Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Nasehat dokter


__ADS_3

Lanjuttt....


Setelah sesi memberi selamat, tak lama dokter pun masuk kedalam ruangan.


"Maaf menganggu waktu kalian" kata dokter merasa tidak enak.


"Ah tidak sama sekali dok, jadi bagaimana keadaan putri kami?" kini Papi yang angkat bicara.


"Baiklah, begini tuan Bagas! Seperti yang saya bilang tadi, nona Vila baik baik saja! Untuk masalah nona Vila pingsan tadi, itu hal yang wajar untuk masa hamil muda seperti ini. Merasa pusing, sering mual dan kurang enak badan! Dan akan mengalami morning sicknees" kata dokter menjelaskan.


"Dia akan mudah lelah, perubahan suasana hati, menjadi lebih sensitif, akan mudah tersinggung perasaan nya! Maka dari itu sang suami harus extra siap siaga, karena istri akan mengalami yang nama nya ngidam, sensitif dengan aroma tertentu, kurang nya nafsu makan. Yang yang paling utama nona Vila tidak bole stres!" lanjut dokter.


"Dan jangan lupa selalu minum susu ibu hamil dan makan makanan yang bergizi serta berpotein agar janin yang didalam perut tumbuh kembang dengan sangat baik" nasehat dokter.


"Baik dok! Terimakasih, saya akan menjalankan semua apa kata dokter! Dan ya apa istri saya sudah boleh pulang dok?" kata Denis dengan tersenyum senang.


"Iya sama sama pak Denis, alhamdulillah nona Vila sudah boleh pulang pak Denis" kata dokter dengan tersenyum.


"Terimakasih banyak dok, atas nasehat nya, insya allah kami akan menjaga Vila dan mengingat semua nasehat yang dokter berikan" kata Ayah dengan tersenyum senang.


"Iya sama sama Tuan! Baiklah kalau begitu saya permisi dulu" pamit dokter lalu melenggang keluar ruangan.


"Kamu denger itu sayang? Kamu tidak boleh berfikir yang macam macam lagi tentang aku! Aku tidak akan mungkin meninggalkan istri seperti kamu" kata Denis dengan mencium kening Vila.


"Ingat! Sekarang diperut kamu, sudah ada janin buah cinta kita sayang" lanjut Denis dengan tersenyum senang.


"Iya sayang, maafin aku ya" kata Vila dengan manja.


"Ekhem" deheman Ferry. "Ingat woi! Disini masih ada orang! Serasa dunia milik berdua ya" ledek Ferry menatap mereka. Wajah Vila langsung memerah. Disambut dengan tawa semua orang didalam ruangan itu. Kini keluarga mereka dipenuhi dengan rasa haru bahagia, karena akan ada anggota baru yang akan hadir didalam keluarga mereka.


"Sudah sudah! Ayo kita pulang dulu! Banyak yang mau Ayah bahas sama kalian semua" ucap Ayah dengan tersenyum.


"Lisa sama Luna permisi pulang dulu ya, om, tant, kak, Vil, Ndah" pamit Lisa mewakili Luna.


"Loh kalian kok pulang sayang? Kalian kenapa tidak ikut kami saja? Sekalian kita makan siang bareng dirumah Bunda! Kebetulan Bunda masak banyak loh hari ini" ucap Bunda tersenyum menatap mereka.

__ADS_1


"Ah tidak apa apa tant, lain kali saja! Assalamu'alaikum" kini Luna yang angkat suara.


"Wa'alaikumsalam, kalian hati hati ya!" ucap mereka semua. Mereka hanya mengangguk dan tersenyum. Lalu, melenggang keluar ruangan.


"Yaudah ayo sayang, kita pulang" ajak Bunda dengan wajah yang berbinar.


Mereka langsung berjalan keluar ruangan, menuju kediaman Alexander.


Beberapa saat kemudian, mereka telah sampai dikediaman Alexander.


