Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Kesepakatan


__ADS_3

Kamar Vila.


Setelah selesai makan, Vila langsung menuju kamarnya.


"Loe mau ngomongin apa?" tanya Vila saat sudah berada dikamarnya. Dan menghampiri Denis yang sedang duduk dibalkon.


"Gue mau kita buat kesepakatan" sahut Denis sembari menatap kedepan.


"Kesepakatan apa?" tanya Vila sembari menyerngitkan keningnya.


"Kita kan menikah hanya karena perjodohan. Tidak ada cinta diantara kita! Dan Gue mau kita sepakat untuk tidak mencampuri urusan pribadi. Dan saat didepan orang tua, kita akan bersandiwara seperti pasangan suami istri yang akur. Gue akan memenuhi tanggung jawab Gue menghidupi Loe! Tapi tidak untuk urusan batin. Bagaimana?" ucap Denis sembari menatap Vila.


'Deg deg deg deg' jantung Vila berdegup kencang.


"Baik Gue setuju!" ucap Vila dengan terpaksa. Dan langsung pergi meninggalkan Denis sendiri. Denis yang melihat itu merasa aneh.


"Apa Gue salah ngomong? Ah sudah lah! Toh yang Gue bilang bener semua" gumam Denis sembari menatap kedepan.


"Mending Gue siap siap kerumah Mami" gumam Denis sembari berjalan kembali masuk kedalam.


Setelah selesai bersiap siap, Denis langsung turun kebawah menghampiri mertua nya itu.


"Bun, Denis pamit kerumah Mami dulu ya" ucap Denis menghampiri mertua nya.


"Loh Vila gak ikut sayang? Tadi Vila pergi duluan. Katanya mau cari angin" ucap Bunda menatap Denis.

__ADS_1


"Oh iya tadi katanya dia ada urusan Bun, Vila mau nyusul nanti" ucap Denis berbohong.


"Oh gitu yasudah, Bunda kirim salam ya buat Mami Papi kamu" ucap Bunda sembari tersenyum.


"Iya Bun... Denis pergi dulu! Assalamu'alaikum" ucap Denis sembari mencium punggung tangan mertua nya.


"Iya sayang... Hati hati ya" ucap Bunda menatap Denis. Denis hanya mengangguk sembari berjalan kearah luar.


Vila tidak menyangka bahwa Denis akan berkata seperti itu. Dan Vila pergi untuk menenangkan diri.


"Kamu mau kemana sayang?" tanya Bunda saat melihat Vila turun dari tangga.


"Cari angin sebentar Bun, Vila pergi dulu. Assalamu'alaikum" ucap Vila sembari mencium punggung tangan Bunda nya dengan tersenyum paksa.


"Wa'alaikumsalam nak, kamu hati hati! suami kamu gak ikut?" tanya Bunda sembari menatap Vila. Vila hanya menggeleng dan berlalu keluar rumah.


***


"Semua orang menginginkan pernikahan! Tapi kenapa giliran Gue yang menikah Gue sama sekali tidak seperti menikah" gumam Vila sembari menangis. Kata kata Denis selalu terngiang ditelinga nya.


"Gue tahu pernikahan kami memang hanya diatas kertas. Tidak memiliki ikatan cinta. Tapi... Tapi.. Hiks hiks hiks" ucap Vila Sembari menangis sejadi jadi nya.


"Finee! Gue gak boleh jatuh cinta sama orang tidak punya perasaan kaya dia" gumam Vila sembari menghapus air mata nya. Saat dirasa sudah lega, Vila beranjak dari duduk nya. Tiba tiba ponselnya berdering tertera nama Kulkas. Dengan segera ia mengangkatnya.


"Hallo... Kenapa?" ucap Vila ketus.

__ADS_1


"Loe dimana? Mami nanyain Loe! Buruan Loe kesini!" ucap Denis saat Vila sudah mengangkat telpon nya. Vila yang mendengar ucapan Denis langsung memutuskan sambungan nya. Dengan segera dia melajukan mobilnya menuju Kediaman Wijaya.


***


Kediaman Wijaya.


"Assalamu'alaikum Mami" ucap Denis sembari masuk kedalam rumah dan menghampiri sang Mami.


"Wa'alaikumsalam sayang... Mantu Mami dimana?" tanya Mami saat melihat Denis datang sendiri.


"Vila lagi ada urusan Mi! Bentar ya Denis telpon dulu" ucap Denis sembari menatap Mami nya. Mami hanya mengangguk sembari tersenyum.


Setelah selesai menelpon. Denis merasa aneh dengan sikap Vila. Pasalnya tak biasa nya dia langsung memutuskan sambungannya duluan.


'Dia kenapa? Biasa nya juga Gue yang duluan mutusin sambungan. Nih kenapa tiba tiba dia' gumam nya dalam hati. Mami yang melihat Putra nya bengong langsung menghampiri nya.


"Denis kamu kenapa? Vila gapapa kan sayang?" ucap Mami sembari menatap Denis.


"Ah engga Mi, Vila gapapa kok. Dia sebentar lagi juga kesini" ucap Denis sembari tersenyum.


"Baiklah nak, yasudah yuk kita duduk dulu! Sambil nunggu istri kamu datang" ucap Mami. Denis hanya mengangguk dan duduk disamping Maminya.


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2