Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Reyhan


__ADS_3

Adel telah selesai berdandan, dan segera turun kebawah menghampiri kedua orangtua nya. Saat itu ia juga Reyhan telah mengabarinya, bahwa ia telah berada dirumahnya. ternyata Reyhan sedang berada diruang tengah bersama orangtua nya.


"Selamat malam Ma, Pa, Rey" sapa Adel.


"Malam sayang" sahut orangtua nya. Sedangkan Reyhan hanya diam mematung melihat dandanan Adel sangat mempesona malam ini.


"Apa kalian akan berangkat sekarang nak?" tanya Papa.


"Seperti nya begitu Pa! Adel takut pulangnya kemaleman" jawab Adel.


"Baiklah sayang, usahakan jangan pulang larut malam!" perintah Papa.


"Pasti Pa! Yaudah Ma, Pa, Adel berangkat dulu! Assalamu'alaikum" ucap Adel sembari mencium punggung tangan orangtua nya.


"Kita pergi dulu Om, Tant! Assalamu'alaikum" pamit Reyhan sambil mencium punggung tangan orangtua Adel.


"Wa'alaikumsalam" sahut mereka. "Kalian hati hati! Dan jangan pulang larut malam!" perintah Papa.


Mereka mengangguk dan melenggang keluar rumah.


***


Didalam mobil, Reyhan selalu mencuri curi pandang kearah Adel. Membuat Adel merasa risih.


"Kamu kenapa selalu liatin aku sih Rey? Memang ada yang salah ya, sama penampilan aku?" tanya Adel. Reyhan langsung terkekeh.


"Iya! Malam ini kamu cantik banget!" sahut Reyhan. Pipi Adel langsung merah merona, dan memalingkan wajahnya keluar jendela mobil.


"Ah kamu bisa aja Rey! Udah ih jangan liatin mulu aku nya! Aku kan jadi malu" pinta Adel. Reyhan lagi lagi hanya terkekeh dan kembali fokus menyetir mobil.


"Hmm... Btw Del, kamu udah punya pacar belum?" tanya Reyhan tiba tiba.

__ADS_1


Deg... jantung Adel langsung berdegup kencang.


"Kenapa tiba tiba nanya gitu Rey?" tanya balik Adel.


"Ngga papa Del, pengen tau aja" sahut Reyhan.


"Aku belum punya pacar Rey, aku malas pacaran" ujar Adel.


"Kenapa malas Del?" tanya Reyhan lagi.


'Karena aku udah punya calon suami Rey' batinnya.


"Del kok diam?" tanya Reyhan.


"Ah ngga papa Rey, intinya lagi malas aja" sahut Adel. Reyhan hanya mangguk mangguk mendengar jawaban Adel.


'Apa aku bisa memilikimu Del' batin Reyhan. Memang sudah sejak lama ia memendam perasaan terhadap Adel. Namun, ia tidak berani mengungkapkan nya, karena takut akan terjadi jarak diantara mereka. Ia tidak mau sampai hal itu terjadi.


Beberapa menit kemudian, mereka telah sampai direstaurant. Dengan segera mereka turun! Dan langsung memesan makanan.


"Del apa kamu sedang menyukai seseorang?" tanya nya lagi. Adel langsung mendongak menatapnya.


"Kenapa bertanya begitu?" tanya Adel balik.


"Ngga papa! Hanya ingin bertanya saja! Jika tidak ingin menjawab juga tidak apa apa" sahut Reyhan kembali memakan makanan nya.


"Entahlah Rey, aku juga ngga tau sama perasaan aku sendiri" sahut Adel. Reyhan yang mendengar itu langsung tersenyum, ia berfikir bahwa seseorang yang sedang ia ragukan itu adalah dirinya.


"Apa kamu sedang menyukai seseorang?" tanya Adel balik.


"Iya aku sangat menyukai nya! Tapi aku tidak tau, apa dia menyukaiku apa tidak" jawab Reyhan sambil mengangkat kedua bahunya.

__ADS_1


"Siapa? Apa aku boleh mengetahui nya? Lagian jika kau ingin dia mengetahui perasaanmu, kenapa tidak kau ungkapkan saja" tanya Adel.


"Jika sudah waktunya, aku akan mengatakan perasaanku kepadanya!" ujar Reyhan sambil tersenyum.


"Baiklah, aku selalu mendukungmu! Jadi kau tenang saja" kata Adel sambil mengenggam tangan Reyhan.


Deg... jantung Reyhan berpacu dua kali lebih cepat, saat Adel mengenggam tangannya sambil tersenyum sangat manis menurutnya.


"Habis ini kita akan kemana?" tanya Adel seraya meminum jusnya. Lalu, mengelap bibirnya dengan tissue.


"Kemana pun kau ingin pergi, aku akan mengantarkan nya" sahut Reyhan.


"Baiklah, aku ingin kita ketaman! Melihat indahnya bintang dimalam hari" kata Adel sambil tersenyum.


"Tentu saja! Ayo" kata Reyhan menggenggam tangan Adel keluar Restaurant. Namun, sebelumnya Reyhan telah meletakkan beberapa lembar uang untuk membayar makanan mereka.


***


"Sangat indah" gumam Adel. Namun, masih terdengar jelas oleh Reyhan.


Kini mereka telah berada ditaman kota, sambil mamandangi bintang dan awan yang gelap. Sesekali Adel memejamkan matanya dan membiarkan angin menerpa wajahnya.


"Iya sangat indah! Seperti wajahmu, yang selalu indah menurutku" kata Reyhan. Adel langsung mendongak menatapnya. Lagi lagi ucapan Reyhan membuat nya tersipu malu.


"Kau ini, dari tadi ucapanmu selalu saja memujiku! Tidak seperti biasanya" kata Adel. Reyhan hanya terkekeh mendengarnya.


"Tapi aku hanya berkata dengan apa yang aku lihat Del! Kamu memang sangat cantik dan indah menurutku" ucap Reyhan.


"Yaya terserahmu saja! Yaudah ayo kita pulang! Ini sudah hampir jam 21:00 wib" ujar Adel sambil beranjak dari duduk nya.


"Iya, baiklah" ucap Reyhan menyeimbangi langkahnya dengan langkah Adel.

__ADS_1


"Makasi Rey, udah repot repot neraktir dan ajak aku jalan jalan kesini" ucap Adel disela sela jalan menuju parkiran mobil mereka.


"Tidak perlu berterima kasih Del! Aku bahagia saat melihatmu bahagia. Kapan kapan aku akan mengajakmu kembali" ucap Reyhan sambil tersenyum manis. Adel hanya tersenyum samar. Mengingat ia akan menikah sebentar lagi! Tentu saja hal itu akan sulit ia lakukan.


__ADS_2