
Setelah Mereka selesai makan, Mereka langsung berbincang.
"Kamu ingin keluar tidak yank? Lihat pemandangan dimalam hari untuk terakhir kali nya, sebelum kita pulang besok" tanya Denis sembari menatap Vila.
"Pengen sih yank! Tapi badan aku capek banget! Gara gara satu harian kita belanja + jalan jalan tadi" jawab Vila lesu.
"Yank aku mau nanya deh sama kamu" seru Denis dengan membelai pipi Vila.
"Mau nanya apa yank?" jawab Vila dengan tersenyum.
"Kamu mau tidak, kalau kita pindah rumah setelah pulang dari sini?" tanya Denis. Vila langsung menyerngitkan kening nya. "Memang kenapa yank?" seru Vila bingung.
"Aku mau kita dirumah sendiri yank! Ya bisa dibilang biar kita bisa hidup mandiri dan dewasa" ucap Denis menatap Vila. Vila hanya mangguk paham dan tersenyum.
__ADS_1
"Terserah kamu saja yank! Aku ikut kemana pun kamu pergi" ucap Vila dengan memeluk Denis. Denis langsung tersenyum dan membalas pelukan Vila.
"Yank apa kamu keberatan kalau kamu hamil diposisi kamu yang masih kuliah? Kalau kamu keberatan kamu minum pil penunda kehamilan aja" ucap Denis yang masih setia dengan memeluk Vila. Vila langsung melepaskan pelukannya, saat mendengar Denis berkata seperti itu. dan berkata.
"Kamu ngomong apasi yank! Kalau aku keberatan gak mungkin aku ngasih sesuatu yang sangat berharga dalam hidup aku, Berarti aku sudah siap menjadi ibu dari anak kamu! Lagian resiko meminum pil penunda kehamilan itu sangat fatal loh! Dan apa kamu ingat? Orang tua kita sangat menginginkan cucu! Aku tidak akan mengecewakan mereka dengan menunda kehamilanku" ucap Vila percaya diri sembari menatap Denis dengan tersenyum.
"Kamu memang istri terbaik sayang! Aku sangat bersyukur bisa mendapat istri kaya kamu" ucap Denis tersenyum bahagia mendengar semua ucapan Vila. Menurutnya Vila sangat dewasa dalam berbicara. "Tapi akibat dari minum pil penunda kehamilan emang nya apa sayang?" tanya nya sembari menyerngitkan kening.
"Kamu memang istri terbaik dan ibu terbaik juga saat kita sudah mempunyai keturunan kelak" ucap Denis dengan mengecup kening Vila.
"Aminnn makasi ya udah terima kekurangan dan kelebihan aku" ucap Vila kembali memeluk Denis. Namun, ini sangat erat seperti takut akan kehilangan.
"Aku tidak pernah merasa kamu mempunyai kekurangan sayang! Yang aku rasakan sekarang betapa beruntung nya aku memiliki istri seperti kamu" ucap Denis membalas pelukan Vila.
__ADS_1
"Aku ganti baju dulu yank, ngantuk" seru Vila melepas pelukan sembari beranjak dari kasur.
"Yank pakai baju yang dari sahabat kamu itu ya" goda Denis. Wajah Vila langsung memerah mendengar itu.
'Duh mati gue! Kena terkam lagi deh' gumam Vila dalam hati sembari mengambil Lingerie itu dan masuk kedalam kamar mandi.
"Duh g pd gue! Masa iya harus keluar dengan baju kaya gini" gumam nya saat sudah selesai mengganti baju sambil memperhatikan dirinya dari atas sampai bawah. "Duh jantung gue" gumam nya lagi sembari memegang dada nya yang berdegup kencang. Walau pun Vila sudah pernah melihat Denis tanpa memakai sehelai benang pun. Namun, ia tetap saja merasa gugup.
Mereka pun kembali melakukan kegiatan gulat diranjang mereka. Untuk menambah stamina masing masing. Setelah selesai mereka langsung tidur saling berpelukan.
Like, komen, vote.
Ranting 5 dan Favoritkan ❤ supaya kalian selalu dapat notifikasi dari ceritaku! Tetap setia membaca nya ya. Seeyou ;')
__ADS_1