
Setelah Vila masuk kedalam mobil Denis. Denis langsung melajukan mobilnya menuju Boutique yang telah Mami nya Sherlock tadi. Tak butuh waktu lama mereka telah selesai di Boutique tersebut. Vila langsung turun meninggalkan Denis yang sedang memarkirkan Mobil.
"Hai Bun, Tant" sapa Vila saat sudah berada didalam Boutique.
"Hai sayang... Loh Denisnya mana?" sahut Mami sembari memperhatikan belakang Vila.
"Hai sayang... Ayo kamu pilih Gaun yang kamu suka" sahut Bunda sembari tersenyum.
"Denis tadi lagi parkirin mobilnya Tant, Vila langsung kesini deh hehe" ucap Vila sembari cengengesan.
"Haha gapapa nak, nah itu dia" ucap Mami sembari menatap Denis sembari tersenyum.
"Hai Mi, Tant" sapa Denis saat sudah masuk kedalam Boutique.
"Hai sayang, sudah langsung saja kalian kedalam lihat lihat Gaun yang cocok untuk calon mantu Mami" ucap Mami sembari tersenyum. Bunda hanya membalas dengan senyuman.
"Yaudah yuk Vil" ucap Denis sembari menarik tangan Vila.
"Selamat siang Mas, Mba. Ada yang bisa kami bantu Mas, Mba" sapa Keryawan sembari tersenyum.
"Tunjukkin ke kita Gaun pengantin yang paling bagus" ucap Denis sembari Karyawan tersebut.
"Baiklah Mas, Mba mari ikuti saya" ucap Karyawan sembari berjalan duluan. "Nih Mba, Mas silahkan dipilih Gaun yang mana" ucap Karyawan sembari menunjukkan Gaun gaun yang sangat bagus.
__ADS_1
"Yaudah Loe pilih tuh! Gue tunggu disitu" ucap Denis sembari duduk disofa.
"Hehh Loe pikir cuma Gue aja yang mau Nikah? Seenak Loe aja perintah perintah Gue" ucap Vila kesal. Denis hanya diam tanpa mengubris perkataan Vila.
'Sabar Vil sabar! Sikutub kan punya masa lalu yang buruk' gumam Vila dalam hati sembari mengatur nafasnya.
Setelah Vila melihat lihat Gaun yang ditunjukkan oleh Karyawan tadi, mata Vila menangkap Gaun yang berwarna putih dengan Renda dibagian dada. Tidak terlalu terbuka dan tampak elegant. Dengan segera Vila mencoba Gaun yang itu.
Setelah mengganti bajunya dengan Gaun tersebut Vila langsung keluar menuju tempat dimana Bunda dan Mami nya berbincang. Tanpa memerdulikan Denis.
"Bagaimana Bun, Tant?" ucap Vila sembari menatap mereka. Sontak mereka melihat keasal suara, dan betapa terpukau nya mereka melihat Vila dengan Gaun tersebut.
"Wah sayang kamu cantik sekali nak! Tidak salah Papi memilihkan calon mantu yang seperti kamu" puji Mami sembari menatap Vila.
"Wah Mba Vila sangat cantik" puji Karyawan dan pembeli disana.
"Ah terimakasih semua nya" ucap Vila sembari tersenyum malu.
"Eh Denis dimana sayang? Apa dia lagi ganti baju?" tanya Mamj sembari menatap Vila.
"Engga Tant, dia dari tadi sibuk memainkan ponselnya! Bahkan yang memilih Gaun ini aja Vila sendiri" kadu Vila sembari tersenyum senang.
"Dasar anak nakal... Sebentar ya sayang Mami panggilin dulu" ucap Mami sembari berjalan masuk kedalam.
__ADS_1
"Dasar kamu ya.... Bukannya bantuin calon istri memilih Gaun, kamu malah sibuk memainkan ponsel kamu" ucap Mami sembari menjewer telinga Denis.
"Aw aw" pekiknya. "Lepasin Mi, Vila lagi didalam kok ganti baju. Itu juga Denis yang milihin" ucap Denis berbohong sembari mengusap usap telinga nya yang merah.
"Matamu itu... Vila sudah diluar! Bohong bohong saja kamu" ucap Mami sembari mencubit pelan perut Denis.
"Eh" kaget Denis. "Udah diluar Mi? Kapan keluarnya?" tanya Denis heran.
"Gimana kamu mau tahu, orang dari tadi kamu fokusnya ke ponsel mulu!" ucap Mami kesal. "Sudah ayo! Kamu lihat dulu bagaimana calon istri kamu itu" ucap Mami sembari menarik Denis keluar. Denis hanya pasrah dengan tarikan Maminya.
Saat Denis melihat Vila, dia terpukau melihat Vila dengan memakai Gaun itu. Dia pun melihatnya tanpa berkedip, membuat Vila heran. Mami langsung menyadarkan Denis.
"Udah kali lihat nya! Ntar mata nya keluar lagi" ledek Mami sembari tersenyum. Membuat Denis langsung tersadar.
"Ah Mami apa apaansi" ucap Denis malu.
"Yasudah kalau gitu kita ambil Gaun yang ini aja ya! Mba tolong bungkusin yang ini! Terus disesuaiin sama yang punya Pria nya ya" ucap Mami sembari tersenyum.
"Iya buk, tunggu sebentar ya" ucap Karyawan sembari mengambilkan pakaian pria nya. Lalu, dibungkusnya.
"Kalau gitu kita pulang duluan ya Mi, Tant" ucap Denis menatap mereka.
"Iya sayang! Kalian hati hati ya" ucap Mami sembari tersenyum. Bunda hanya membalas dengan senyuman.
__ADS_1