
Tak terasa kini usia kandungan Vila sudah menginjak 8 bulan. Dan Denis juga sudah kembali keaktivitas nya seperti biasa.
Pukul 09;00 Wib.
Vila sedang duduk diruang keluarga sambil menonton tv. Denis sudah dari dua jam yang lalu berangkat ke kantor.
Bosan pun melanda Vila, pasalnya film tidak ada yang seru menurutnya.
"Duh bosan amat sih! Ngapain ya?" gumam nya sambil mengelus elus perut buncitnya.
"Kita ngapain ni nak? Bosan juga gak ada papa kan sayang?" tanya Vila sambil menatap perut nya.
"Kita video call bareng papa yuk sayang" kata nya lagi sambil memencet nomer "My Husband".
Dikantor Denis Wijaya Group.
Denis sedang berkutat dengan laptop dan berkas yang ada diatas meja nya.
Tiba tiba suara ketukan pintu terdengar dari arah luar, dengan segera Denis menyuruhnya untuk masuk.
"Permisi pak" kata sekretaris nya bernama Bella.
"Ada apa?" tanya Denis tanpa menoleh.
"Nanti jam 11:00 ada meeting dengan kantor Kartika Atmaja Group bos" kata Bella.
"Baiklah siapkan semua berkas nya" perintah Denis.
"Saya permisi bos" pamit Bella, langsung melenggang keluar ruangan.
Drttt.... Drtttt... Drtttt.... Panggilan video call masuk "My Wife".
"Hallo sayang... Kamu lagi ngapain?" tanya Denis saat sudah mengangkat telfon.
"Hallo yank, aku lagi bosen banget nih! Aku kangen sama kamu" jawab Vila.
"Iya sayang, aku juga kangen! Tapi aku masih ada meeting jam 11 nanti yank" kata Denis.
"Dek papa kamu jahat! Mentingin kerjaan nya dari pada kita" kadu Vila dengan menatap perutnya.
"Sayan... Papa gak jahat nak! Papa kerja kan buat kalian" kata Denis.
"Tapi aku mau papa sekarang! Haaa bagaimana kalau kami ke kantor papa aja" kata Vila sambil menaik turun kan alisnya.
"Emmm gimana ya?" berfikir.
"Ayolah pa, adek kan belum pernah liat kantor papa" kata Vila menirukan suara anak kecil dengan wajah memelas.
"Yaudah iya deh sayang, papa jemput sekarang ya" kata Denis sambil tersenyum.
"Yeayy papa baik, yaudah mama siap siap dulu! Tuttt" kata Vila dengan girang nya langsung menutup telfon nya.
Denis langsung tersenyum dan segera menjemput mereka.
Setelah menempuh perjalanan 15 menit, Denis sudah sampai dikediaman nya. Dengan segera ia mengetuk pintu.
__ADS_1
Tok... Tok.. Tok...
"Assalamu'alaikum" ucap Denis.
"Wa'alaikumsalam" jawa Vila sambil membuka pintu.
"Yuk Mas berangkat! Eh tapi bentar deh" kata Vila.
"Ada apa yank?" tanya Denis heran.
"Aku belum masak buat makan siang yank! Nanti gimana kita mau makannya" kata Vila dengan menundukkan kepalanya.
"Heyyy gapapa sayang! Kita makan diluar aja! Anak papa mau kan makan diluar" kata Denis dengan berjongkok didepan perut buncit Vila.
"Yeayy makan diluar, yaudah yuk berangkat pa" ajak Vila dengan mengunci pintu, lalu menggandeng tangan suaminya.
Denis tersenyum bahagia. Lalu, membukakan pintu mobil untuk Vila. Dan Denis langsung menjalankan mobilnya menuju kantor.
Pukul 10;00 Wib.
Kantor Denis Wijaya Group.
Mereka telah sampai 30 menit yang lalu. Semua para karyawan yang menyapa mereka. Vila hanya membalas dengan senyum ramah nya! Lain hal nya dengan Denis ia hanya menganggukkan kepala nya dan tetap berwajah datar. Mereka kagum dengan kecantikan Vila. Bagaimana tidak, yang biasa nya mereka lihat hanya ditv, kini mereka melihat yang aslinya jauh lebih cantik ternyata.
"Yank kamu istirahat aja ya! Ditempat biasa aku istirahat" kata Denis.
"Engga ah yank! Aku mau liatin kamu kerja aja" kata Vila sambil duduk didepan Denis.
Tok... Tok... Tok... Suara ketukan pintu dari arah luar, Denis langsung menyuruh nya untuk masuk.
"Baiklah, apa kamu sudah menyiapkan apa yang saya butuhkan?" tanya Denis dengan wajah datar. Bella mengangguk takut.
"Baiklah, saya akan segera keruang meeting" kata Denis.
"Saya permisi pak, buk" pamit Bella.
