
Malam Hari, dikediaman Alexander.
Kini Vila dan Denis sedang tidur didalam kamar lama Vila. Tiba tiba suara ketukan pintu membangun kan tidur Vila.
Tok... Tok... Tok... Suara ketukan pintu dari luar. Dengan segera Vila membuka nya.
"Sayang, maaf menganggu tidur kalian nak! Hari sudah petang, Bunda hanya ingin menyampaikan makan malam sudah siap sayang! Jadi kalian bangun ya nak, biar kita makan malam bareng" perintah Bunda saat Vila sudah membukakan pintu.
"Tidak mengganggu kok Bun! Malah Vila berterimakasih lagi sama Bunda, karena udah bangunin Vila" kata Vila dengan tersenyum.
"Yaudah Bunda turun kebawah dulu ya! Jangan lupa bangunin suami kamu" perintah Bunda sembari tersenyum.
"Iya Bun! Bunda tenang aja" kata Vila dengan tersenyum. Bunda tersenyum lalu melenggang meninggalkan kamar Vila.
Vila kembali masuk kedalam kamar, dilihat nya Denis sang suami masih asik didunia mimpi nya sambil memeluk bantal guling. Vila tersenyum, lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai mandi, Vila langsung memaikai baju santai nya. Lalu, menutup gorden jendela setelah itu langsung membangunkan Denis.
"Sayang... Ayo bangun! Mandi dulu sana! Bunda sama Ayah udah nungguin dibawah untuk makan malam bersama" kata Vila dengan mengoyang goyangkan badan Denis.
Denis yang merasa terganggu dengan guncangan Vila, langsung membuka mata nya. Hal yang pertama ia lihat adalah wajah istri cantik nya.
"Iya sayang... Aku udah bangun kok" kata Denis dengan suara serak khas bangun tidur.
"Yaudah cepetan mandi! Mereka udah nungguin kita loh" kata Vila sambil mendorong dorong tubuh Denis agar cepat masuk kedalam kamar mandi.
"Iya iya! Bawel banget sih istriku" kata Denis sambil berjalan ke kamar mandi.
__ADS_1
"Yank aku tunggu dibawah ya? Baju kamu aku siapin diatas kasur" kata Vila sebelum Denis benar benar masuk kedalam kamar mandi.
"Iya iya sayang, aku bakal cepetan nyusul kok" kata Denis dengan tersenyum. Lalu, masuk kedalam kamar mandi.
Vila tersenyum, dan langsung menyiapkan pakaian santai Denis yang masih tersisa didalam lemari nya. Setelah selesai ia langsung turun kebawah menghampiri kedua orang tua nya beserta kakak nya.
Meja Makan.
"Selamat malam Ayah, Bunda, Kakak" sapa Vila menghampiri mereka dimeja makan.
"Malam sayang, suamimu dimana nak?" tanya Bunda menatap Putri nya. Ayah dan Ferry hanya tersenyum saja.
"Dia masih dikamar Bun, bentar lagi juga turun" jawab Vila.
"Yaudah kamu duduk dulu nak! Kamu kan sedang mengandung" perintah Ayah dengan tersenyum.
"Selamat malam semua" sapa Denis tiba tiba muncul dan menghampiri mereka.
"Malam nak, ayo duduk sini!" perintah Bunda dengan tersenyum.
Denis tersenyum dan langsung duduk disamping istri nya. Mereka langsung memulai makan malam nya.
Beberapa saat kemudian, mereka telah selesai makan dan melanjutkan berbincang diruang keluarga.
"Nak, Ayah sama Papi kalian sudah mengundang seluruh kolega kami! Kalian juga jangan lupa untuk mengundang teman teman kalian" kata Ayah dengan menatap mereka.
"Iya Yah, nanti kita bakal undang teman teman kita. Acara nya dibuat dimana Yah?" tanya Denis menatap Ayah mertua nya.
__ADS_1
"Acara nya akan diadakan dihotel bintang 5! Dan Ayah juga sudah mengundang para wartawan untuk meliput acara resepsi dan calon anak kalian" kata Ayah dengan tersenyum.
Vila tiba tiba merasa ingin muntah, dengan segera ia berdiri dan berlari ke kamar mandi. Mereka yang melihat itu langsung panik, terutama Denis! Ia langsung mengejar Vila.
Huek... Huek... Huek... Vila memuntahkan semua yang ada didalam perutnya.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Denis sambil memijat mijat tengkuk Vila.
Huek... Huek... Huek... Vila masih saja tetap muntah. Setelah dirasa tidak mual lagi, Vila langsung memegang tangan Denis.
"Gatau yank, tiba tiba aku ingin muntah aja" kata Vila yang sudah lemas.
"Sayang... Kamu tidak apa apa kan?" tanya Bunda menghampiri mereka.
"Gapapa Bun, Vila gatau kenapa ingin muntah Bun" jawab Vila dengan menatap Bunda nya.
"Itu seperti nya efek dari hamil kamu deh sayang. Kan kata dokternya tadi gitu" kata Bunda mengingat apa kata dokter tadi.
"Iya mungkin Bun" kata Vila dengan suara lemas.
"Yaudah Denis, kamu bawa istri kamu keatas ya nak! Biar Bunda buatin teh hangat dulu" perintah Bunda dengan mengusap kepala Vila.
"Iya Bun, kamu bisa jalan yank?" tanya Denis menatap Vila.
"Bisa kok yank, Bun kami duluan ya" kata Vila dengan tersenyum. Bunda mengangguk dan tersenyum.
Mereka langsung meninggalkan Bunda didapur bersama bibi.
__ADS_1
Bersambung...