Kediaman Alexander.


Setelah selesai makan siang bersama, mereka melanjutkan dengan berbincang diruang keluarga.


"Vila, Denis... " panggil Ayah.


"Iya Ayah?" jawab mereka.


"Kalian kan belum ada acara resepsi setelah menikah, apalagi sekarang Vila sudah hamil! Apa kalian tidak ingin membuat resepsi sekalian mengumumkan hamil anak pertama kalian?" tanya Ayah menatap mereka.


"Tidak sayang, aku mengatakan tunggu waktu yang tepat! Dan waktu itu telah tiba. Sekarang aku sudah mau memberitahu public tentang pernikahan kita dan calon anak kita" ucap Vila dengan tersenyum manis.


"Benarkah sayang?" tanya Denis dengan mata yang berbinar. Vila hanya mengangguk dan tersenyum.


Yang lain hanya mendengar kan, dan tersenyum senang. Saat mendengar mereka sudah setuju akan membuat resepsi pernikahan dan mengumumkan calon anak mereka.


"Baiklah, sekarang kalian sudah sepakat untuk mengumumkan pernikahan dan calon anak kalian. Kita akan membuat acara nya seminggu lagi" kata Ayah dengan menatap mereka.


"Iya Yah, lebih cepat malah lebih baik" kata Denis tidak sabar.


"Cih, dulu aja nolak nolak! Sekarang gasabar nya minta ampun" celetuk Indah.


"Makanya cepetan nikah!" lagi lagi Denis mengatakan itu. Semua orang yang disana hanya tersenyum melihat kedua kakak beradik itu.


"Baiklah, kalau gitu kita pulang dulu Dy, Rat" pamit Papi menatap mereka.

__ADS_1


"Kenapa buru Gas? Nginep disini saja" kata Ayah menatap Papi.


"Ah tidak perlu Dy, kami pulang saja!" ucap Papi.


"Baiklah kalau begitu, terserah kalian saja" kata Ayah dengan tersenyum.


"Baiklah kami pamit dulu! Assalamu'alaikum" pamit Papi beranjak dari duduk nya.


"Kami pulang dulu! Assalamu'alaikum" pamit Mami cupika cupiki dengan Bunda. "Sayang Mami pulang dulu ya" ucap Mami dengan memeluk Vila.


"Kami pamit Bun, Yah assalamu'alaikum" pamit Indah dengan mencium punggung tangan Ayah dan Bunda.


"Wa'alaikumsalam, kalian hati hati ya" kata Bunda.


"Wa'alaikumsalam Mi, hati hati" kata Vila dengan membalas pelukan mertua nya.


Mereka pun melenggang meninggalkan Kediaman Alexander.


"Sayang... Kamu nginep disini saja ya" pinta Bunda menatap Vila. Vila langsung menatap Denis, Denis langsung mengangguk kan kepala nya.


"Yeayyy" senang. "Iya Bun, Vila nginep disini" kata Vila dengan senang.


"Yaudah sekarang kalian istirahat dulu! Nanti Bunda panggil kalau sudah waktu nya makan malam ya" kata Bunda sambil mengusap kepala Vila.


"Gapapa Bun, Vila bantuin Bunda masak saja" kata Vila.


"Big no!!! Sayang kamu harus jaga kesehatan! Ingat apa kata dokter, kamu tidak boleh kelelahan" kata Bunda.


"Tapi Bun... " ucapan Vila terpotong.


"Tidak ada tapi tapian! Denis bawa istri kamu keatas" perintah Ayah.


"Iya Yah, ayo sayang! Apa yang dikatakan Bunda itu benar. Ayo kita istirahat!" ucap Denis dengan mengenggam tangan Vila. Vila hanya mengangguk dan mengerucutkan bibir nya.


Mereka pun berlalu meninggalkan ruang keluarga, menuju kamar Vila.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2