Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Acuh


__ADS_3

Keesokan harinya.


Ade dipaksa oleh sang Mama untuk menjemput Adel menuju kampusnya. Dengan banyak alasan Ade menolak, namun Mama nya malah mengancamnya.


"Jika kamu tidak mau menjemput nya, jangan anggap aku ini ibu mu lagi" tegas Vila sang Mama.


"Ya ampun Mama, segitu nya sama anak sendiri. Yaudah iya Ade jemput" ucap Ade. Ia pun langsung pamit kepada Mama seraya mencium pipi Mama nya.


-------------------------------------------------------------


Sesampainya di Kediaman Sanjaya, Ade langsung mengetuk pintunya. Tak lama bibi pun membuka dan mempersilahkan Ade masuk.


"Selamat pagi Om, Tant" sapa Ade.


"Pagi nak" ucap mereka. "Sini duduk dulu nak, ayo kita sarapan bersama" ajak Lisa Mama nya Adel.


"Iya Tant" ucap Ade seraya duduk.


"Pagi Ma, Pa" sapa Adel sembari mencium pipi orangtua nya. "Loh kok kak Ade ada disini?" kaget Adel.


"Ade mau antar kamu kuliah sayang, udah duduk dulu sayang! Kita sarapan dulu" ajak Mama. Adel mengiyakan dan duduk disamping Mama nya.


Mereka langsung memakan sarapan pagi bersama. Beberapa menit kemudian, mereka telah selesai sarapan.

__ADS_1


"Papa berangkat dulu ya sayang" pamit Papa Kevin seraya mencium pucuk kepala istri dan putrinya itu.


"Hati hati Pa" ucap mereka seraya mencium punggung tangan suami dan Papa nya. Kevin mengangguk dan beralih menatap Ade. "Titip anak Om ya! Om percaya sama kamu" ucap Papa seraya menepuk bahu Ade. Ade langsung mengangguk percaya diri.


'Dasar tukang acting' celetuk Adel dalam hati.


"Yaudah Ma, kita berangkat dulu" pamit Adel seraya mencium pipi dan punggung tangan Mama nya.


"Iya sayang, hati hati ya" ucap Mama.


"Tant, kita berangkat dulu" pamit Ade.


"Iya sayang, hati hati ya!" ucap Mama.


Didalam mobil, suasana hening Adel pun berinisiatif membuka obrolan.


"Gausah GR! Gue jemput lo juga karena terpaksa! Kalau gak ngapain juga gue buang buang waktu gue buat jemput lo doang" ucap Adel tajam.


"Yaya kak Ade, biasa aja kali ngomong nya! Gausah pake urat juga" kata Adel santai. Ade tidak mengubris kata kata nya.


'Dia kok mulai berani sama gue? Perasaan semalam dia nangis deh pas gue ngomong kasar! Ah bodo amatlah' batin nya bertanya tanya.


'Aku harus bisa bersikap seolah aku tidak sakit hati dengan ucapannya' batin Adel mencoba tegar. Padahal jauh dilubuk hatinya, ia sangat sakit hati setiap mendengar ucapan tajam yang keluar dari mulut Ade.

__ADS_1


Saat Adel menoleh keluar jendela mobil, ia tidak sengaja melihat mobil yang tidak asing baginya. Dari kaca spion mobil milik Ade.


'Itu kaya nya mobil Reyhan deh, mending aku numpang sama dia aja' gumam Adel.


"Kak Stoppppppp" ucap Adel. Hal itu langsung membuat Ade berhenti mendadak.


"Apaansi lo, kalau mau mati! Mati sendiri aja" kesal Ade.


"Hehe maaf, aku turun disini aja! Makasi buat tumpangan dan mulut pedasnya. Dan ya tolong besok gausah jemput aku! Aku bisa sendiri" kata Adel seraya keluar dari mobil.


Ade menjadi bingung dibuatnya "kenapa dia tiba tiba turun ya? Apa aku berkata terlalu kasar" fikirnya. Dia pun tidak ambil pusing dan langsung menjalankan mobilnya.


"Huh lagi lagi aku harus menahan tangisku dengan ucapan ucapan nya yang sangat menyakitkan itu. Lihat saja! Aku tidak akan mau mencintaimu" gumam Adel.


"Aku harus bisa bersikap acuh terhadapnya semua sikap dan perkataan nya yang menjengkelkan itu" sambung nya.


"Reyhannnn" teriak Adel seraya melambaikan tangan nya kearah mobil Reyhan.


"Loh itu bukannya Adel ya? Kenapa dia bisa disitu?" gumam Reyhan seraya memberhentikan mobilnya.


"Loh kok kamu bisa disini Del?" tanya Reyhan bingung.


"Iya, tadi aku naik taksi online cuma taksi nya mogok. Pas banget aku lihat mobil kamu, yaudah aku panggil" bohong Adel tersenyum manis.

__ADS_1


'Sorry Han aku berbohong' batinnya.


"Oh gitu, yaudah yuk naik" perintah Reyhan. Adel dengan senang hati, langsung masuk tepat disamping kemudi.


__ADS_2