
RSUD BANDUNG.
Adel dibawa oleh bibi kerumah sakit terdekat agar Adel mendapat penanganan. Bibi segera menelpon Ade.
"Hallo... Siapa ini?" tanya Ade dibalik telepon. Bibi memang menggunakan telepon genggam rumah sakit, karena ponsel Adel memakai kode. Lagian bibi juga tidak berani menyentuh ponsel majikan nya.
"Hallo den, ini bibi... Nona sekarang berada dirsud den, Nona tadi pingsan didalam mobil. Kemungkinan non juga akan melahirkan den" jelas bibi.
"Apa!!!! Oke bi, Ade sekarang kesana" ucap Ade kemudian memutuskan ponselnya.
*****
"Siapa sayang? Kok wajah kamu langsung pucat gitu?" tanya Natalia. Natalia sedang duduk bersandar dibahu Ade dengan manja nya.
"Aku harus segera pergi, istri aku pingsan. Dan sekarang berada dirumah sakit" sahut Ade buru buru.
"Astaga sayang, itu paling cuma akal akalan dia aja. Mending kamu disini temani aku sama calon anak kita" ucap Natalia menarik kembali tangan Ade.
"Cukup ya Nat! Gua udah cukup sabar ngeliat tingkah lu yang udah seperti nyonya Wijaya aja. Ingat ya! Ini tu cuma karena anak yang ada dikandungan lu. Nyonya Wijaya cuma satu yaitu Adelia. Istri sah gua dan sekarang ingin melahirkan anak gua, buah cinta kami!" jelas Ade begitu tajam. Kemudian Ade setengah berlari keluar dari Apartement.
__ADS_1
'Deg... jantung Natalia tersentak saat mendengar ucapan Ade yang begitu menyakitkan.
"Semoga istri lu mati aja! Dulu lu ngga kaya gini De. Semenjak ada tu cewek lu jadi berubah menjadi kasar sama gua" gumam Natalia geram.
*****
Didalam mobil Ade buru buru menelpon orang tua nya, dan menyampaikan bahwa Adel ingin melahirkan dirsud bandung. Setelah memberi kabar Ade menambah kecepatan mobilnya, ingin segera cepat sampai dirumah sakit. Ade tidak berhenti mengerutuki dirinya, kalau sampai terjadi apa apa dengan istri dan calon anak mereka.
Ade berlari dikoridor rumah sakit dengan tergesa gesa, setelah mendapat petunjuk dimana istrinya berada, Ade langsung menaiki lift menuju ruangan istrinya.
"Bi dimana Adel?" tanya Ade dengan nafas yang ngos ngosan.
"Didalam den, dari tadi dokternya belum keluar juga" jawab bibi.
Dokter keluar dengan wajah serius, dokter segera menghampiri keluarga Adel.
"Keluarga pasien?" tanya dokter. Ade yang mendengar suara dokter sontak berdiri menanyakan keadaan sang istri.
"Saya suaminya dok, bagaimana keadaan istri saya dok? Dia baik baik aja kan? Dan calon anak kami selamatkan?" tanya Ade bertubi tubi.
__ADS_1
"Maaf pak, mungkin karena syok berat jadi pasien pingsan dan enggan untuk membuka matanya. Kemungkinan kami akan melakukan operasi cesar untuk menyelamatkan bayinya" ucap dokter.
"Lakukan yang terbaik dok, untuk menyelamatkan istri dan anak saya. Saya mohon.... " pinta Ade meneteskan air mata.
"Pasti pak, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan kedua nya. Bapak tolong tanda tangani tanda setuju dengan tindakan operasi kami" ucap dokter. Ade buru buru menandantangi yang diminta dokter.
"Baiklah, kami akan berusaha sebaik mungkin. Kalian berdo'alah agar mereka selamat dan baik baik saja. Kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter melenggang masuk kedalam ruangan ugd.
"Bagaimana keadaan Adel nak?" tanya Mama Lisa khawatir. Ya Mama Lisa datang bersama suami nya Kevin. Mama Vila datang bersama suaminya Denis. Ferry datang bersama Indah orang tua nya Aurel. Luna dan Jeon juga ada, orang tua dari Rangga. Dan Aurel datang bersama Rangga. Memang hubungan Aurel dan Rangga sudah baik baik saja, Rangga bisa membuktikan kalau dia benar benar telah berubah. Namun, mereka memang belum menikah. Karena Aurel meminta menikah setelah sahabatnya Adel telah melahirkan keponakan nya.
"Adel lagi ditangani sama dokter Ma, kata dokter Adel pingsan karena syok, sampai sekarang Adel belum membuka matanya. Jadi Adel terpaksa harus melahirkan secara operasi cesar Ma" jelas Ade tertunduk lesu.
"Syok? Syok karna apa? Bi, bibi kemana tadi sama Adel? Kenapa ngga izin sama saya?" tanya Vila marah.
"Maaf ny, tadi non Adel ingin keluar jalan jalan ke-Mall. Den Ade juga sudah mengamanahkan sama bibi, kalau non Adel keluar, atau membutuhkan sesuatu saya harus menemani non Adel" jawab bibi gugup.
"Terus kenapa Adel bisa pingsan dan syok bi?" tanya Lisa.
"Tadi saat di-Mall non Adel tidak sengaja melihat den Ade bersama wanita bergandengan tangan. Dan wanita itu tengah hamil sekitar 3 bulan. Wanita itu juga menyapa non Adel dengan sebutan maduku. Dari situ non Adel menangis sampai pingsan bu" jelas bibi.
__ADS_1
Semua keluarga kaget mendengar ucapan bibi. Semua keluarga yang ada disana menatap Ade penuh tanya. Terutama sang Ayah Adel mata nya sudah memerah menahan amarah. Kecuali Rangga yang tampak biasa saja, karena dia memang sudah mengetahui siapa wanita yang dimaksud oleh bibi.
"Apa maksud semua ini De? Bisakah kamu menjelaskan?" tanya Kevin dengan sorot mata menahan amarah.