
Malam hari, pukul 19:00 wib.
Setelah selesai makan, kini mereka sedang duduk diruang keluarga.
"Jadi besok kalian pindah nak?" tanya Papi menatap Denis.
"Jadi Pi, besok Denis bakal izin untuk tidak ke kantor besok" jawab Denis dengan menatap Vila.
"Apa kalian memang harus pindah sayang?" tanya Mami menatap Vila.
"Vila sih mau aja Mi tetep tinggal disini. Cuma kan Vila harus ikut kemana pun suami Vila pergi Mi" jawab Vila dengan tersenyum.
"Haa~" menghela nafas. "Baiklah sayang, kalau memang itu keputusan kalian" kata Mami pasrah.
"Mami tenang saja! Vila setiap hari bakal kesini kok" kata Vila dengan tersenyum senang.
"Iya sayang, Mami percaya sama kamu" kata Mami tersenyum manis.
"Memang kakak sejak kapan sudah punya rumah?" tanya Indah menatap Denis.
"Sejak 3 hari yang lalu, Ayah mengajak kakak dan Papi untuk bertemu dicaffe. Ternyata Ayah dan Papi sudah membelikan kami rumah. Kakak juga sempat kaget, namun Ayah bilang ini adalah kado pernikahan kami! Dari Papi dan Ayah" jawab Denis dengan menatap Papi nya. Papi hanya tersenyum.
__ADS_1
"Padahal Denis sebelum tau itu, Denis juga sudah merencanakan membeli rumah untuk kita. Pas Denis mau omongin ini sama Papi, Papi bilang ada suprise untuk kalian. Dan besok nya Ayah mengajak bertemu dicaffe itu. Ternyata rumah nya sudah dibelikan" kata Denis sembari tersenyum senang.
"Ayah?" tanya Vila menatap Denis heran.
"Iya sayang, Ayah! Ayah dan Papi memberikan kita kado rumah" jawab Denis menatap Vila.
"Tapi Ayah tidak menceritakan apapun ke Vila" kata Vila dengan cemberut.
"Nama nya juga suprise sayang, kalau dikasih tau kamu bakal gak suprise dong" kata Denis dengan membelai rambut Vila. Vila mengangguk dan tersenyum.
"Papi juga tidak menceritakan apapun ke Mami, kenapa Papi rahasiain ini? Apa Papi sudah tidak percaya lagi sama Mami!" kata Mami dengan menatap Papi tajam.
"Bukan begitu Mi, cuman Papi sama Edy sudah sepakat untuk merahasiakan ini dulu! Bahkan Ratna saja tidak diberitahu" kata Papi gugup.
"Waduh! Iya Mi, lain kali Papi bakal jujur kok sama Mami" kata Papi dengan memegang tangan Mami.
"Gausah pegang pegang" kata Mami dengan menepis tangan Papi. "Sayang Mami tidur duluan ya! Kalian juga harus tidur sana" perintah Mami dan langsung beranjak dari duduk nya.
"Mami tunggu" panggil Papi, namun Mami tidak menghiraukan nya sama sekali. "Kalian jangan lupa istirahat ya! Papi mau nyusul Mami kalian yang lagi ngambek dulu" kata Papi langsung beranjak dari duduk nya.
"Yaudah sayang kita tidur yuk! Besok kita harus susun baju buat pindahan kerumah baru kita" kata Denis dengan tersenyum menatap Vila. Vila hanya mengangguk dan tersenyum.
__ADS_1
"Yuk Ndah tidur! Besok kita kuliahkan?" kata Vila dengan menatap Indah.
"Iya Vil, Loe udah ngerjain tugas belum?" tanya Indah.
"Tugas yang mana Ndah?" jawab Vila.
"Tugas yang diberikan sama pak ahmad tadi" kata Indah.
"Kan masih minggu depan Ndah, besok aja kita kerjainnya dirumah baru gue hihi" kata Vila sambil terkikik.
"Ah iya minggu depan ya, kok gue jadi lemot gini sih. Assssiapppp la Vilaku sayang" kata Indah dengan semangat.
"Gue duluan ya! Byeee" kata Indah sambil berdiri lalu pergi menuju kamarnya.
"Yuk yank" ajak Vila menggandeng Denis.
"Kamu lama yank" kata Denis langsung menggendong Vila. Vila yang terkejut langsung melingkarkan tangan nya dileher Denis.
Denis langsung meletakkan tubuh Vila diatas kasur, lalu Denis menatap bola mata Vila lekat lekat. Vila yang ditatap seperti itu, jantung nya langsung berdebar tak karuan.
"Yank pengenn" kata Denis menatap Vila dengan nafas yang memburu. Vila hanya mengangguk dan tersenyum.
__ADS_1
Dan malam itu menjadi malam yang panjang untuk pasangan suami istri. Setelah mereka selesai bergulat, mereka langsung tidur dengan posisi saling berpelukan.