
Welcome To Paris.
Setelah menempuh perjalanan dari 2 jam, kini pesawat mereka telah mendarat dengan sangat baik. Mereka langsung turun dari pesawat! Dan ternyata sudah ada mobil yang akan menjemput mereka. Mobil itu adalah mobil yang sudah disewa oleh Papi Denis selama mereka ada di Paris. Dengan segera mereka menaiki nya menuju Hotel yang telah ditetapkan oleh para orang tua. Tak butuh waktu lama Mereka telah sampai disana.
"Excuse Me" sapa Denis kepada Resepsionis saat sudah sampai dihotel tersebut.
"Yes, can i help you, sir?" sahut Resepsionis sembari menatap mereka.
"Yes, i want to ask for a room key in the name of Denis Wijaya" ucap Denis menatap Resepsionis tersebut.
"Oh Mr. Denis? All right, just a moment sir" ucap Resepsionis itu sembari mengambil kunci nya. "This sir" ucap nya sembari menyodorkan kunci.
"Thank you" ucap Denis sembari mengambil kunci tersebut dan berlalu menuju kamar nya. Vila hanya membalas dengan senyum nya.
"Come follow me sir" ucap Karyawan hotel sembari berjalan duluan. Denis hanya mengangguk dan mengikuti langkah karyawan tersebut.
"This sir! please come in. Then, excuse me" ucap Karyawan tersebut sembari tersenyum dan berjalan meninggalkan mereka. Ternyata kamar nya dilantai 225. Kamar khusus untuk mereka berdua.
"Thank you" ucap Vila sembari tersenyum. Dan langsung membuka kamar nya. Betapa terkejut nya Vila melihat kamar nya yang dipenuhi dengan hamparan bunga mawar merah. Bak kamar pengantin baru.
__ADS_1
"Wah sangat indah" gumam Vila sembari duduk diatas kasur.
"Ya memang sangat indah buat pasangan suami istri yang saling mencintai! Tapi tidak untuk kita!" ucap Denis dingin sembari berjalan kekamar mandi.
"Apa apaan dia? Suka sekali bikin mood orang hilang" gumam Vila sembari merebahkan tubuhnya dikasur yang sangat empuk itu. Tak butuh waktu lama dia pun tertidur kembali. Denis yang sudah selesai mandi dengan segera memakai celana pendek tanpa memakai baju. Segera membangunkan Vila.
"Bangun Loe! Jorok banget sih. Gak mandi dulu! Main langsung tidur aja" ucap Denis sembari menggoyang kan badan Vila. Vila yang merasa terganggu langsung bangun.
"Apaansi Loe! Berisik banget!" ucap Vila kesal sembari menepiskan tangan Denis. "Huaaa" teriak Vila saat membuka mata melihat perut kotak Denis.
"Apaansi Loe teriak teriak" kesal Denis sembari membekap mulut Vila. Vila langsung menepuk nepuk tangan Denis. Dengan segera Denis langsung melepaskan bekapan nya.
"Gausah ke GR an deh Loe! Gue baru selesai mandi dan langsung bangunin Loe" ucap Denis menepiskan telunjuk Vila. "Kan Gue udah pernah bilang kalau Gue gak akan mungkin nyentuh Loe" ucap Denis tersenyum remeh.
"Minggir Loe!" ucap Vila kesal sembari berjalan kekamar mandi.
"Dasar es kutub! Mulut kaya comberan" gumam Vila pelan. Namun, masih terdengar oleh Denis.
"Bilang apa Loe barusan?" teriak Denis kesal. Vila hanya mengacuhkan dan langsung masuk kedalam.
__ADS_1
Saat Denis ingin kebalkon tiba tiba ponsel Vila berdering. Tertera nama Ricko. Denis yang melihat itu entah kenapa perasaan nya jadi bad mood. Tanpa menghiraukan suara ponsel Vila, Denis langsung berjalan kebalkon.
"Kenapa perasaan Gue jadi gini ya? Kenapa tiba tiba Gue gak suka tuh sicurut telpon Vila" gumam Denis sembari berfikir.
"Apa Gue udah mulai jatuh hati sama dia?" gumamnya lagi. "Ah tapi gak mungkin lah" gumam Denis menyangkalnya. Saat sedang asyik bergelayut dengan pikiran nya, tiba tiba dikejutkan dengan suara Vila.
"Nis Gue laper! Kita cari makan diluar yuk" ucap Vila menghampiri Denis sembari memasang wajah imut nya. Dengan pakaian yang sudah rapi. Denis langsung menoleh ke asal suara, dia melihat wajah Vila yang begitu imut.
"Yaudah ayo" ucap Denis sembari tersenyum manis, Dan berjalan duluan.
'Whatt? Dia senyum? Ternyata dia bisa senyum juga' gumam Vila dalam hati dan mengikuti Denis.
'Duh kenapa Gue senyum gitu ke dia? Pasti dia mikir nya yang aneh aneh! **** banget sih' gumam Denis dalam hati sembari mengerutuki kebodohannya.
-
-
-
__ADS_1