Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Ijab Qabul


__ADS_3

Keesokan Hari.


Kini semua keluarga sudah berkumpul dirumah Vila. Begitu juga dengan para sahabat mereka.


***


Kamar Vila.


Vila sekarang tengah berada dikamarnya. Setelah pihak WO selesai mendandani ia bak princes, sambil menunggu Bunda nya memanggil setelah Denis mengucapkan Ijab Qabul.


"Gue deg deg an banget" gumam Vila sembari mengatur nafasnya yang naik turun.


"Hai sayang... Cantik banget sih" puji Lisa tiba tiba masuk kedalam kamar Vila bersama Indah dan Luna.


"Iya Loe cantik banget Vil, gak nyangka ya Loe udah mau nikah aja" puji Luna sembari tersenyum menatap Vila.


"Iya nih calon kakak ipar" ucap Indah sembari tersenyum.


"Ah kalian bisa aja. Tapi Gue deg deg an banget guys" sahut Vila menatap mereka secara bergantian.


"Udah gapapa! Memang kaya gitu kalau kita mau menikah" ucap Lisa sok bijak.


"Sok tau banget sih Lis, emang nya Loe udah pernah nikah?" ucap Luna sembari tertawa. Lisa langsung menggeleng cepat.


"Udah gapapa Vil, Loe tarik nafas aja terus buang dari mulut" ucap Indah. Vila langsung melakukan apa yang dikatakan oleh Indah.


***


Setelah Denis mengucapkan Ijab Qabul dengan lantang, semua orang bersorak sah sembari bertepuk tangan. Bunda langsung berdiri untuk menjemput mempelai wanita nya.


***

__ADS_1


Kamar Vila.


"Guys udah sah tuh" ucap Lisa saat mendengar kata sah dan bertepuk tangan.


"Iya nih, selamat ya sayang" ucap Luna sembari tersenyum.


"Ayo sayang... Sudah waktu nya kamu turun menemui suami kamu" ucap Bunda tiba tiba datang.


"Iya Bunda" ucap Vila sembari berjalan kebawah. Dan diikuti oleh sahabatnya.


Semua orang yang melihat Vila turun dari tangga, semua nya bersorak senang dan memuji kecantikan Vila.


Vila duduk disamping Denis, Denis langsung memasangkan cincin dan begitu pula sebaliknya. Lalu, Vila langsung mencium punggung tangan Denis yang sudah sah menjadi suami nya itu. Denis membalas dengan mencium kening Vila yang sudah sah menjadi istrinya itu. Dan semua orang bersorak sembari bertepuk tangan.


Setelah itu mereka langsung meminta restu kepada kedua orang tua mereka.


Kini mereka duduk dikursi pelaminan sembari membalas jabatan tangan para keluarga yang datang.


"Iya Bunda, Vila janji bakal menjadi istri yang baik seperti yang Bunda mau" ucap Vila membalas pelukan Bunda nya dan meneteskan air mata juga. Setelah Bunda mendengar itu Bunda langsung melepas kan pelukannya.


"Iya Tant, Denis bakal jaga Vila. Denis janji" ucap Denis dengan tersenyum dan memeluk pinggang Vila. Vila langsung terkejut dan kembali menstabilkan detak jantungnya yang tidak beraturan.


"Sayang... Kamu jangan panggil Bunda dengan sebutan Tante lagi! Sekarang kamu juga adalah anak Bunda. Jadi kamu harus panggil dengan sebutan Bunda juga" ucap Bunda menatap Denis.


"Baiklah Ta eh maksudnya Bun" ucap Denis tersenyum canggung.


"Selamat ya sayang... Kamu harus nurut dengan apa yang dikatakan suami kamu ya" ucap Ayah sembari memeluk Vila.


"Iya Ayah, pasti" ucap Vila membalas pelukan Ayah nya dan meneteskan air mata. Setelah itu Ayah melepaskan pelukannya dan beralih menatap Denis.


"Denis Ayah titip Putri Ayah ya sama kamu! Tolong buat dia bahagia. Ayah percaya sama kamu" ucap Ayah sembari menepuk pundak Denis.

__ADS_1


"Iya Ayah, Denis janji bakal jaga Putri Ayah ini" ucap Denis tersenyum dan kembali memeluk pinggang Vila erat. Ayah yang melihat itu hanya tersenyum bahagia. Begitu juga dengan orang tua Denis. Kini giliran para sahabat mereka.


"Selamat ya adik kecil kakak, semoga kamu bisa bahagia dikehidupan baru kamu" ucap Ferry sembari memeluk adiknya.


"Iya kak makasi, kakak adalah pahlawan kedua setelah Ayah" ucap Vila membalas pelukan kakaknya. Ferry hanya mengangguk dan tersenyum. Lalu, melepas kan pelukannya dan beralih menatap Denis.


"Selamat Nis, Gue percaya Loe bisa bahagiain adik Gue" ucap Ferry menepuk pundak Denis pelan.


"Iya Ferr, makasih" ucap Denis dengan tersenyum.


"Selamat ya kakak ipar, Gue bahagia Loe bisa jadi kakak ipar Gue" ucap Indah memeluk Vila.


"Makasih Ndah" ucap Vila tersenyum dan membalas pelukan Indah.


"Selamat Vila sayang, Kak Denis semoga pernikahan kalian langgeng sampai kakek nenek" ucap Lisa sembari memeluk Vila. "Eh ini kado dari kita, dipake ya buat nanti malem" ucap Lisa sembari memberikan kado dan tersenyum nakal. Denis hanya mengangguk sembari tersenyum.


"Iya amin... Lis doain aja" ucap Lisa membalas pelukan nya. "Eh makasi loh sebenarnya kalian gak perlu repot repot gini! Kalian datang aja itu udah lebih dari cukup" ucap Vila tersenyum sembari menerima kado dari mereka.


"Selamat Vila sayang... Kak Denis Semoga pernikahan kalian sakinah mawadah warohmah ya" ucap Luna memeluk Vila. Vila pun membalas pelukan Luna. "Btw Gue Request ponakan yang lucu lucu ya" ucap Luna sembari tersenyum nakal.


"Makasih ya Lun, kalian memang sahabat Gue" ucap Vila membalas pelukan Luna. "Apaansi sih Lun" ucap Vila dengan wajah yang memerah. Yang lain hanya menahan tawa melihat wajah Vila yang sudah seperti kepiting rebus.


"Selamat ya Vil, Nis! Kita doain semoga pernikahan kalian langgeng sampai nenek kakek" ucap Kevin dan Jeon sembari tersenyum. "Ini ada kado untuk kalian" ucap Kevin sembari memberikan kado.


"Makasih ya kak, harusnya gak usah repot repot kak" ucap Vila sembari tersenyum dan menerima kado dari mereka.


"Yaudah kalau gitu kita pamit ya! Sekali lagi selamat!!" ucap Kevin sembari meninggalkan acara. Mereka hanya mengangguk dan tersenyum.


"Kita juga pamit ya Vi, kak Denis" ucap Lisa sembari meninggalkan mereka.


"Iya kalian hati hati ya" ucap Vila sembari tersenyum.

__ADS_1


Acara pun telah usai, mereka langsung kembali kekamar Vila.


__ADS_2