga tua'an aku" protes Denis kesal menatap Vila.


"Diem ih! Orang bilang lain, jawab nya juga lain. Nanti kita bahas masalah panggilan! Sekarang kita susuri dulu rumah baru kita" kata Vila yang masih sibuk melihat lihat taman.


"Ckck" berdecak kesal. "Iya sayang, rumah nya bagus banget! Papi sama Ayah memang sangat pandai memilihkan nya" sahut Denis mencoba untuk meredam kekesalan nya.


"Iya, Papi sama Ayah memang the best. Yaudah yuk kita lihat kedalam" ajak Vila sembari berjalan duluan. "Eh iya, kamu jangan lupa bawa barang kita ya sayang" Vila mengingatkan Denis.


"Iya iya" dengan kesal Denis membawa dua koper mereka.


"Wiuhh" kagum kembali. "Ini sih, warna dinding nya, warna kesukaan aku Biru Laut. Ayah memang sangat the best lah" kagum Vila dengan senyum yang sangat mengembang sempurna.


"Iya sayang iya, kita lihat kamar kita yuk! Sekalian kita taruh koper kita" ajak Denis sembari berjalan menaiki tangga.


"Kamu duluan aja! Aku masih mau lihat dapur kita" kata Vila sembari berjalan kearah dapur. Denis hanya pasrah dan berjalan keatas.


Beberapa saat kemudian, Vila sudah selesai melihat lihat rumah tersebut. Ia langsung menaiki tangga menuju kamar mereka. Warna kamar mereka berwarna gold Emas, itu adalah warna kesukaan Denis.


"Denis kamu dimana?" teriak Vila karena tidak mendapati Denis dikamar.


'Apa dia ada didalam kamar mandi?" gumam Vila sambil berjalan ke kamar mandi. "Denis kamu ada di dalam?" panggil Vila, namun sama sekali tidak ada jawaban dari Denis.


"Udah aku bilang, jangan panggil aku dengan sebutan Denis lagi!" perintah Denis dengan memeluk Vila dari belakang.

__ADS_1


"Huaa bangsatt! Ih Denis bikin kaget aja deh" kata Vila dengan menepis tangan Denis. "Kamu dari mana aja sih? Dicariin kok malah ngilang" omel Vila sembari berjalan kearah lemari pakaian.


"Aku tadi lagi lihat cewek cantik dari balkon kamar" canda Denis dengan tersenyum. Vila langsung melototkan mata nya.


"Yaudah lihat aja sana lagi! Ngapain kesini kalau gitu" kesal Vila sambil memasukkan pakaian mereka kedalam lemari.


"Haha, becanda sayang! Gak mungkin lah aku lihat cewek lain. Lihat kamu aja udah bikin aku gak bisa berpaling" gombal Denis kembali memeluk Vila dari belakang dan meletakkan wajahnya dipundak Vila. Wajah Vila langsung memerah mendengar ucapan Denis.


"Ah gombalan kamu udah basi!! Awas ih, aku mau beresin pakaian kita nih" perintah Vila yang masih fokus dengan menyimpan semua pakaian mereka didalam lemari. Denis langsung membalikkan badan Vila, kini posisi mereka saling berhadapan dan hanya berjarak 2 cm. Itu sukses membuat jantung Vila terpompa lebih cepat.


"Tatap mata aku! Bilang kalau kamu sangat mencintai aku. Dan tidak akan pernah meninggalkan aku" perintah Denis dengan menatap kedua Bola mata Vila.


"Aku mencintai Denis! Dan tidak akan meninggalkan nya bagaimana pun keadaan nya" ucap Vila dengan lantang.


"Aku mencintai Vila istriku! Dan tidak akan meninggalkan nya bagaimana pun keadaan nya" balas Denis dengan lantang. Dan mereka langsung saling berpelukan.


"Aku juga sangat mencintaimu My Husband" bisik Vila kembali mengeratkan pelukan nya, Seakan akan takut kehilangan.


Saat asik asik berpelukan, tiba tiba ponsel Vila berbunyi. Mereka pun menyudahi pelukan nya! Vila langsung mengambil ponselnya dan tertera nama "Bunda" dengan segera Vila mengangkat telpon nya.


"Hallo Bunda Assalamu'alaikum, kenapa Bun?" ucap Vila saat sudah mengangkat telfon 📞.


"Hallo sayang Wa'alaikumsalam, kamu sudah dirumah baru kalian sayang?" tanya Bunda disebrang telpon 📞.


"Bunda sudah tau, kalau kami pindah rumah? Apa Ayah sudah memberitahu Bunda?" tanya Vila balik 📞.


"Tidak sayang, Bunda diberitahu oleh mertua mu, Bunda nanti akan memberi Ayahmu hukuman! Karena sudah berani merahasiakan ini dari Bunda" kata Bunda dengan nada kesal 📞.

__ADS_1


"Haha, sudah lah Bun, mungkin Ayah dan Papi sudah merencanakan ini" bujuk Vila 📞.


"Tetap saja sayang! Bunda harus memberi Ayahmu pelajaran dulu, supaya dia tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi" kata Bunda yang masih dengan nada kesal 📞.


"Yasudah terserah Bunda saja! Bunda sama Ayah jangan lupa main kerumah kita ya" kata Vila dengan sedikit tertawa 📞.


"Pasti sayang, Bunda akan main kesana! Mana suamimu nak?" tanya Bunda 📞.


"Ini mah, suami Vila lagi disamping Vila. Apa Bunda mau ngomong?" seru Vila 📞.


"Tidak perlu sayang, Bunda fikir suami kamu ke kantor. Dan kamu sendirian dirumah" kata Bunda 📞.


"Tidak mungkin lah Bun, Denis membiarkan istri Denis kerumah baru sendiri, dan sendirian dirumah" sahut Denis ketika mendengar apa yang dikatakan oleh mertua nya itu 📞.


"Hehe, bukan Bunda menuduh kamu sayang. Bunda hanya merasa was was saja kalau kamu membiarkan Vila sendirian dirumah" kata Bunda merasa tidak enak 📞.


"Tidak akan Bun, kalau Denis berangkat ke kantor! Denis akan menyuruh Indah untuk menemani Vila disini sampai Denis pulang dari kantor! Atau juga Vila main yang main kerumah Mami atau pun Bunda" kata Denis 📞.


"Iya sayang, Bunda percaya sama kamu. Kamu pasti bisa menjaga Vila! Bunda percaya kan Vila sama kamu! Kamu tolong jagain Vila ya nak" lagi lagi Bunda mengatakan nasehat seperti itu 📞.


"Pasti Bunda, terimakasih Bunda terus mengingatkan Denis" kata Denis 📞.


"Sama sama sayang, yasudah Bunda tutup dulu ya! Assalamu'alaikum" ucap Bunda 📞.


"Wa'alaikumsalam salam Bun, titip salam sama Ayah dan Ferry ya Bun" ucap Denis 📞.


"Iya sayang, nanti Bunda sampai'in ya" ucap Bunda sembari menutup telpon nya.

__ADS_1


Bersambung 👍❤😉


__ADS_2