
Malam Hari.
Kediaman Wijaya.
Setelah selesai makan malam, kini mereka tengah bersantai diruang keluarga.
"Bagaimana Denis? Apa kamu sudah siap untuk melepas status lajang kamu?" tanya Mami menggoda Denis.
"Mami apa apaansi!" jawab Denis kesal.
"Denis dengerin Papi ya! Besok adalah hari pernikahab kamu. Papi harap setelah kamu menikah, kamu bisa menjadi imam yang baik dan bertanggung jawab untuk istri dan anak kamu kelak" ucap Papi menasehati Denis. Denis hanya diam sembari mendengar kan apa yang dikatakan Papi selanjutnya.
"Dan kamu harus ingat! Dalam membangun rumah tangga tidak lah mudah tanpa ada nya rasa kepercayaan satu sama lain. Suatu saat pasti kalian akan ada cekcok nya dan tugas kalian adalah menyelesaikan nya dengan tenang! Jangan dengan emosi. Dan kalau ada masalah apapun kalian harus saling terbuka" lanjut Papi sembari menatap Denis.
"Iya sayang... Apa yang dikatakan Papi kamu itu semua nya benar! Kamu harus bertindak secara dewasa dalam menghadapi rumah tangga kalian kelak" ucap Mami menatap Denis.
"Iya kak, apalagi Vila itu gak pernah pacaran! Jadi kakak harus bisa menakhlukkan hati nya. Banyak laki laki yang mencoba mendekati Vila. Namun, Vila selalu menolaknya secara baik baik kak. Aku harap kakak tidak mengecewakan Vila" ucap Indah menatap kakaknya.
'Apaa? Dia gak pernah pacaran? Tapi tadi? Ah sudah lah ngapain juga aku mikirin dia! Toh pernikahan kami hanya sementara' gumam Denis dalam hati.
"Iya Pi, Mi, Dek. Denis bakal selalu ingat apa kata kalian" ucap Denis sembari tersenyum.
"Yaudah yuk kita Istirahat! Besok pagi kita akan berangkat kerumah mereka" ucap Mami beranjak dari duduknya. Dan diikuti oleh mereka. "Kamu harus langsung Istirahat Denis, supaya besok kamu tidak kelelahan" ucap Mami sebelum benar benar pergi. Denis hanya mengangguk dan langsung naik keatas. Begitu juga dengan Indah.
***
__ADS_1
Kamar Denis.
"Haa~" menghela nafas. "Gue kasih tahu Kevin dan Jeon dulu ah" ucap Denis sembari duduk dikasurnya. Dan langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi mereka sambung tiga.
"Hallo Nis, tumben Loe nelpon malam malam gini?" tanya Kevin saat sudah mengangkat telpon.
"Hallo Nis, iya tumben ada apa Nis?" tanya Jeon saat sudah mengangkat telpon.
"Hallo Vin, on. Gue mau undang kalian diacara pernikahan Gue besok" sahut Denis saat mereka sudah mengangkat telpon nya.
"Apaa? Nikah?" ucap mereka bersamaan karena terkejut.
"Loe nikah sama siapa? Kok mendadak gini ngundang nya?" tanya Kevin terkejut.
"Gue dijodohin *******! Bukan ngamilin anak orang" ucap Denis kesal dengan tuduhan Jeon.
"Hehe sorry Nis, habisnya mendadak gini Loe kasih tahu kita" ucap Jeon dengan tertawa kecil.
"Emang sama siapa Loe dijodohin Nis?" tanya Kevin.
"Sama anak dari Sahabat bonyok Gue. Nama nya Vila Edy Alexander adik dari Ferry Edy Alexander" sahut Denis.
"Apaa?" ucap mereka terkejut.
"Kok bisa Nis? Jadi gimana sama Clara?" tanya Kevin.
__ADS_1
"Cerita nya panjang! Apaansi Loe bahas bahas Clara. Gue tuh udah gak ada hubungan apa apa lagi sama dia!" ucap Denis kesal.
"Sorry sorry... Yaudah besok kita bakal datang kok. Eh tapi acara nya buat dimana?" tanya Kevin.
"Dirumah Ferry, acara nya yang hadir hanya Keluarga inti aja sama kalian dan mungkin sahabat dia juga bakal dateng" ucap Denis.
"Loh kok gitu? Kenapa gak digelar di Hotel bintang 5?" tanya Jeon bingung.
"Kita udah sepakat buat menutupi pernikahan kita public" ucap Denis.
"Yaudah Gue tutup dulu! Byeee" ucap Denis dan memutuskan sambungannya. Denis langsung memilih untuk tidur.
***
Kediaman Alexander.
Kini dirumah Vila sudah megah bak istana. Rumah nya sudah didekor dengan secantik mungkin.
Setelah mendapat nasehat dari Ayah, Bunda, dan Kakak, ia langsung disuruh untuk masuk kedalam kamar. Agar saat acara besok Vila tidak kelelahan.
***
Kamar Vila.
"Haa~" menghela nafas. "Besok Gue harus nikah sama orang yang Gue benci" ucap Vila sembari memejamkan matanya. Tak lama dia pun tertidur.
__ADS_1