
Denis telah diberi waktu 3 hari lagi untuk diperbolehkan pulang, agar tubuhnya bisa pulih kembali.
Dan hari ini adalah hari kepulangan Denis kerumah mereka. Vila sudah menyusun semua barang Denis selama dirumah sakit.
"Yank jangan terlalu nunduk lo, kasian dedek nya kesakitan" kata Denis.
"Iya sayang, kamu tenang aja! Aku bakal jaga dedek kok" kata Vila. "Sudah selesai yank, yuk pulang" kata Vila sambil mengangkat barang Denis.
"Eh eh turunin yank! Itu berat! Kamu gak boleh angkat yang berat berat loh" kata Denis menghampiri Vila. Vila hanya cengengesan dan menjatuhkan tas nya ke lantai.
"Kakak Ferry gue yang paling tampan! Calon suami Indah sahabat gue, tolongin ngapa ih! Gak ada peka peka nya sumpah!!" kesal Vila menatap kakaknya yang tengah sibuk bermain ponsel.
Ferry langsung menoleh dan berjalan kearah Vila.
"Yaudah sini gue bawa" kata Ferry.
"Itu noh ambil! Yuk yank kita duluan! Kasian noh sijomblo akut liat kita mesra mesraan nanti" kata Vila sambil menggandeng suami nya. Denis hanya tersenyum dan menurut.
"Ckck, udah ditolongin! Malah gak tau diri" umpat Ferry kesal. Namun, masih didengar oleh Vila.
"Dek liat uncle kamu, jahat banget mulutnya kan?" tanya Vila sambil mengusap perut nya.
"Oh keponakan uncle, tidak sayang uncle hanya bercanda! Mama kamu saja yang baperan" kata Ferry pasrah.
Mereka yang melihat Ferry seperti itu hanya tersenyum senang.
Ia tidak akan bisa membantah jika menyangkut dengan calon keponakan. Ia sangat sangat menyayangi calon keponakan nya itu. Walaupun masih berstatus didalam perut adik kesayangan nya itu.
"Uncle ayo pulang! Uncle kebanyakan bacod deh" kata Vila dengan tertawa sambil berjalan duluan.
"Huh sabar, itu bawaan calon ponakan gue" gumam Ferry sambil mengelus dada nya dan berjalan meninggalkan ruangan Denis.
Skip.
"Assalamu'alaikum" ucap mereka saat sudah sampai dirumah nya.
"Duarrr" suara balon diletupkan.
Ternyata dirumah mereka sudah ada para orang tua dan para sahabat mereka. Mereka sengaja menyiapkan ini untuk menyambut kepulangan Denis.
"Selamat kembali sayang, semoga kamu selalu diberi kesehatan" ucap Mami sambil memeluk anaknya.
"Aminn... Makasih semua udah nyambut Denis" kata Denis dengan membalas pelukan Mami nya.
__ADS_1
"Ayo duduk dulu" ajak Bunda.
"Gimana keadaan lo Nis?" tanya Kevin.
"Alhamdulillah gue sekarang udah baik baik aja kok, ini semua berkat do'a dari kalian" jawab Denis sambil tersenyum.
"Calon ponakan gue apa kabar nih?" tanya Lisa sambil mengelus perut Vila.
"Dedek baik baik aja kok te" jawab Vila sambil terkekeh dengan panggilan nya.
"Te? Maksud lo tante? Enak aja! Gue bibi nya!" protes Lisa.
Mereka yang mendengar protes Lisa langsung tertawa terbahak bahak. Membuat Lisa menjadi salah tingkah.
"Udah udah! Ayo kita makan siang dulu! ajak Bunda.
Mereka semua langsung menuju kemeja makan.
Skip.
Mereka telah selesai makan, satu persatu berangsur pulang. Kini tinggal mereka berdua saja dirumah nya. Kini mereka sedang berada dikamarnya.
"Yank sepi ya" kata Vila sambil bersandar didada bidang suaminya.
"Bahagia ma, bahagia kali malah" jawab Vila dengan menirukan suara anak kecil.
"Ya harus bahagia dong sayang, mama kamu suka gitu ya dek! Pas orangnya ada sok jual mahal, eh pas orangnya gak ada meraung raung gak jelas" kata Denis sambil mengelus perut Vila.
"Dih sok tau! Siapa juga yang meraung raung" elak Vila.
"Tuhkan dek, mama kamu sekarang pinter bohong ya" kata Denis.
"Ihh gak sayang, iya iya aku sependapat deh sama dedek" kata Vila langsung menghambur kepelukan Denis.
"Makasih ya, udah setia nunggu aku! Padahal aku udah ngasih amanah loh sama Ricko" kata Denis dengan membalas pelukan Vila.
"Ih ngomong apasih? Jangan ngomong kaya gitu lagi! AKU MENCINTAIMU MY HUSBAND" kata Vila penuh penekanan.
"AKU JUGA MENCINTAIMU MY WIFE" balas Denis semakin mengeratkan pelukannya.
"Tidur yuk! Dedek pasti ngantuk kan? Nanti malem papa tengokin ya" ucap Denis.
"Iya pa, dedek juga udah kangen pengen ditengokin sama papa" kata Vila sambil membenamkan wajahnya didada bidang suaminya.
__ADS_1
Mereka pun terlelap dalam keadaan saling berpelukan. Seakan akan takut kehilangan.
Skip.
Sore hari, Vila terbangun karena merasakan geli didalam perutnya.
"Duh geli dek, jangan kaya gitu ih" ucap Vila sambil mengelus elus perut nya.
Denis yang mendengar Vila tertawa, langsung membuka matanya.
"Kenapa yank?" tanya Denis.
"Ini yank, dedek nya nendang perut aku" jawab Vila.
"Mana coba" kata Denis lalu mendekatkan wajahnya ke perut Vila. Lagi lagi dedek nya menendang.
"Iya ya yank, dia bergerak sangat aktif" kata Denis tersenyum senang.
"Yaudah aku mandi dulu yank! Aku mau masak buat makan malam" kata Vila sambil ingin beranjak dari kasur.
"Gak usah masak yank! Nanti kamu capek! Kita mesan go food aja ya" kata Denis.
"Kamu kan baru sembuh yank, masa udah makan makanan luar aja" kata Vila.
"Aku udah baik baik aja kok yank! Ingat kamu tuh lagi hamil! Jadi gampang kelelahan sayang" kata Denis.
"Yaudah iya, kamu pesen go food nya, aku mandi dulu" perintah Vila. Denis mengangguk paham.
Malam hari.
Setelah makan malam, mereka langsung menuju ruang keluarga untuk menonton tv.
Berita hari ini.
Lelaki gantung diri hanya karena cinta nya ditolak oleh seorang wanita.
"Ih ada ada aja sih! Udah ah tidur yuk yank! Aku pengen tengokin adek nih" kata Denis langsung berdiri mematikan tv. Lalu, menggendong tubuh Vila.
"Yank turunin! Aku bisa jalan sendiri loh" protes Vila. Namun, Denis tidak mengubrisnya dan tetap berjalan ke kamar mereka.
Mereka kembali menyatukan tubuh mereka, melepas kerinduan yang amat mendalam. Setelah selesai Denis menaburkan benih cinta mereka didalam rahim Vila, ia langsung mengecup kening Vila mesra. Lalu, berguling kesamping Vila dan menarik selimut sampai menutupi leher mereka. Vila kembali memeluk suaminya, membenamkan wajahnya didada bidang suaminya.
Mereka pun terlelap dalam keadaan saling berpelukan.
__ADS_1
Bersambung....