
Jeon tengah asyik bersantai dibalkon kamar sembari merokok. Tiba tiba ponselnya berdering tertera nama Denis Dengan berat hati Jeon pun mengangkatnya. Setelah memutuskan sambungan telponnya. Jeon segera bersiap siap menuju Kantor Papanya.
Setelah selesai berpakaian Kantor, Jeon langsung turun kebawah menghampiri sang Mama yang sedang asyik menonton televisi.
"Pagi Mah" ucap Jeon saat sudah turun dari kamar menuju Ruang keluarga, dimana Mamanya tengah Menonton Tv.
"Pagi sayang, udah siap buat berangkat kekantor Papa?" ucap Mama sambil menatap Jeon dan tersenyum.
"Iya Mah, Jeon berangkat dulu ya!" ucap Jeon sembari menatap Mamanya.
"Gak sarapan dulu nak?" ucap Mama sembari menatap Putranya.
"Engga Ma, nanti aja dikantor! Yaudah Jeon berangkat Ma! Assalamu'alaikum" ucap Jeon sembari mencium punggung tangan Mamanya.
"Iya sayang, hati hati ya nak!" ucap Mama sembari menasehati anaknya. Dibalas Jeon dengan anggukan kepala dan berlalu meninggalkan Rumah.
***
Ditempat Ferry, Denis, & Kevin,
"Gimana Nis? Jeon bisa datang?" ucap Ferry saat melihat Denis memutuskan sambungannya.
"Dia gak bisa, soalnya dia disuruh Bokap nya kekantor" ucap Denis sembari meletakkan ponselnya dimeja.
__ADS_1
"Yaudah lain kali aja" ucap Kevin. Dan dibalas dengan anggukan kepala oleh mereka.
***
Kantor Lucky Group,
Setelah Luna sampai dikantor Papanya. Dia pun langsung keResepsionis untuk menanyakan Ruangan Papanya.
"Permisi Mba! Ruangan Jody Lucky dimana ya?" ucap Luna sembari menatap Mba Resepsionis tersebut.
"Maaf dengan siapa Mba? Apakah sudah membuat janji terlebih dahulu?" ucap Resepsionis sembari menatap Luna.
"Hehe belum Mba! Soalnya dia kan bapak saya, Emang harus buat janji dulu ya?" ucap Luna sembari tersenyum Ramah.
"Iya Mba, gapapa kok! Jadi Ruangannya dimana Mba?" ucap Luna sembari tersenyum.
"Ruangannya ada dilantai 5 Mba, Ruangan diPresdir" ucap Mba Resepsionis.
"Baiklah Terimakasih Mba" ucap Luna sembari tersenyum. Dan berlalu meninggalkan Mba Resepsionis menuju Ruangan Papanya. Setelah sampai Luna pun langsung mengetuk Pintunya! Dan langsung dipersilahkan masuk.
"Nih Pa Dokumen yang Papa minta" ucap Luna sembari memberikan dokumen tersebut.
"Makasih ya sayang, Sini duduk!" ucap Papa sembari mengambil Dokumen tersebut.
__ADS_1
"Iya Pah, tapi kenapa engga Sekretaris Papa aja yang anter?" ucap Luna sembari menatap sang Papa.
"Papa ingin kenalin kamu ke Karyawan kantor Papa! bahwa kamu adalah Pewaris Tunggal keluarga Lucky nak" ucap Papa sembari menatap Luna.
"Kenapa buru buru buru Pah?" ucap Luna bingung.
"Ini tidak buru buru sayang, Mengingat usia mu sudah menginjak 23 tahun. Papa ingin mereka mengenal kamu! kenapa? Apa kamu keberatan? Kalau kamu keberatan gapapa sih" ucap Papa pura pura bersedih.
'Yaudah deh, toh Gue bentar lagi juga wisuda. Biar sekalian Gue belajar aja' ucap Luna dalam hati.
"Gimana sayang? Apa kamu setuju?" ucap Papa sembari menatap Luna penuh harap. Sontak suara Sang Papa membuyarkan Lamunannya.
"Yaudah Pah Luna mau kok" ucap Luna sembari tersenyum.
"Terimakasih nak" ucap Papa sembari menggenggam tangan Luna.
"Luna seharusnya yang berterima kasih sama Papa! Karena Papa udah sabar banget nungguin Luna buat melanjutkan Bisnis Papa" ucap Luna sembari berdiri dan langsung memeluk Sang Papa. Dan dibalas Sang Papa pelukannya.
-
-
-
__ADS_1
Jangan Lupa Like, Komen & Votenya. Author selalu butuh dukungan kalian :')