"Yank, aku meeting dulu ya! Nanti setelah meeting kita cari makan siang. Okee" kata Denis dengan mencium kening Vila. Lalu, beralih keperutnya.
"Sayang calon anak papa, papa meeting dulu ya! Kamu jangan nakal diperut mama! Papa segera kembali. Okee" kata Denis dengan mencium perut Vila.
"Iya papa, semoga meeting papa lancar ya! Dedek sama mama selalu ada untuk papa dan dukung papa" kata Vila menirukan suara anak kecil.
Denis tersenyum dan berjalan keluar ruangan menuju ruangan meeting.
"Hufftt kan sepi lagi dek, tapi gapapa! Intinya sekarang kita udah deket sama papa" kata Vila mengelus perut nya.
"Kita uplote foto aja yuk di ig mama! Biar yang iri makin iri hihi" ucap Vila sambil terkikik.
Caption: Terimakasih telah hadir didalam hidupku! Dan memberi ak kebahagiaan. Aku sangat mencintaimu @Denis Putra Wijaya.
Langsung banyak komenan dan like yang menghiasi foto mereka berdua beserta calon anak mereka.
"Wiuhh makin mesra aja nih wkwk" komen Lisa.
__ADS_1
"Iya nih, jadi rindu calon ponakan deh" komen Luna.
"Ciah makin langgeng sampe kakek nenek" komen Kevin.
"Sehat sehat terus ya dek, dalam kandungan mama kamu, uncle udah gak sabar nunggu kehadiran kamu" komen Ferry.
Dan masih banyak lagi komenan komenan positif orang. Vila tersenyum senang melihat nya.
Sedangkan diruangan meeting, Denis telah selesai dengan meeting nya. Semua orang sudah beranjak dari tempat duduk nya menuju keluar.
Kini yang berada didalam ruangan hanya Kartika dan Denis saja. Jujur saja Kartika terpukau melihat ketampanan partner kerja nya ini. Apalagi cara dia menjelaskan tentang proyek yang akan mereka buat, sangat memikat para wanita.
"Terimakasih atas kerjasama nya pak Denis" kata Kartika dengan tersenyum manis.
"Terimakasih kembali buk Kartika, saya permisi dulu" kata Denis ingin beranjak dari duduk nya.
"Emm sebentar pak Denis" kata Kartika. Denis menoleh sambil menyerngitkan kening nya.
"Emm apa boleh kita makan siang bersama?" tanya Kartika dengan senyum manis nya.
"Maaf saya tidak bisa! Karena istri saya sudah menunggu. Saya permisi" kata Denis datar. Lalu, melenggang meninggalkan Kartika yang sedang malu sendiri.
"Apa ini? Dia menolakku? Lihat saja kau Denis aku akan membuatmu bersujud didepan kakiku! Apa kata dia tadi? Istri? Halah cuma istri doang! Gak ada satu lelaki pun yang dapat menolak keseksianku" kata nya dengan percaya dirinya. Lalu, keluar ruangan.
Diruangan Denis.
Denis baru saja tiba didalam ruangan nya, ia melihat istri tercinta nya sedang senyum senyum sendiri sambil melihat ponselnya. Bahkan ia tidak menyadari keberadaan suaminya.
"Lagi liatin apa sih yank? Kok senyum senyum gitu?" tanya Denis langsung memeluk perut buncit Vila.
"Astagfirullah! Kamu bikin aku kaget aja deh! Datang datang gak ada suara nya" kata Vila kesal.
"Ih dia tuh yang gak sadar aku dateng! Sangking sibuknya liatin ponselnya. Lagi liatin apasih yank?" tanya Denis lagi.
"Ini loh yank, aku uplode foto kita diig terus banyak yang komenin lucu lucu" jawab Vila sambil tersenyum.
"Mana coba lihat yank" kata Denis. Vila langsung menyodorkan ponselnya ke Denis.
"Iya iya yank, emang bener kata mereka kita makin mesra aja" kata Denis dengan menatap Vila.
"Makasih udah menjadi istri yang baik buat aku, aku juga sangat mencintai kamu sayang" kata Denis langsung mendaratkan bibirnya dikening Vila cukup lama.
Vila tersenyum lebar mendengar nya dan langsung memeluk Denis erat.
"Jangan pernah tinggalin aku kaya waktu itu lagi" kata Vila.
"Iya sayang, aku janji tidak akan meninggalkan istri tercinta aku ini" kata Denis membalas pelukan Vila.
"Kita makan siang yuk! Pasti dedek sudah laper kan dek?" tanya Denis sambil berjongkok didepan perut Vila.
"Iya pa, dedek udah laper banget tungguin papa meeting" jawab Vila dengan menirukan suara anak kecil.
"Maaf ya sayang, gara gara papa kalian jadi kelaperan. Yaudah yuk kita cari makan" ucap Denis langsung menggandeng tangan Vila.
Mereka pun berjalan dengan mesra nya menuju Restaurant untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.
__ADS_1
Bersambung....